Tips ASI melimpah

Tips ASI melimpah (3)
Tips ASI melimpah

Tips ASI melimpah

Apa itu ASI ?

Air Susu Ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk dikonsumsi oleh bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. Pemberian ASI untuk bayi disarankan hingga bayi berusia 2 tahun. Setelah menginjak usia 6 bulan, bayi diberi makanan pendamping ASI (MP-ASI). Tetapi pemberian ASI disarankan terus diberikan hingga usia 2 tahun.

Air susu ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin setelah kelahiran bayi. Air susu ibu pertama yang keluar disebut kolostrum dan mengandung banyak immunoglobulin A yang baik untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit. Membahas tentang ASI memang tidak ada habisnya. Air susu alami yang diproduksi oleh tubuh manusia (ibu) ini lebih baik dari susu formula termahal sekalipun.

ASI adalah salah satu keajaiban Tuhan yang diberikan kepada manusia.

Begitulah kalimat yang bisa menggambarkan tentang ASI, dan bersyukulah jika anda memiliki nya.

Manfaat ASI

Bagi bayi

  1. Memenuhi kebutuhan nutrisi bayi

ASI merupakan makanan alami yang pertama untuk bayi. ASI telah mencukupi semua kebutuhan energi dan nutrisi yang bayi perlukan selama bulan-bulan pertama kehidupan hingga berusia 6 bulan, sehingga pemberian susu formula atau makanan tambahan sebelum usia 6 bulan belum diperlukan.

  1. Mempercepat tumbuh kembang bayi

ASI dapat membantu perkembangan sensorik dan kognitif pada bayi. Pada sebuah penelitian di Korea yang meneliti 697 bayi pada tahun 2006, didapatkan bahwa perkembangan kognitif bayi yang diberikan ASI lebih baik dibandingkan yang tidak diberikan ASI.

Selain itu, bayi yang diberikan ASI hingga 9 bulan perkembangan kognitifnya lebih baik dibanding yang hanya diberikan selama 3 bulan atau 6 bulan. Pada penelitian lain didapatkan bahwa nilai IQ yang tinggi berhubungan dengan pemberian ASI.

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh bayi

Dalam ASI terdapat sistem kekebalan tubuh yang terkandung dalam protein-protein seperti lactoferin dan IgA yang berfungsi melindungi bayi dari infeksi kuman seperti bakteri, virus maupun parasit. Pemberian ASI eksklusif 6 bulan tanpa pemberian susu formula dapat mengurangi angka kematian bayi yang disebabkan oleh penyakit seperti diare atau radang paru-paru dan membantu mempercepat proses penyembuhan.

  1. Mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

ASI eksklusif mampu mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat bayi tidur. Penelitian menunjukkan bahwa efek ASI dalam mengurangi risiko terjadinya SIDS baru akan terlihat jika ASI diberikan secara eksklusif minimal 2 bulan.

Bagi ibu

  1. Lebih cepat pulih dari rasa lelah dan sakit pasca persalinan

Ibu yang menyusui akan lebih cepat pulih setelah persalinan dibandingkan dengan yang tidak menyusui, karena ketika menyusui didalam tubuh akan diproduksi hormon oksitosin yang selain membantu ejeksi air susu, juga akan membantu untuk mengembalikan ukuran rahim menjadi normal. Selain itu oksitosin membantu kontraksi rahim, sehingga mengurangi perdarahan pasca persalinan.

  1. Kontrasepsi alami

Menyusui ternyata menunda periode menstruasi ibu sehingga dapat membantu ibu untuk memberi jarak pada kehamilannya secara alami. Hal ini disebut sebagai lactational amenorrhea. Selama menyusui, produksi hormon estrogen akan berkurang, sedangkan ovulasi terjadi ketika kadar estrogen dalam tubuh meningkat sehingga dengan menyusui dapat mencegah terjadinya ovulasi.

Apabila ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan tidak memberikan makanan tambahan lain, maka lactational amenorrhea akan sangat efektif dalam mencegah kehamilan (98%) selama siklus menstruasi ibu belum kembali.

  1. Praktis dan ekonomis

Ketika bayi menangis karena lapar pada tengah malam, tentu lebih mudah untuk langsung memberikan ASI dibandingkan harus bangun dari tempat tidur dan membuat susu formula, padahal sudah sangat lelah menjalani hari. ASI juga memiliki manfaat pada sisi ekonomi. Dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan pemberian ASI hingga 2 tahun maka dapat membantu mengurangi biaya untuk membeli susu formula yang harganya mahal.

  1. Risiko terkena kanker menurun.

Sebenarnya belum diketahui dengan pasti mengapa menyusui bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan ovarium. Namun menurut sejumlah penelitian, semakin lama menyusui, semakin terlindungi dari penyakit ini. Hal ini kemungkinan terjadi karena menyusui bisa menekan produksi hormon esterogen.

Terkadang kita merasa khawatir dan bertanya tanya “apakah saya memproduksi cukup ASI?” atau “apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan produksi ASI saya?”. Ditambah lagi jika merasa bahwa ASI Anda tidak kunjung keluar dan si kecil terus menangis sehingga keluarga mulai mempertimbangkan menggunakan susu formula yang tentunya akan mempunyai efek samping bagi si kecil.

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI ibu

  1. Konsumsi cukup cairan

Ingat untuk mengkonsumsi cukup cairan terutama di masa ini. Kebutuhan setiap orang akan cairan setiap harinya mungkin berbeda. Namun, usahakan untuk minum setidaknya delapan gelas setiap hari atau sekitar 2 liter air untuk menjaga ibu tetap terhidrasi.

  1. Makan makanan yang bergizi seimbang

Pada umumnya, ibu menyusui akan memerlukan tambahan 300 – 500 kalori setiap harinya. Namun, ingatlah untuk tidak makan secara berlebihan. Sesuaikan porsi makanan sesuai kebutuhan. Pilihlah makanan bergizi yang dapat memberi energi. Konsumsilah makanan yang kaya protein dan  dapat meningkatkan produksi ASI seperti oatmeal, bawang putih, papaya hijau, kacang-kacangan, wortel, bayam, sawi, salmon, dan lainnya.

  1. Disiplin dan rajin

Disiplin dan rajin untuk menyusui dan memerah ASI, karena sebenarnya cara paling ampuh untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan lebih sering menyusui dan memerah ASI. Hindari membiarkan payudara penuh atau bengkak, usahakan untuk selalu “mengosongkan” payudara setiap kali memerah atau menyusui. Usahakan untuk meningkatkan frekuensi menyusui, terutama pada malam hari ketika hormon prolaktin sedang aktif bekerja, dan tingkatkan juga frekuensi memerah (usahakan setiap 2 jam sekali secara rutin). Hindari menunggu sampai payudara terasa penuh untuk menyusui atau memerah. Ibu dapat menggunakan metode “switch nursing” atau menyusui bolak balik secara bergantian payudara kanan dan kiri. Namun, usahakan agar bayi mengosongkan terlebih dahulu payudara satu sebelum pindah ke payudara lainnya.

  1. Menjaga kondisi psikologis

Ingatlah bahwa proses menyusui dipengaruhi oleh hormon oksitosin dan prolactin yang produksinya sangat dipengaruhi oleh emosi. Maka dari itu, sangatlah penting bagi ibu untuk menjaga kondisi emosional untuk tetap rileks dan nyaman. Lakukan beberapa hal yang dapat meningkatkan produksi kedua hormon tersebut. Selain itu, ibu juga dapat melakukan relaksasi dan afirmasi positif untuk meningkatkan produksi ASI.

  1. Cari bantuan

Pada masa-masa ini, ibu tidak perlu ragu untuk meminta bantuan. Carilah bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau mengerjakan berbagai hal yang menyita waktu dan membuat stress. Usahakan untuk selalu mempunyai waktu untuk menyusui si kecil dalam keadaan rileks dan tidak tergesa-gesa.

  1. Memijat Payudara

Melakukan pemijatan yang benar pada payudara akan membuat produksi ASI meningkat.

    • Pemijatan dilakukan dari bagian pangkal payudara, tekan dinding payudara menggunakan dua jari yakni jari telunjuk dan jari tengah.
    • Lakukan gerakan melingkar pada bagian luar payudara selama 30 detik lalu buat gerakan memutari payudara hingga menuju puting seperti bentuk obat nyamuk.
    • Lakukan hanya dari pangkal menuju puting. Bukan sebaliknya.
  1. Memompa ASI

Cara memperbanyak produksi ASI selanjutnya adalah dengan memompa payudara. Hal ini berguna agar payudara selalu terangsang untuk memproduksi ASI.

    • Pompa ASI secara konsisten dan berkala di antara waktu menyusui.
    • Pompa masing-masing payudara setidaknya selama 10 menit.
    • Perlu diketahui bahwa produksi ASI meningkat ketika pada pukul 2-5 pagi. Jika memungkinkan, pompa ASI dalam jam tersebut.
  1. Gunakan Essential Oils

Ibu dapat menggunakan essential oil yang dapat meningkatkan produksi ASI seperti fennel, lavender, atau basil. Untuk penggunaannya, dapat mendilute oil tersebut dengan carrier oil seperti V-6, lalu dioleskan di sekitar payudara dan pijat secara perlahan. Ingatlah untuk tidak menggunakannya di puting karena rasa yang pedas, justru akan membuat si kecil enggan untuk menyusu. Namun, untuk fennel, ingatlah untuk memakainya selama 7-10 hari saja karena dapat mempengaruhi saluran kemih. Ingatlah untuk menghindari essential oil yang dapat menurunkan produksi ASI seperti peppermint dan oregano.

  1. Mencukupkan waktu tidur

Atur jadwal tidur Anda. Misal, ketika bayi tidur maka ibu juga ikut tidur. Bisa juga dengan mengurangi kegiatan di dalam maupun luar rumah.

Lalu apa yang harus dihindari saat menyusui ?

    • Hindari pemakaian dot atau empeng, ingatlah bahwa kontak fisik dengan si kecil sangatlah penting
    • Kurangi konsumsi minuman berkafein dan beralkohol
    • Hindari makanan yang mempunyai efek laxative, asam, atau pedas seperti cherry, nanas, kiwi, strawberry, lemon, jeruk, bubuk cabe, dan kayu manis

Ingatlah untuk konsultasi ke dokter ibu terlebih dahulu sebelum menghindari suatu makanan apapun dari diet ibu. Jika menghindari suatu makanan tertentu dapat menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi (seperti menghindari konsumsi produk susu), anda dapat menemui dokter gizi dan meminta saran makanan pengganti sehingga tetap mendapatkan gizi yang seimbang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *