Teknik relaksasi

Teknik relaksasi (2)
Teknik relaksasi

Teknik relaksasi

Relaksasi merupakan cara diri mengelola cemas ataupun stres melalui otot dan syaraf yang bersumber pada objek tertentu. Sehingga relaksasi adalah aspek fisik dan psikis manusia sehingga dengan melakukan rileksasi maka tubuh akan ada dalam kondisi seimbang, dalam keadaan tenang dan otot mengalami rileks dengan tubuh yang nyaman.

Relaksasi adalah salah satu bagian dari upaya untuk mempersiapkan proses persalinan yang nyaman, aman dan tenang. Namun seringkali banyak ibu yang bingung untuk mencari posisi apa  yang tepat untuk relaksasi. Sebenarnya, ibu tak perlu bingung dengan posisi ini, karena pada dasarnya, tubuh ibu sendiri yang dapat merasakan mana yang paling nyaman saat melakukan relaksasi dengan musik hypnobirthing. Pada dasarnya terdapat 2 macam posisi yang dapat dipilih, yakni posisi belakang/posisi berbaring terlentang dan posisi menyamping/lateral. Namun ada pula posisi kombinasi yang digunakan yaitu posisi setengah duduk. Posisi relaksasi yang paling benar adalah posisi yang paling nyaman menurut ibu itu sendiri.

Mengapa ibu hamil perlu relaksasi?

Pikiran dan perasaan yang tenang harus dipersiapkan dalam menjalani kehamilan. Perasaan yang seringkali membuat ibu hamil takut, tegang dan cemas pada saat kehamilan akan memicu stress dan berdampak pada kesehatan janin. Sehingga sebaiknya ibu menggunakan cara untuk mengurangi perasaan yang berlebihan yang ada pada diri dengan melakukan relaksasi. Relaksasi dapat dilakukan di sela – sela waktu sibuk. Bahkan relaksasi dapat dilakukan ketika anda membutuhkan suasana baru. Sehingga tujuannya dapat membuat saraf menjadi kembali tenang.

Relaksasi Menjelang Persalinan

Momen yang paling penting bagi ibu hamil adalah persalinan. Ibu bersalin membutuhkan persiapan yang matang untuk menjaga keselamatan ibu dan janin. Sehingga untuk membuat diri lebih tenang dibutuhkan relaksasi menjelang persalinan tersebut. Relaksasi persalinan akan membantu ibu dalam memudahkan persalinan dan membuat janin lahir tanpa adanya kendala. Sama seperti teknik lainnya bahwa teknik relaksasi yang dilakukan dapat menenangkan otot yang tegang dan kaku. Relaksasi menjelang persalinan sangat mudah dilakukan, ibu hamil dapat terlebih dahulu mengenali ketegangan otot setelah itu ketegangan pada perut dan melakukan seni melepas ketegangan.. Ibu hamil dapat memulainya dengan memusatkan perhatian pada bagian tubuh. Kemudian berkonsentrasi pada bagian yang tegang dan melepasnya secara perlahan. Ibu hamil dapat melakukannya sembari menarik nafas dalam dan membuangnya dengan menghembuskan nafas. Keadaan ini akan membuat ibu hamil mengalami relaksasi yang cukup baik dalam pikiran maupun tubuh. Dengan konsentrasi, maka ibu hamil bisa dengan mudah melakukan relaksasi. Bahkan ibu dapat meminta bantuan suami untuk melakukan relaksasi. Melakukan relaksasi dengan suami akan membuat lebih tenang dan meningkatkan rasa percaya diri menghadapi persalinan. Bantuan yang mendukung relaksasi menjelang persalinan selanjutnya adalah audio atau musik yang lambat dan juga menyenangkan. Ibu bisa membuat rileks dan menemukan suara yang dapat membantu gerakan rileksasi tercipta lebih dinamis.

Jenis Relaksasi Menjelang Persalinan

Menjelang persalinan ibu dapat melakukan beberapa relaksasi. Relaksasi yang sering dilakukan untuk mempersiapkan diri menjelang bersalin adalah jenis – jenis relaksasi seperti berikut ini :

  1. Relaksasi Pasif

Relaksasi pasif adalah jenis relaksasi yang mudah dan umum dapat dilakukan. Ibu dapat melakukannya sendiri dengan mengikuti instruksi yaitu melakukan posisi berbaring dengan nyaman, kemudian berganti posisi menyamping atau semi duduk, selanjutnya kepala atau seluruh tubuh diberikan ganjalan bantal. Setelah itu pusatkan perhatian pada ibu jari kaki. Perlahan kendurkan, rasakan hingga menemukan kenyamanan. Masih pada pergelangan kaki dapat anda bayangkan terasa lemas dan kendur dan membuat pergelangan kaki menjadi rileks. Selanjutnya perhatian fokuskan pada area betis, bayangkan otot – otot betis terasa rileks. Lakukan hal yang sama pada lutut. Jangan menahan bagian tungkai dan rasakan nyaman yang diinginkan. Bahkan pemusatan pada bagian perineum akan membantu rileks sesuai yang diharapkan. Ibu dapat mengendurkan dengan rileks, tidak tegang dan nyaman. Pada saat bersalin normal, jaringan perineum akan membuka dan memberi jalan pada bayi untuk lahir. Pada kondisi rileks maka perineum akan lebih tenang dan memudahkan bayi lahir. Lakukan hal yang pula pada bagian punggung bawah dan bagian atas. Kenyamanan dimulai dengan menarik nafas panjang kemudian hembuskan perlahan.

  1. Perhitungan Relaksasi

Melakukan perhitungan relaksasi salah satu contohnya adalah saat melakukan relaksasi menarik nafas lewat hidung kemudian lepas perlahan ke seluruh tubuh. Dengan menggunakan perhitungan hembusan nafas yang lambat.

  1. Relaksasi Sentuhan

Relaksasi sentuhan ibu dapat dibantu oleh suami. Relaksasi ini adalah jenis relaksasi yang menyenangkan sehingga akan tenang dan nyaman. Ibu bisa meminta bantuan suami untuk mengkontrasikan otot pada tubuh. Minta suami dalam menyesuaikan jari dan lekuk tubuh tanpa menekan kemudian konsentrasi untuk membuat ketegangan hilang. Jenis sentuhan yang bisa dilakukan oleh suami adalah sentuhan diam. Minta suami untuk menahan tangan dengan kuat pada bagian tubuh yang tegang dan akan berubah menjadi rileks. Sentuhan yang berupa tekanan adalah dengan memberikan tekanan dengan menggunakan jari dan telapak tangan secara lembut. Sentuhan pada bagian perut akan membuat ibu menjadi rileks. Sentuhan ringan ini akan membuat ibu tenang.

  1. Relaksasi Pijatan

Relaksasi yang tak kalah pentingnya dari yang lain adalah memijat. Suami akan menggosok dan menekan dengan kuat dan perlahan bagian – bagian otot yang tegang. Teknik ini biasanya diaplikasikan untuk bagian punggung atas dan bahu, walaupun daerah lain juga bisa mendapatkan treatment yang sama. Lakukan teknik relaksasi ini secara teratur agar ibu bisa mendapat kenyamanan yang maksimal saat masa persalinan nanti. Selamat mencoba teknik relaksasi menjelang persalinan.

Posisi Relaks yang dapat dilakukan:

  1. Posisi berbaring terlentang

Pada awal kehamilan atau kehamilan trimester pertama, posisi berbaring terlentang mungkin merupakan posisi yang nyaman bagi ibu. Namun pada kehamilan lanjut atau trimester ketiga, posisi ini sangat tidak dianjurkan karena jika anda berbaring terlentang secara terus menerus maka tekanan berat bayi dapat menekan pembuluh darah vena besar yaitu vena cava inferior yang terdapat di punggung sehingga suplai oksigen serta aliran darah ke janin terganggu, selain itu dapat menyebabkan ibu mengalami penurunan tekanan darah (hipotensi).

Apabila ibu memilih posisi berbaring terlentang, letakkan bantal di bawah kepala dan bahu. Buatlah posisi ini menjadi senyaman mungkin. Letakkan lengan ibu disamping tubuh, telapak tangan menghadap kelangit – langit. Lengan diluruskan dan rilekskan. Lemaskan jari dan biarkan menekuk secara alami. Renggangkan kedua kaki ibu menjadi sejajar dengan bahu, mengarah keluar dan rileks.

  1. Posisi Menyamping

Posisi menyamping sebagian besar dipilih wanita hamil saat trimester akhir atau menjelang persalinan. Posisi ini juga tepat dilakukan saat menjalani proses persalinan. Berbaringlah pada satu sisi tubuh (miring ke kiri adalah pilihan yang paling tepat), dengan siku agak menekuk, letakkan lengan kanan dibagian samping bantal. Bagian perut dapat diganjal dengan bantal atau handuk. Luruskan tungkai kiri dengan lutut sedikit ditekuk. Tekuklah tungkai kanan. Agar ibu merasa nyaman, letakkan satu atau dua bantal dibawah lutut kanan sebagai penyangga.

  1. Posisi Duduk atau Setengah Duduk

Posisi ini biasa dipilih wanita hamil pada periode trimester kedua dan ketiga. Dengan meletakkan beberapa bantal di punggung, leher dan kepala dan merebahkan tubuh diatasnya dan tidak membiarkan berat badan membebani persendian, ibu dapat merasa nyaman, rileks dan mencegah tekanan-tekanan yang tidak perlu pada tubuh dan bayi. Duduklah dengan kaki senyaman mungkin. Letakkan tangan pada pangkuan anda (bisa juga dengan melingkarkan tangan di perut bagian bawah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *