Sinkop (Pusing Berlebih)

Sinkope saat hamil (1)
Sinkope saat hamil

Sinkop adalah suatu gejala dengan karakteristik klinik kehilangan kesadaran secara tiba-tiba dan bersifat sementara biasanya disebabkan karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak atau istilah medis untuk pingsan. Sinkop sering terjadi karena tekanan darah terlalu rendah (hipotensi). Gejala pertama yang dirasakan oleh seseorang sebelum pingsan adalah rasa pusing, berkurangnya penglihatan, tinitus, dan rasa panas. Selanjutnya, penglihatan orang tersebut akan menjadi gelap dan ia akan jatuh atau terkulai. Jika orang tersebut tidak dapat berganti posisi menjadi hampir horizontal, ia dapat mati karena efek trauma suspensi. Ada beragam penyebab sinkop, mulai dari kondisi medis tertentu hingga faktor lingkungan. Sinkop juga bisa muncul akibat reaksi emosional terhadap situasi yang sangat sulit. Selain itu, sinkop juga bisa disebabkan oleh sakit yang parah, kadar gula darah rendah, penurunan tekanan darah, penurunan denyut jantung, atau perubahan jumlah darah.

Penyebab umum sinkop meliputi:

    • Tekanan darah rendah atau pembuluh darah yang melebar.
    • Detak jantung tidak teratur.
    • Terkumpulnya darah di bagian kaki karena perubahan posisi yang mendadak, misalnya berdiri dengan gerakan terlalu cepat.
    • Berdiri terlalu lama.
    • Rasa sakit atau nyeri dan rasa takut yang ekstrim.
    • Stresberat
    • Kehamilan.
    • Dehidrasi
    • Kelelahan.
    • Keringatan berlebih.
    • Penyakit saraf seperti stroke, migrain, dan pada lansia yang menderita diabetes atau penyakit Parkinson.

Kondisi medis yang terkait jantung juga dapat menyebabkan sinkop. Adapun penyakit jantung yang bisa menyebabkan sinkop atau pingsan meliputi kelainan katup jantung, hipertensi pulmonal, dan penyakit otot jantung (kardiomiopati).

Patofisiologi (Mekanisme terjadinya) sinkop terdiri dari tiga tipe:

    1. Penurunan output jantung sekunder pada penyakit jantung intrinsik atau terjadi penurunan klinis volume darah yang signifikan;
    2. Penurunan resistensi pembuluh darah perifer dan atau venous return
    3. Penyakit serebrovaskular klinis signifikan yang mengarahkan pada penurunan perfusi serebral. Terlepas dari penyebabnya, semua kategori ini berbagi faktor umum, yaitu, gangguan oksigenasi otak yang memadai mengakibatkan perubahan sementara kesadaran.

Gejala umum sinkop yang perlu diwaspadai :

    • Pusing dan sakit kepala.
    • Mual dan jantung berdebar-debar.
    • Perasaan melayang.
    • Perubahan penglihatan atau penglihatan kabur.
    • Merasa lemas seluruh badan.
    • Denyut nadi lemah.
    • Perubahan suhu tubuh yang membuat Anda tiba-tiba merasa panas atau justru kedinginan.
    • Terlihat pucat.
    • Vertigo atau merasa pusing yang berputar.

Jika mengalami gejala-gejala dan merasa akan pingsan, segeralah hentikan aktivitas lalu duduk dan berbaringlah dengan posisi kaki lebih tinggi dari kepala. Hal ini akan membantu aliran darah kembali ke otak dan mencegah terjadinya sinkop. Sedangkan untuk memberi pertolongan pada penderita sinkop adalah dengan cara mendudukkan atau membantu membaringkan, mengendurkan pakaian atau apa saja yang mungkin menghalangi pernapasannya. Jika orang tersebut kembali pingsan dalam waktu satu sampai dua menit, hubungi layanan medis darurat setempat.

Sinkop atau pusing saat hamil

Pusing jadi salah satu hal yang paling banyak dikeluhkan oleh wanita hamil, terutama pada trimester pertama. Hal itu wajar terjadi terjadi akibat rendahnya tekanan darah dalam tubuh. Turunnya tekanan darah disebabkan akibat aktivitas hormon dalam tubuh yang meningkat sehingga menyebabkan pembuluh darah melebar. Pembuluh darah yang melebar sebenarnya dapat meningkatkan aliran darah untuk janin, tapi itu justru memperlambat darah kembali ke pembuluh darah itu sendiri. Hal ini juga dapat menyebabkan tekanan darah Anda lebih rendah dari biasanya yang dapat mengurangi aliran darah ke otak, sehingga merasa pusing. Selain itu, kadar gula darah yang rendah juga dapat menyebabkan pusing saat hamil. Tak hanya pada trimester awal, pada trimester kedua dan ketiga, pusing juga bisa terjadi. Hal ini karena janin terus tumbuh dan berkembang setiap harinya. Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim membuat tubuh memiliki darah yang lebih banyak. Sehingga tekanan darah meningkat dan ibu hamil merasa pusing atau sakit kepala.

Berikut, kondisi lain yang dapat menyebabkan ibu hamil merasa pusing:

    • Sinkop Vasovagal

Sinkop Vasovagal terjadi ketika tubuh bereaksi terlalu besar untuk pemicu tertentu, seperti melihat darah atau tekanan emosional yang ekstrim. Tindakan ini bisa memicu penurunan denyut jantung dan tekanan darah secara tiba-tiba yang menyebabkan pusing atau pingsan. Wanita hamil lebih rentan terhadap sinkop vasovagal. Gejala ini sering kali diawali dengan tanda peringatan seperti tubuh terasa hangat, pucat, berkeringat, mual, menguap, dan hiperventilasi.

    • Anemia

Kekurangan zat besi adalah penyebab anemia yang paling umum terjadi. Kurangnya zat besi dalam tubuh juga bisa sebabkan merasa pusing saat hamil. Hal ini dikarenkan tidak memiliki sel darah merah untuk membawa oksigen ke otak dan organ tubuh lainnya. Untuk mengatasinya, pastikan mengkonsumsi makanan dan vitamin prenatal yang mengadung zat besi, terutama pada trimester kedua dan ketiga.

    • Kecemasan

Rasa cemas dapat membuat Anda mengalami hiperventilasi atau bernapas secara tidak teratur. Hiperventilasi dapat membuat Anda merasa pusing atau sakit kepala.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah sinkop :

    1. Berbaring atau duduk

Segeralah berbaring atau duduk jika merasa pusing. Hindari berbaring terlalu lama karena menyebabkan kurangnya suplai oksigen bagi janin. Hindari bangun secara tiba-tiba, mulailah dengan miring terlebih dulu lalu duduk.

    1. Makan secara teratur

Makan secara teratur dapat membuat kadar gula darah stabil. Kurangnya asupan makanan dapat membuat gula darah rendah, sehingga akan merasa pusing. Jika Anda orang yang suka bepergian, selalu sediakan makanan ringan yang sehat untuk dimakan

    1. Cukupi kebutuhan cairan

Usahakan selalu cukupi asupan cairan untukĀ  menghindari dehidrasi. Kurang minum sering membuat pusing. Institute of Medicine merekomendasikan agar ibu hamil minimal minum sebanyak 10 gelas per hari. Jumlah tersebut bisa saja lebih jika Anda berolahraga atau cuaca sedang panas.

    1. Jangan mandi air panas

Hindari mandi menggunakan air panas. Mandilah dengan air sesuai suhu ruangan. Tetapi jangan berendam, karena suhu tubuh dapat meningkat saat berendam. Hal ini tentu tidak aman bagi ibu hamil.

    1. Hindari olahraga secara berlebihan

Olahraga memang menyehatkan tubuh. Namun, jika dilakukan secara berlebih dapat membuat Anda mengalami hiperventilasi, bernapas secara secara tidak teratur.

Merasa pusing yang disebabkan oleh hal-hal seperti kepanasan, kelaparan, atau bangun dari posisi tidur atau tidur terlalu cepat, terlalu lama berbarinng, umumnya akan hilang setelah melahirkan. Namun, jika langkah-langkah sederhana yang disarankan tidak menghilangkan masalah atau bahkan sakit kepala berlangsung terus-menerus, segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter kandungan. Gejala lain yang harus segera membutuhkan tindakan dari dokter antara lain; sakit kepala parah, penglihatan kabur, gangguan bicara, jantung berdebar, mati rasa, kesemutan, nyeri dada, sesak napas, atau perdarahan. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda dari masalah mendasar yang serius yang dapat mempengaruhi kondisi ibu hamil dan janin. Pada awal kehamilan, sakit perut disertai dengan pusing bisa menjadi tanda kehamilan ektopik, yang membutuhkan perhatian segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *