Varises kaki pada ibu hamil

Varises kaki pada ibu hamil (2)
Varises kaki pada ibu hamil

Varises adalah pembengkakkan dan pelebaran pembuluh pembuluh darah vena yang biasanya terjadi pada kaki akibat penumpukkan darah. Varises ditandai dengan pembuluh vena yang berwarna ungu atau biru gelap, dan tampak bengkak atau menonjol. Penumpukan darah di dalam pembuluh vena terjadi akibat melemahnya atau rusaknya katup vena. Pembuluh vena berfungsi mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Di dalam pembuluh vena, ada katup yang berfungsi sebagai pintu satu arah agar darah yang sudah melewatinya tidak dapat kembali lagi. Lemah atau rusaknya katup vena menyebabkan terjadinya arus balik darah dan penumpukan darah di dalam pembuluh vena. Penumpukan inilah yang kemudian menyebabkan pembuluh tersebut melebar dan menimbulkan varises. Varises dapat terjadi di seluruh pembuluh vena dalam tubuh. Namun, kondisi ini paling sering terjadi di area tungkai, terutama betis, karena tekanan besar saat berdiri atau berjalan. Varises juga dapat muncul di bagian panggul, anus (wasir), vagina, rahim, atau kerongkongan (varises esofagus). Varises tidak hanya rentan dialami oleh wanita saja, pria juga memiliki peluang untuk mengalami hal yang sama terutama untuk mereka yang pekerjaannya memberikan tekanan besar pada kaki.

Penyebab Varises pada Kaki

    • Memakai sepatu hak tinggi
      Hak sepatu yang terlalu tinggi membuat gerak otot tumit yang berfungsi membantu kerja pembuluh darah, menjadi tidak maksimal.
    • Faktor keturunan
      Varises biasanya terjadi saat dewasa akibat perubahan hormon dan bertambahnya berat badan. Varises yang terjadi di usia muda, kemungkinan besar disebabkan faktor keturunan.
    • Kehamilan
      Meningkatnya hormon progesteron dan bertambahnya berat badan saat hamil yang kaki semakin terbebani, akibatnya aliran darah dari kaki, tungkai, pangkal paha dan perut bagian bawah pun terhambat.
    • Terlalu banyak berdiri
      Berdiri terlalu lama membuat kaki terlalu berat menahan tubuh dan memperparah beban kerja pembuluh vena dalam mengalirkan darah. Bila profesi Anda mengharuskan banyak berdiri, usahakan untuk tidak berdiri dengan posisi statis (diam), tapi tetap bergerak. Misalnya dengan berjalan di tempat, agar otot tungkai dapat terus bekerja memompa darah ke jantung.
    • Kurang gerak
      Gaya hidup perkotaan yang kurang gerak, menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.
    • Merokok
      Kandungan zat berbahaya dalam rokok membuat pembuluh darah menjadi kaku dan terjadi penyempitan, sehingga dinding pembuluh tidak elastis lagi.
    • Kolesterol tinggi
      Kedua jenis penyakit ini berhubungan erat dengan masalah peredaran darah, kelainan pembuluh darah dan kegemukan yang memicu terjadinya varises.

Gejala atau tanda – tanda Varises

    • Mula-mula kaki dan tungkai terasa berat, diikuti otot yang mudah pegal, kaku, panas dan sakit di seputar kaki maupun tungkai. Biasanya rasa sakit dirasakan menjelang malam, akibat tidak lancarnya aliran darah.
    • Mudah kram, meski kaki dalam kondisi santai.
    • Muncul pelebaran pembuluh darah rambut yang mirip jaring laba-laba (spider navy).
    • Perubahan warna kulit (pigmentasi) di seputar mata kaki, akibat tidak lancarnya aliran darah. Kadang diikuti dengan luka di sekitar mata kaki yang sulit sembuh.
    • Kaki bengkak (edema) karena adanya pembendungan darah.
    • Perubahan pada pembuluh vena luar, misalnya di betis bagian belakang tampak urat kebiru-biruan dan berkelok-kelok. Keadaan ini merupakan gejala varises kronis.

Pencegahan dan Pengobatan Varises

    • Setelah beraktivitas seharian, berbaringlah dengan posisi kaki dan tungkai lebih tinggi dari jantung selama 20 menit. Bagi yang sudah terkena varises usahakan tidur dengan posisi seperti ini untuk melancarkan peredaran darah ke jantung.
    • Lakukan olahraga secara rutin
    • Usahakan agar tidak berdiri terlalu lama
    • Jangan memijat terlalu keras daerah varises, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah vena.
    • Sering duduk berselonjor kaki
    • Perbanyak makan yang berserat tinggi, dan kurangi yang mengandung protein hewani
    • Menjaga berat badan. Orang yang kelebihan berat badan lebih cenderung akan mengalami varises, terutama untuk para wanita dan orang tua yang kegemukan. Kelebihan berat badan dapat memberi tekanan pada pembuluh darah lebih tinggi dan dapat menyebabkan pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena pada bagian kaki.

Varises kaki pada ibu hamil

            Varises pada ibu hamil umumnya terjadi karena pengaruh hormon kehamilan, rahim yang semakin membesar, dan peningkatan jumlah darah dalam tubuh ketika hamil. Varises pada ibu hamil juga menyebabkan beberapa ketidaknyamanan, di antaranya kaki terasa berat dan pegal, kulit di sekitar varises terasa gatal, berdenyut , dan terasa perih. Gejala-gejala ini cenderung akan memburuk pada sore hingga malam hari, terutama setelah ibu hamil banyak beraktivitas dan terlalu lama berdiri. Risiko terkena varises lebih tinggi pada ibu hamil yang memiliki riwayat varises dalam keluarga.

Cara mengatasi dan mencegah varises pada ibu hamil cenderung sama dengan pada kebanyakan orang pada umunya yaitu:

    • Menaikkan kaki
      Dalam posisi berbaring, atur agar kaki berada lebih tinggi dari pada jantung dengan menggunakan tumpukan beberapa bantal. Posisi ini dapat membantu sirkulasi darah. Lakukan ini saat beristirahat atau tidur.
    • Ubah posisi
      Hindari berdiri atau duduk terlalu lama. Jika sudah terlalu lama berdiri, maka istirahatkan kaki dengan duduk sejenak. Sebaliknya, jika sudah terlalu lama duduk, cobalah untuk berdiri atau berjalan beberapa saat. Hindari pula duduk dengan menyilangkan kaki.
    • Menjaga berat badan
      Berat badan berlebih dapat membuat beban kerja pembuluh darah semakin berat dan dapat memicu timbulnya varises. Jadi, jagalah berat badan Anda selama kehamilan sesuai dengan anjuran dokter.
    • Olahraga
      Rutin berolahraga selama masa kehamilan dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh dan mencegah timbulnya varises.

Adapun olahraga yang bisa dilakukan ibu selama hamil

    1. Bersepeda
    2. Walking lunge

Walking Lunge adalah olahraga ringan yang bisa memperkuat otot-otot dan pembuluh darah di kaki dan dapat membantu mencegah varises. Untuk melakukannya memerlukan dua barbel kecil.

    1. Jalan kaki
    2. Berenang
    • Kenakan stoking kompresi
      Stoking kompresi dirancang sedemikian rupa untuk membantu mencegah darah menumpuk di kaki. Stoking ini bisa Anda dapatkan di toko farmasi atau pusat pelayanan kesehatan.
    • Tidur dalam posisi miring
      Posisi ini akan mengurangi tekanan pada pembuluh vena di kaki dan membuat sirkulasi darah kembali normal.
    • Lakukan pencegahan terhadap sembelit
      Untuk mencegah timbulnya wasir, jenis varises yang terjadi di sekitar anus dan rektum, Anda bisa melakukan pencegahan dengan minum banyak cairan dan menambahkan asupan kaya serat dalam setiap menu makanan Anda.
    • Hindari mengenakan sepatu berhak tinggi
      Anda disarankan mengenakan sepatu flat(rata) untuk menjaga sirkulasi darah di sekitar kaki dan betis.
    • Batasi asupan garam
      Dengan membatasi asupan garam (sodium) selama kehamilan akan meminimalkan pembengkakan pada pembuluh darah vena.

            Untuk beberapa kasus varises pada ibu hamil yang tergolong parah, bisa diatasi dengan suntikan obat atau operasi. Tetapi tindakan operasi tidak dianjurkan selama masa kehamilan. Tindakan operasi baru bisa dilakukan setelah persalinan. Varises pada ibu hamil akan cenderung membaik setelah melahirkan, terutama jika tidak memiliki varises sebelum hamil. Namun jika varises tidak juga membaik setelah melahirkan, sebaiknya berkonsultasi pada dokter untuk melakukan pemeriksaan serta mendapat penanganan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *