Suka Duka Operasi Caesar

operasi caesar (3)
operasi caesar

Suka Duka Operasi Caesar

Bagi ibu yang sedang hamil, salah satu persoalan yang harus dihadapi adalah memilih antara persalinan normal atau melalui operasi caesar. Tak perlu bingung untuk menentukan pilihan. Anda bisa menentukan cara mana yang tepat untuk melahirkan Si Kecil sesuai kondisi yang dialami atas petunjuk dokter kandungan.

Adapun kondisi-kondisi yang sering menjadi alasan yang mengharuskan ibu melakukan operasi persalinan caesar adalah sebagai berikut:

    • Ukuran bayi besar tidak sesuai dengan ukuran panggul ibu.
    • Bayi dalam posisi yang tidak memungkinkan seperti, sungsang.
    • Hamil kembar
    • Proses pembukaan yang terlalu lambat sehingga bayi tidak mendapatkan cukup oksigen
    • Pengalaman traumatik ibu yang sebelumnya pernah melahirkan secara normal.
    • Ibu memiliki riwayat medis yang tidak mendukung untuk melahirkan secara normal (diabetes, tekanan darah tinggi, HIV, herpes, atau masalah pada plasenta).

Mengenal Proses Persalinan Caesar

Proses persalinan melalui bedah caesar merupakan proses mengeluarkan bayi melalui sayatan dari perut ibu, bukan melewati vagina. Secara prosedural, sebelum pembedahan, dokter akan melakukan anestesi (pembiusan) epidural, sehingga membuat daerah perut menjadi mati rasa saat melakukan proses penyayatan di area perut bagian bawah.

Dengan kata lain, Anda akan sadar selama proses operasi caesar, namun akan mengalami mati rasa mulai dari area perut ke bawah. Akan tetapi, pada kondisi tertentu diperlukan pembiusan total.

Proses melahirkan melalui operasi caesar akan lebih cepat dan tanpa rasa sakit sebagaimana dalam proses melahirkan normal. Sejumlah ibu hamil memilih operasi caesar karena takut merasakan sakit saat melahirkan secara normal. Waktu yang cukup fleksibel dan bisa direncanakan juga menjadi salah satu alasan.

Apabila Anda bersalin secara caesar, baik direncanakan maupun tidak, ada hal yang tidak bisa dihindari yaitu anda tidak hanya harus merawat bayi Anda yang baru lahir, tapi juga luka bekas operasi di perut Anda. Pemulihan luka operasi caesar berbeda beda setiap ibu.

Tips untuk memptrcepat Pemulihan operasi caesar

    • Persiapkan diri sebelum operasi. Jika berencana untuk melakukan operasi caesar, persiapkan rumah sebelumnya. Tentukan dimana Anda akan tidur dan simpan keperluan Anda di tempat yang mudah dijangkau sehingga ini akan memudahkan pada masa pemulihan Anda.
    • Santai dan nikmati. Istirahat yang cukup dan bejalan jalan santai dapat membantu proses pemulihan
    • Pertimbangkan bengkung atau stagen. Bengkung atau stagen berfungsi untuk membantu menyangga otot otot perut. Beberapa ibu merasa lebih nyaman saat memakainya namun beberapa ibu lain mungkin akan merasa gatal atau risih, membatasi pergerakan mereka, atau tidak efektif. Rumah sakit mungkin akan menawarkan pilihan ini.
    • Tidur yang cukup. Anda harus dapat merawat diri sendiri, istirahat yang cukup.
    • Terima bantuan. Jangan takut untuk minta tolong jika benar – benar membutuhkannya saat proses pemulihan.
    • Minum banyak cairan. Cairan dapat membantu meminimalizir sembelit sehingga dapat sangat membantu.
    • Ungkapkan tentang perasaan. Anda akan mengalami perubahan hormonal yang luar biasa, dan mood pun juga Jika merasa sedih, tidak mempunyai harapan, merasa bersalah, atau marah, bicarakan pada pasangan atau orang yang dapat membantu untuk mengatasinya.

Mitos mengenai Operasi Caesar yang Salah & Fakta Sebenarnya,

Banyak calon ibu yang mengidamkan melakukan persalinan secara normal. Namun, jika tidak memungkinkan, tidak masalah jika harus melakukan operasi Caesar. Operasi Caesar sangat bermanfaat bagi calon ibu untuk mengurangi risiko karena akan melahirkan bayi kembar, sungsang, terlalu besar dan pembukaan yang lambat. Berguna juga untuk calon ibu yang memiliki riwayat kesehatan yang tidak memungkinkan untuk melakukan persalinan normal, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, herpes, HIV dan masalah pada plasenta.

Memang tidak sedikit rumor dan mitos yang berkembang mengenai operasi Caesar. Untuk itu, mari kita kenali mitos operasi Caesar yang selama ini dikhawatirkan oleh para calon ibu

    1. Operasi Caesar membuat ASI susah keluar

Pada kenyataannya, semua ibu bisa mengalami kesulitan untuk mengeluarkan ASI, termasuk yang bersalin secara normal. Inisiasi menyusui dini (IMD) ternyata bisa dilakukan oleh ibu di ruang operasi loh. Ibu pun dapat meminta obat pereda rasa nyeri saat memberikan ASI pada bayi pertama kalinya.

    1. Sekali operasi Caesar, ke depannya tidak akan bisa melahirkan secara normal lagi

Faktanya, ibu yang sudah melakukan operasi Caesar masih ada kemungkinan untuk melakukan persalinan normal ke depannya. Tentu saja, hal tersebut perlu dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, persalinan normal memungkinkan dua tahun setelah operasi Caesar.

    1. Operasi Caesar tidak terasa sakit

Masih saja ada yang beranggapan bahwa melahirkan dengan operasi Caesar tidak sakit. Meski ibu diberikan obat bius atau anestesi, namun itu lama-kelamaan akan habis. Rasa sakitnya gak berlangsung dalam hitungan jam, namun bisa sampai berminggu-minggu. Bahkan 1 – 2 tahun terkadang masih terasa nyeri.

    1. Ibu tidak sadar selama operasi Caesar

Biasanya, anestesi hanya dilakukan pada bagian bawah tubuh ibu alias hanya setengah saja. Itu karena calon ibu perlu untuk tetap terjaga. Ibu masih bisa mendengar proses operasi yang tengah berlangsung. Namun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

    1. Jadwal persalinan dengan operasi Caesar bisa diatur sesuka hati

Mungkin ada yang berpikir bahwa operasi bedah Caesar bisa membuat calon orangtua bisa menentukan tanggal lahir sang buah hati. Namun, sebenarnya tidak boleh sembarangan. Penting juga untuk memperhatikan usia janin dan kondisinya. Untuk itu, tetaplah rajin berkonsultasi dengan dokter.

    1. Sistem kekebalan bayi dengan operasi Caesar lebih lemah daripada persalinan normal.

Daya tahan tubuh atau imun bayi tidak ada kaitannya dengan cara dia dilahirkan. Meski begitu ada benarnya jika bakteri usus berpindah dari vagina ibu ke bayi. Adapun yang berpengaruh adalah usia kehamilan dan pemberian ASI.

    1. Tidak memungkinkan ibu untuk melakukan kontak kulit ke kulit dengan bayi

Baik persalinan normal maupun dengan operasi Caesar memungkinkan untuk pemberian kontak kulit dengan bayi. Hal tersebut berguna untuk mengatur suhu bayi yang baru lahir. Ibu yang melahirkan dengan operasi Caesar kadang merasa beberapa bagian tubuhnya menjadi lebih sensitif. Namun, hal tersebut tidak menghalangi untuk memberikan kontak kulit ke kulit (skin to skin) dengan sang bayi

    1. Persalinan dengan operasi Caesar lebih mudah daripada persalinan normal

Melahirkan secara normal maupun dengan operasi Caesar memiliki kesulitannya masing-masing. Ibu yang bersalin dengan operasi Caesar perlu menjalani proses pembedahan sebesar 7 cm untuk melahirkan bayi seberat kurang lebih 3,5 kg. Itu bukanlah perkara mudah. Setelahnya ibu masih akan merasakan nyeri pasca operasi yang memerlukan waktu pemulihan yang lama

    1. Waktu pemulihan operasi Caesar sama dengan persalinan normal

Sebenarnya persalinan dengan operasi Caesar memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan persalinan normal. Persalinan normal memungkinkan ibu untuk pulang dari rumah sakit satu atau dua hari dan waktu pemulihannya selama satu hingga dua minggu. Sementara, persalinan dengan operasi Caesar memerlukan tiga hingga lima hari di rumah sakit dan pemulihan hingga empat minggu.

    1. Ada batasan melahirkan dengan operasi Caesar

Kenyataannya, tidak ada batasan untuk melakukan operasi Caesar, bisa beberapa kali atau hanya sekali saja. Hal tersebut tergantung pada kondisi kehamilan. Adapun pertimbangannya adalah risiko terhadap prosedur operasi Caesar, mulai dari bekas luka uterus, pendarahan, cedera usus dan kandung kemih serta komplikasi plasenta.

Fakta Tentang Persalinan Caesar yang Wajib Diketahui

Kelebihan Persalinan Caesar

1)      Risiko penularan penyakit minimal

Jika persalinan normal terlalu berisiko tinggi, sehingga harus dilakukan operasi caesar, maka hal itu menjadi cara teraman untuk melakukan persalinan. Pasalnya, jika ibu mempunyai riwayat penyakit tertentu, operasi caesar bisa meminimalisasi risiko terhadap komplikasi kehamilan. Operasi caesar akan meminimalisasi kemungkinan penularan infeksi tertentu dari ibu ke bayi.

2)      Cenderung tidak sakit saat proses melahirkan

Operasi caesar cenderung tidak terasa sakit, karena tidak harus mengalami kontraksi dalam waktu yang terlalu lama. Selain itu, proses operasi menggunakan anestesi (pembiusan) epidural sehingga akan membuat Moms mati rasa saat operasi dilakukan.

3)      Tidak rentan ambeien

Pada persalinan normal, risiko terjadi ambeien bagi ibu lebih besar ketimbang persalinan caesar karena persalinan pervagina.

4)      Waktu fleksibel

Operasi caesar cenderung lebih fleksibel secara waktu karena ibu dapat merencanakan waktu melahirkan. Tren ini berkembang karena memungkinkan keluarga untuk memilih tanggal kelahiran dengan makna tertentu. Namun, hal ini masih menjadi pro kontra di sejumlah kalangan.

Kekurangan Persalinan Caesar

1.      Pulih lebih lama

Kebalikan dari melahirkan secara normal, ibu yang melahirkan secara caesar kemungkinan tinggal lebih lama di rumah sakit karena harus menjalani pemulihan pasca operasi. Pemulihan setelah operasi dapat memakan waktu sampai 2-3 bulan. Hal ini karena ibu bersangkutan kemungkinan mengalami sakit yang lebih besar pada perut di area sekitar luka operasi.

2.      Risiko masalah fisik setelah operasi

Operasi caesar dapat meningkatkan risiko fisik bagi Moms. Antara lain, rasa sakit berkepanjangan pada bagian yang dibedah.

3.      Risiko keguguran

Risiko keguguran saat proses kelahiran melalui operasi caesar juga lebih besar dibandingkan dengan kelahiran secara normal.

4.      Kemungkinan perdarahan dan infeksi

Operasi caesar meningkatkan risiko kehilangan banyak darah. Selain itu, ada juga kemungkinan terjadinya penggumpalan darah. Operasi caesar juga dapat meningkatkan risiko infeksi dikarenakan cedera pada usus besar atau kantung kemih

5.      Kemungkinan meninggal

Beberapa study mengatakan bahwa wanita yang melahirkan secara caesar memiliki kemungkinan meninggal tiga kali lebih besar daripada wanita yang melahirkan secara normal. Hal itu dikarenakan kemungkinan terjadinya perdarahan, infeksi, dan komplikasi karena anestesi.

6.      Risiko kerusakan pada uterus dan plasenta pada proses kelahiran selanjutnya

Ibu yang pernah menjalani operasi caesar juga mempunyai risiko mengalami komplikasi pada kehamilan selanjutnya. Komplikasi itu seperti robeknya uterus yang diakibatkan luka akibat operasi di uterus dan abnormalnya plasenta. Risiko masalah plasenta akan terus bertambah pada setiap operasi caesar yang dijalani.

Pada akhirnya, baik persalinan normal ataupun caesar, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing dan butuh perjuangan ekstra keras dari ibu untuk dapat melahirkan bayinya ke dunia dengan sehat dan selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *