sembelit (konstipasi) pada kehamilan

sembelit (konstipasi) pada kehamilan (1)
sembelit (konstipasi) pada kehamilan

Sembelit (konstipasi suatu kondisi di mana pergerakan usus menurun atau sulit buang air besar untuk waktu yang lama. Sembelit atau yang punya nama lain konstipasi ini, umumnya diartikan sebagai kondisi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu. Sembelit biasanya sembuh jika Anda mengubah gaya hidup Anda, namun sembelit kronik akan lebih sulit untuk diterapi dan biasanya merupakan gejala dari kondisi medis yang lain. Sembelit suatu hal yang normal jika terjadi sesekali dan akan sembuh dengan sendirinya. Biasanya disebabkan karena makanan, stres, atau perbedaan lingkungan. Sembelit kronik juga normal namun juga dapat merupakan tanda dari masalah yang lebih serius. Meski begitu, orang yang berisiko menderita sembelit biasanya adalah lansia, orang gemuk, wanita hamil, dan orang yang terlalu sering duduk.

Apa penyebab sembelit?

Sembelit adalah kondisi yang dapat terjadi karena kotoran atau feses bergerak lebih lambat dari biasanya, sehingga kotoran menjadi lebih keras dan kering. Beberapa penyebab sembelit yaitu:

    • Kurang konsumsi serat atau cukup air
    • Kurang beraktivitas atau terlalu lama duduk
    • Sedang hamil
    • Sedang stress atau mengalami perubahan lingkungan
    • Penyakit tertentu yang dapat menyebabkan sembelit seperti diabetes, hipotiroid (tiroid yang kurang aktif), penyakit Parkinson, stroke, multiple sclerosis, atau hiperparatiroid (paratiroid yang terlalu aktif)
    • Penyumbatan pada usus yang dapat disebabkan karena kanker colorectal, kanker perut, atau fisura anal.
    • Beberapa obat dapat menyebabkan sembelit seperti obat-obatan anti nyeri, antihistamin, dan antidepresan.

Tanda-tanda & gejala sembelit atau konstipasi

    • Sulit buang air besar
    • Feses kering atau buang air keras
    • BAB kurang dari 3 kali dalam seminggu
    • Perut terasa penuh
    • Sakit perut
    • BAB berdarah atau keluarnya darah setelah BAB
    • Merasa tidak puas setelah BAB atau merasa ada yang tersumbat.

Sedangkan sembelit kronik terjadi jika memiliki satu atau lebih dari gejala di atas minimal selama 3 bulan. Sembelit bukan merupakan kondisi yang serius, kecuali sembelit tersebut ternyata disebabkan kondisi kesehatan lain yang serius. Biasanya sembelit dapat sembuh dengan mengubah gaya hidup.

Sembelit pada ibu hamil

Hormon progesteron yang diproduksi tubuh Bunda selama kehamilan melonggarkan otot sehingga menjadi lebih lentur, termasuk otot di saluran pencernaan. Akibatnya, makanan yang masuk ke usus dicerna dengan lebih lambat. Sembelit pada masa awal kehamilan biasanya dikarenakan komposisi zat besi dan kalsium yang terlalu tinggi dalam tubuh ibu. Konsumsi zat besi dalam dosis tinggi bisa membuat gejala sembelit menjadi lebih parah. Ibu yang jarang olahraga atau harus bed rest sehingga aktivitasnya terbatas juga cenderung mengalami sembelit. Penyebab lainnya adalah karena adanya tekanan pada dubur akibat rahim yang terus membesar untuk mengakomodasi ukuran bayi. Selain penyebab fisik, sembelit saat hamil juga bisa terjadi karena stres selama masa kehamilan. Oleh sebab itu, penyakit ini tidak bisa dianggap remeh.

Saat tubuh kesulitan membuang sisa makanan, terjadi pembusukan makanan dalam tubuh. Pembusukan makanan inilah yang kemudian diserap oleh darah melalui dinding usus dan bisa berdampak negatif pada ibu serta bayi yang dikandung.

Mengatasi sembelit saat hamil

1.  Konsumsi makanan tinggi serat

Makanan tinggi serat bisa membantu melunakkan feses sehingga mencegah sembelit, juga membantu BAB lebih lancar meski sedang hamil. Konsumi makanan tinggi serat seperti sereal dari gandum utuh, beras merah, buncis, buah segar, dan sayuran setiap hari.

    1. Minum air putih yang banyak

Minumlah air putih minimal 2 liter sehari. Minum air putih secara teratur setiap hari sehingga air seni Bunda berwarna bening, yang menandakan kadar air di dalam tubuh cukup. Jika bosan dengan air putih, Bunda bisa menggantinya dengan jus buah. Tapi usahakan tetap minum air putih yang banyak, terutama setelah bangun tidur untuk membantu melancarkan proses pelunakan feses.

    1. Menggunakan obat pencahar (suppositosia)

Obat pencahar berupa gel yang dimasukkan ke anus sekarang sudah banyak dijumpai di apotek. Obat tersebut jauh lebih aman bagi ibu hamil dibandingkan obat-obatan yang dikonsumsi secara oral. Meski demikian, tetap konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat apa pun untuk mengatasi sembelit saat hamil.

Meskipun sembelit merupakan hal yang normal terjadi pada ibu hamil, ada baiknya ibu hamil tetap menjaga agar tidak terkena sembelit. Berikut adalah cara mencegah terjadinya sembelit :

    • Olahraga rutin

Berjalan kaki ringan, mengayuh sepeda statis, dan yoga bisa mengurangi gejala sembelit dan bisa membuat badan ibu sehat

    • Ikuti tanda yang diberikan tubuh

Biasanya setelah makan, perut ibu hamil akan langsung aktif. Jadi, luangkan waktu untuk ke kamar mandi setelah makan jika memang perlu. Jangan menahan jika merasa kebelet baik untuk buang air kecil maupun buang air besar

    • Mengganti vitamin kehamilan

Bila ibu mengalami sembelit karena multivitamin kehamilan dengan dosis zat besi yang tinggi serta tidak sedang mengalami anemia, sebaiknya minta dokter atau bidan untuk menggantinya dengan obat yang memiliki dosis zat besi lebih rendah.

  • Konsumsi probiotik
    Probiotik adalah bakteri menguntungkan tubuh yang terdapat pada makanan. Probiotik dapat melancarkan pencernaan dan mengurangi bakteri jahat di usus. Bakteri baik ini dianggap aman untuk dikonsumsi selama hamil. Oleh karenanya, probiotik dapat menjadi pilihan untuk membantu meringankan sembelit dan diare pada ibu hamil. Probiotik bisa didapat dengan cara mengonsumsi yoghurt dan minuman yang mengandung probiotik.

Sebaiknya ibu tidak menggunakan obat-obatan untuk menghilangkan sembelit yang dirasakan. Ibu bisa melakukan beberapa olahraga ringan. Sebab, bergerak lebih banyak dapat mengurangi penyakit sembelit. Efek gerakan yang baik tentu berdampak baik juga untuk pencernaan dan usus. Selain itu, jangan lupa memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh. Berikut adalah makanan yang bisa mengatasi sembelit pada ibu hamil;

    • Pepaya

Pepaya mengandung serat dan vitamin yang cukup tinggi. Papaya juga mengandung enzim papain yang berfungsi untuk melunakkan feses yang keras.

    • Brokoli

Brokoli mengandung banyak serat dan air, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. Agar manfaat brokoli bisa dirasakan dengan baik, sebaiknya jangan memasak brokoli terlalu lama.

    • Kacang polong

Selain memiliki kandungan protein nabati yang cukup tinggi, kacang polong juga memiliki kandungan serat serta mengandung asam folat yang baik untuk nkesehatan bayi dalam kandungan

    • Kismis

Buah kismis memiliki kandungan serat yang sangat tinggi, sehingga baik dikonsumsi ibu hamil. Buah kismis juga bisa membantu dalam meningkatkan kadar haemoglobin ibu hamil.

    • Cincau

Selain untuk menghilangkan panas dalam, cincau sangat baik untuk mengatasi masalah pencernaan pada ibu hamil. Cincau juga bermanfaat untuk membersihkan saluran pencernaan, supaya ibu terhindar dari penyakit serius yang bisa mengancam saluran pencernaan.

    • Semangka

Sembelit bisa terjadi bukan saja karena tubuh kekurangan serat, tetapi bisa karena kekurangan cairan. Ibu bisa mengonsumsi semangka karena mengandung mineral dan air yang cukup tinggi. Mengonsumsi buah semangka dapat membantu meningkatkan gerakan pada usus dan memperbaiki sistem pencernaan ibu.

Sembelit atau susah buang air besar yang dialami ibu hamil biasanya tidak serius dan bisa diatasi dengan cara-cara yang telah disarankan. Akan tetapi, terkadang sembelit juga bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan lain yang lebih serius. Apabila ibu mengalami sembelit yang diikuti dengan sakit perut, disertai diare atau keluarnya lendir dan darah saat buang air besar, segera menghubungi bidan atau dokter. Sembelit membuat ibu mengejan lebih keras untuk mengeluarkan feses yang menggumpal. Hal ini juga bisa memicu masalah wasir. Biasanya wasir akan hilang setelah bayi lahir, tapi jika kondisi wasir disertai dengan pendarahan di anus, ibu harus memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *