Sakit dan nyeri punggung saat hamil

Sakit dan nyeri punggung saat hamil (1)
Sakit dan nyeri punggung saat hamil

Nyeri punggung atau sakit punggung adalah nyeri atau kekakuan yang dapat dirasakan di sepanjang tulang belakang, dari dasar leher hingga ke tulang ekor. Adanya jaringan dari tulang belakang yang terkilir atau tegang (strain), merupakan penyebab paling sering dari timbulnya keluhan nyeri punggung. Nyeri seperti ini biasanya terjadi ketika seseorang mengangkat benda berat atau berolahraga secara berlebihan.Nyeri punggung biasanya timbul akibat adanya permasalahan pada ruas tulang belakang (vertebrae) dengan jaringan di sekitarnya, seperti otot, pembuluh darah, atau saraf. Selain itu, nyeri punggung juga dapat muncul sebagai gejala dari gangguan organ lain di sekitar tulang belakang, misalnya ginjal. Karena penyebab nyeri punggung sangat beragam, maka diagnosis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Terkadang nyeri punggung terjadi ketika bangun di pagi hari, tanpa sebab yang jelas. Selain karena adanya bagian tulang punggung yang tertarik atau terkilir, nyeri punggung juga dapat terjadi akibat:

    • Cedera bantalan tulang belakang.Bantalan tulang belakang merupakan tulang rawan yang membatasi setiap ruas tulang belakang. Bantalan ini dapat mengalami perubahan posisi, pembengkakan, atau kerusakan yang menyebabkan saraf tulang belakang terjepit dan menimbulkan nyeri.
    • Kelainan struktur tulang belakang.Ruas-ruas tulang belakang dapat mengalami kelainan struktur yang dapat menimbulkan nyeri punggung. Contohnya adalah skoliosis dan penyempitan saluran saraf tulang belakang (stenosisi spinal).
    • Penipisan tulang belakang akibat osteoporosis.Osteoporosis dapat menyebabkan ruas-ruas tulang belakang menjadi lebih tipis dan rapuh, sehingga dapat menimbulkan patah tulang yang menyebabkan nyeri punggung.

Nyeri punggung juga dapat diakibatan oleh kondisi atau penyakit lainnya yang lebih serius. Meskipun demikian, penyakit-penyakit ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan nyeri punggung akibat terkilir atau permasalahan struktur tulang belakang. Contoh penyakit-penyakit tersebut, antara lain:

    • Infeksi tulang belakang. Infeksi tulang belakang dapat terjadi akibat bakteri atau jamur.
    • Tumor. Tumor atau kanker yang muncul di tulang belakang, baik yang jinak maupun yang ganas, dapat menimbulkan nyeri punggung.
    • Spondilolisis dan spondilolistesis. Spondilolisis merupakan kelainan struktur yang disebabkan terjadinya patah atau retak pada salah satu ruas tulang belakang. Sedangkan spondilolistesis merupakan kondisi ketika posisi ruas tulang belakang bergeser, terutama akibat spondilolisis. Kedua kelainan ini dapat menyebabkan nyeri punggung, khususnya pada atlet.
    • Sindrom cauda equina. Sindrome cauda equida erupakan kelainan yang terjadi akibat ujung saraf tulang belakang pada tulang ekor mengalami penekanan. Selain menyebabkan nyeri pada punggung, kondisi ini juga dapat menimbulkan keluhan berkemih atau buang air besar, hingga kelumpuhan.

Faktor Risiko Nyeri Punggung

Kondisi-kondisi berikut ini berisiko menimbulkan nyeri punggung, yaitu:

    • Obesitas. Berat badan berlebih membuat tulang belakang bekerja lebih keras untuk menopang tubuh.
    • Adanya janin yang menambah berat badan, akan meningkatkan beban tulang belakang seorang wanita hamil, dibandingkan pada wanita yang tidak hamil.
    • Tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum ber
    • Posisi duduk terus-menerus dalam jangka panjang, misalnya saat bekerja.
    • Gangguan psikologi, misalnya stres atau depresi.
    • Merokok. Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, termasuk
    • Konsumsi obat-obatan dalam jangka panjang yang dapat membuat tulang menjadi rapuh, seperti kortikosteroid.

Hampir semua orang pernah merasakan sakit punggung. Kondisi ini sebenarnya paling sering disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang membuat otot atau sendi jadi menegang dan stres. Bila sering merasakan sakit punggung, Anda sebaiknya menghindari beberapa kebiasaan, seperti duduk membungkuk, makan sembarangan, malas gerak dan jarang olahraga, kebiasaan merokok, sering mengangkat atau membawa barang berat, memakai high heels.

Sakit punggung saat hamil

Pegal, sakit hingga nyeri punggung selama ini jadi keluhan umum pada ibu hamil. Bertambahnya bobot tubuh serta ukuran payudara yang terus meningkat, membuat punggung jadi mudah pegal dan nyeri.Sakit punggung pada saat hamil bisa jadi pertanda bagus, yakni bahwa janin dalam rahim sedang tumbuh. Semakin janin bertambah besar, maka beban pada punggung juga makin besar. Umumnya, para ibu hamil pada trimester kedua kehamilan yang sering mengeluh sakit punggung. Sakit punggung saat kehamilan biasanya terjadi ketika panggul bertemu dengan tulang belakang, yakni di sendi sacroiliaca. Keluhan ini biasanya bukan tanda bahaya, tapi ada beberapa kasus serius yang diindikasikan dari gejala sakit punggung. Hal terpenting adalah selalu komunikasikan keluhan dengan dokter kandungan. Ibu hamil yang lebih sering mengalami sakit punggung adalah ibu hamil yang sering tidur berlama-lama dibandingkan ibu hamil yang melakukan olahraga khusus ibu hamil.

Para ahli menjelaskan ada dua jenis sakit punggung bawah pada masa kehamilan; yaitu lumbar pain yang terjadi di area lumbar vertebrae pada bagian bawah punggung, dan posterior pelvic pain yang dirasakan di bagian belakang panggul. Beberapa ibu hamil mengalami gejala untuk kedua jenis sakit punggung ini.

           Lumbar pain sama seperti sakit punggung bawah yang mungkin pernah Anda rasakan sebelum kehamilan. Anda akan merasakan sakitnya di sekitar tulang belakang, kira-kira pada pinggang. Anda juga bisa merasakan sakit yang menyebar hingga kaki. Duduk atau berdiri untuk waktu yang lama dan mengangkat beban biasanya membuat rasa sakit semakin parah dan cenderung meningkat pada malam hari. Lebih banyak ibu hamil yang mengalami posterior pelvic pain, yang dirasakan pada bagian lebih bawah dibanding lumbar pain. Rasa sakit ini biasanya masuk mendalam ke bagian bokong, pada satu, kedua sisi, atau belakang paha. Kondisi ini bisa dipicu oleh aktivitas seperti berjalan, naik tangga, berdiri dari tempat duduk yang rendah, bergeser dari kasur, atau mengangkat beban.

Posisi Anda saat duduk di kursi atau bersandar pada meja saat bekerja bisa membuat posterior pelvic pain bertambah parah. Ibu hamil yang mengalami posterior pelvic pain kemungkinan juga merasa sakit di area tulang pinggang. Anda lebih berisiko mengalami sakit punggung bawah bila pernah mengalami ini sebelumnya, baik sebelum hamil atau di masa kehamilan sebelumnya. Anda juga berisiko tinggi mengalaminya bila sering duduk dalam waktu yang lama. Mengandung bayi kembar atau lebih juga meningkatkan risiko mengalami sakit punggung. Obesitas bisa menjadi faktor sakit punggung bawah saat kehamilan, tapi belum ada hasil studi yang valid mengenai hal ini.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mengurangi keluhan sakit punggung saaat hamil:

    1. Kompres punggung. Kompres punggung dengan menggunakan es batu atau air dingin yang dilapisi handuk selama 20 menit beberapa kali sehari.
    2. Pijat punggung
    3. Perhatikan postur tubuh ketika duduk. Bersantai sepanjang hari akan membuat tekanan yang lebih banyak pada tulang belakang anda. Sebaiknya selalu posisikan punggung. Gunakan sandaran kaki untuk mengangkat kaki sedikit dan jangan menyilangkan kaki mengakibatkan panggul miring dan memperburuk tegangan otot punggung.
    4. Berisitirahat. Berjalan atau berdiri dan meregangkan setidaknya satu jam sekali. Hindari berdiri terlalu lama
    5. Berhati-hati saat mengangkat barang. Lakukan secara perlahan mulai dengan jongkok baru berdiri bukan mengangkat langsung dengan menekukkan badan
    6. Memakai sepatu yang tepat. Sebaiknya memakai sepatu yang nyaman atau sepatu datar, karena sepatu high heels ketika beraktivitas akan membuat punggung sakit.
    7. Tidak meraih buku atau benda pada rak atau lemari yang tinggi. Minta bantuan jika tidak bisa menjangkau benda disekitar.
    8. Mandi dengan air hangat. Mandi dengan air hangat dapat membuat otot punggung rileks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *