Sering buang air kecil saat hamil

Sering buang air kecil saat hamil (2)
Sering buang air kecil saat hamil (2)
Sering buang air kecil saat hamil

Pada trimester pertama kehamilan, wanita sering sekali mengalami gangguan pada kesehatan tubuhnya. salah satu gangguan yang sering sekali muncul adalah mual dan ingin muntah setiap pagi. Selain morning sickness yang sering membuat wanita lemas, mereka juga sering mengalami gangguan saat berkemih atau buang air kecil.

Wanita yang sedang memasuki trimester pertama (0-12 minggu) dari kehamilannya kerap buang air kecil, bahkan dalam satu jam bisa 3-4 kali bahkan lebih. Kondisi ini akan kembali muncul saat memasuki trimester ketiga (28 minggu hingga menjelang persalinan). Kondisi ini tentu membuat mereka tidak nyaman. Apalagi tubuhnya masih sangat lemas jika berkali-kali harus ke toilet, kaki juga akan nyeri.

Penyebab sering buang air kecil saat hamil

Secara umum tidak ada yang salah dengan peningkatan frekuensi berkemih yang dialami oleh wanita selama trimester pertama kehamilan. Peningkatan buang air kecil ini bisa terjadi karena pada awal kehamilan akan ada peningkatan hormon progesteron. Hormon ini bermanfaat dalam pembentukan janin dan membuat calon bayi bisa tumbuh dengan sempurna. Sayangnya peningkatan progesteron ini menyebabkan kandung kemih terganggu.

Selain progesteron ada lagi hormon yang menyebabkan gangguan pada kemampuan berkemih pada wanita. Gangguan itu disebabkan oleh human chorionic gonadotropin. Kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya saat trimester kedua kehamilan. Selain masalah hormon yang menyebabkan frekuensi berkemih semakin besar, kondisi ini juga disebabkan oleh meningkatnya volume air di dalam tubuh. Akibat volume air di dalam tubuh meningkat, ginjal harus bekerja lebih keras membuang zat tidak berguna dari tubuh dan mengakibatkan frekuensi berkemih semakin meningkat.

Hal lain yang bisa menyebabkan frekuensi berkemih makin meningkat adalah infeksi saluran kemih. Karena sanitasi yang buruk atau pasangan melakukan seks dengan tidak aman, akhirnya infeksi terjadi. Kondisi ini juga memicu meningkatnya jumlah urine yang dihasilkan oleh tubuh.

Seiring berjalannya kehamilan, pertumbuhan janin di dalam kandungan dapat menekan kandung kemih. Hal ini membuat ingin ke toilet menjadi lebih sering. Di akhir kehamilan, tekanan pada kandung kemih makin meningkat karena posisi janin yang sudah berada di bawah. Kondisi ini membuat ingin buang air kecil lebih sering, meski kandung kemih dalam keadaan  kosong.

Secara ilmiah, penyebab di balik ini adalah karena selama kehamilan jumlah darah yang mengalir pada tubuh akan meningkat secara ekstensif, yang akhirnya membuat proses ginjal mengeluarkan banyak cairan tambahan yang berakhir di kandung kemih. Peningkatan frekuensi buang air kecil merupakan suatu gangguan / ketidaknyamanan yang fisiologis, yang umumnya terjadi pada ibu hamil trimester satu dan kembali terjadi pada trimester ketiga. Pada trimester satu terjadi pembesaran uterus dan penambahan berat uterus pada fundus uteri, dan isthmus uteri menjadi lunak (tanda hegar), menyebabkan uterus menjadi semakin antefleksi sehingga mendesak vesika urinaria.

Sedangkan pada trimester ketiga peningkatan frekuensi buang air kecil terjadi karena bagian terendah janin yang mulai memasuki Pintu Atas Panggul (PAP) mendesak vesika urinaria (umumnya terjadi pada primigravida), hal tersebut mengurangi kapasias vesika urinaria sehingga urine yang tertampung di vesika urinaria terdesak keluar (ibu merasa sering buang air kecil).

Gejala yang harus diwaspadai

Sebenarnya gejala umum dari gangguan berkemih ini adalah frekuensi ke kamar mandi yang semakin besar. Selain itu ada kemungkinan tubuh mengalami masalah seperti infeksi saluran kemih. Sering buang air kecil juga mungkin bisa jadi pertanda mengalami diabetes gestasional, uterus fibroid atau infeksi saluran kemih (ISK). Jika penyebabnya diabetes gestasional rentan untuk melahirkan bayi dengan berat di atas rata-rata, bayi lahir prematur hingga alami pre-eklampsia. Selain itu juga bisa disebabkan karena infeksi saluran kemih, maka disarankan untuk segera menanganinya agar tidak memicu terjadinya infeksi ginjal.

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul pada masa kehamilan, dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan. Kondisi ini dapat terjadi di usia kehamilan berapa pun, namun umumnya berlangsung di minggu ke-24 sampai ke-28 kehamilan. Sama dengan diabetes yang biasa, diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar glukosa (gula) dalam darah pada masa kehamilan. Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan diabetes gestasional. Akan tetapi, kondisi ini diduga terkait dengan perubahan hormon dalam masa kehamilan. Gejala diabetes saat kehamilan muncul ketika kadar gula darah melonjak tinggi (hiperglikemia)

Pada masa kehamilan, plasenta akan memproduksi lebih banyak hormon, seperti hormon estrogen, HPL (human placental lactogen), termasuk hormon yang membuat tubuh kebal terhadap insulin, yaitu hormon yang menurunkan kadar gula darah. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dan menyebabkan diabetes gestasional.

Uterus fibroid

Fibroid adalah tumor jinak yang terjadi di bagian atas atau di dalam otot rahim. Satu sel membelah berkali-kali dan terus berkembang menjadi menjadi sebuah massa atau benjolan yang terpisah dari bagian rahim. Karena tumbuh didalam rahim maka dinamakan uterus fibroid. Fibroid dapat tumbuh cukup besar dan membuat si penderita terlihat seperti sedang hamil serta mengalami gejala mirip kehamilan seperti:

    • Tegang pada bagian panggul yang parah
    • Sering buang air kecil
    • Dapat mengakibatkan sembelit, nyeri punggung, nyeri selama hubungan seksual, dan nyeri panggul

Belum ada kepastian tentang penyebab penyakit ini, namun ada beberapa kemungkinan seperti perubahan genetik, pengaruh hormon esterogen dan progesteron, dan faktor zat-zat lainnya yang ada dalam tubuh.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kencing merupakan kondisi di mana adanya bakteri yang berasal dari luar tubuh kemudian masuk ke tubuh melalui saluran kencing dan sampai pada bagian uretra. Jika infeksi saluran kemih ini menyerang ibu hamil bisa menyebabkan bayi lahir prematur bahkan keguguran.

Jika mengalami infeksi saluran kemih, beberapa hal di bawah ini biasanya akan muncul:

    • Urine tidak terlihat bening atau sedikit kekuningan. Warnanya bisa berubah agak berbusa dan warnanya lebih pekat.
    • Pada kondisi yang sudah parah, urine akan sering berwarna kemerahan atau merah muda. Warna merah berasal dari inflamasi dan juga perdarahan yang terjadi di dalam tubuh.
    • Aroma dari urine memang sedikit ber Namun, jika mengalami infeksi, baunya lebih pekat dan mudah menyebar. Pastikan perbedaan bau yang normal dan yang tidak normal.
    • Saat berkemih akan terasa nyeri dan panas. Perasaan terbakar terasa sangat mengganggu. Jika sudah mengalami masalah seperti ini ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
    • Nyeri yang cukup intens saat berkemih. Rasa nyeri ini muncul karena ada luka di saluran kemih dan juga area vagina yang terinfeksi.
    • Jika saat berkemih gejala seperti ini muncul, artinya frekuensi berkemih yang sangat besar tidak normal lagi. Harus segera mendapatkan penanganan yang benar agar janin tidak mengalami gangguan pertumbuhan

Segera periksakan diri ke dokter apabila merasa ada ketidaknormalan agar tidak terjadi komplikasi kehamilan dan segera mendapat penanganan lebih lanjut.

Penanganan sering buang air kecil saat hamil

Selama tidak disebabkan oleh infeksi saluran kemih dan masalah lain, penanganan frekuensi berkemih bisa dilakukan dengan cara sederhana. Ada trik mudah yang dianjurkan untuk mengatasi kondisi ini:

    • Disarankan untuk tidak minum sebelum tidur. Namun, pastikan tubuhmu mendapat asupan cairan yang cukup di siang hari. Diharuskan minum setidaknya 8-12 gelas dalam sehari. Jangan menguranginya karena hal tersebut bisa membuat dehidrasi.
    • Hindari mengonsumsi minuman yang bersifat diuretik atau mendorong produksi air seni karena zat ini bisa membuat sering buang air kecil. Contoh minuman berkafein seperti teh, kopi atau minuman kola (minuman berkafein).
    • Saat di toilet, pastikan kamu telah mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Cara agar kandung kemih kosong, kamu bisa menyondongkan tubuh agak ke depan saat buang air kecil.
    • Jangan mencoba untuk menahan ketika rasa ingin buang air kecil muncul. Hal ini mungkin bisa membuatmu ingin lebih sering ke toilet.
    • Latihan senam kegel bisa membantu mengendalikan uretra (saluran kemih) dan mengencangkan otot-otot yang mengatur keluarnya air urine. Senam ini dapat dilakukan di mana saja. Dapat¬† melakukan latihan ini sekitar tiga kali sehari dengan 10-20 kontraksi waktu selama 10 detik.
    • Kenakan pembalut atau pampes khusus dewasa terutama jika sedang batuk atau bersin atau melakukan aktivitas. Terkadang hal tersebut sering menyebabkan kebocoran dan bikin malu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *