Rumput Fatimah dan Bahayanya

Rumput Fatimah (2)
Rumput Fatimah

Rumput Fatimah dan Bahayanya

Proses persalinan adalah proses untuk belajar bersabar bagi calon orang tua.

Mengapa? Karena dalam proses persalinan seorang calon ibu musti sabar saat mengalami kontraksi, menanti terjadinya pembukaan. Pembukaan bisa saja berjalan sangat lambat. Ketika merasakan kurang nyaman saat kontraksi, seorang ibu biasanya merasa waktu serasa lamban sekali bergerak. Dan akhirnya merasa ingin “penderitaan” ini segera berakhir. Padahal sebenarnya saat ini adalah saat “perjuangannnya” si janin sebagai upaya bayinya untuk turun dan membuka jalan lahirnya. Dan yang dibutuhkan seorang ibu adalah rileks dan mempercayai tubuh dan janinnya agar dapat melakukan tugas nya dengan baik.

Banyak hal yang dilakukan untuk segera mengakhiri proses ini. Namun sayangnya tidak sedikit yang melakukan dengan “jalan pintas”, salah satunya ialah minum Rumput Fatimah.

Biasanya ibu – ibu atau mbah – mbah atau para sesepuh banyak yang mengatakan, “jika susah melahirkan, minum saja rumput fatimah”.

Rumput fatimah adalah sebuah tanaman dari keluarga primulaceae dan marga labisia. Tanaman rumput fatimah memiliki nama ilmiah Labisia pumila. Secara global, rumput fatimah juga dikenal dengan sebutan kacip fatimah.

Rumput Fatimah (Labisa pumila) adalah tumbuhan semak berasal dari Jazirah Arab. Tanaman ini cukup populer. Orang barat menyebutnya Mawar Jeriko. Para jamaah biasa membeli rumput fatimah tersebut sebagai oleh-oleh dari Tanah Suci. Tanaman ini walaupun kering sudah puluhan tahun disimpan, namun kalau direndam dalam air akan mekar kembali.

Menurut Prof. Maksum Radji, Guru Besar Tetap Ilmu Farmasi Universitas Indonesia, menegaskan bahwa agar pemakaian obat herbal bisa dengan aman dikonsumsi secara massal, produk itu harus terlebih dulu dibuktikan secara ilmiah soal keamanannya lewat serangkaian uji klinis di laboratorium yang terkendali. Obat herbal juga harus diuji dosis, cara penggunaan, efektivitas, risiko efek samping, dan interaksinya dengan senyawa obat lain.

Sayangnya, banyak obat herbal yang beredar di Indonesia masuk dalam golongan jamu dan OHT (Obat Herbal Terstandar). Keduanya merupakan jenis obat tradisional yang belum menjalani uji klinis pada manusia.

Jamu rumput fatimah ialah salah satu dari sekian banyak jamu asli Indonesia yang keamanannya masih diragukan, terutama untuk ibu hamil. Jamu rumput fatimah seringkali dibuat menggunakan rebusan kombinasi rempah dan variasi resep turun temurun yang tidak memiliki takaran dan indikasi yang pasti.

Rumput fatimah atau Labisa Pumila ini mengandung oksitoksin yakni zat yang dipakai oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga diyakini dapat mempercepat persalinan. Zat sejenis oksitoksin yang terdapat di dalam rumput fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi. Biasanya, rumput Fatimah ini direndam dalam air sampai mengembang, lantas air rendamannya diminum. Saking jarangnya yang punya rumput fatimah, tak sedikit ibu hamil yang bersusah payah mencari tanaman berkhasiat ini. Namun hal ini jelas salah. Oksitosin yang terkandung didalamnya tidak dapat diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut pun juga semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat-lipat. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur. Sehingga efeknya bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya.

Apa Efek Samping Rumput Fatimah?

Rumput Fatimah memang memiliki beberapa manfaat dan juga banyak digunakan sebagai pengobatan herbal terutama di kawasan Malaysia, Arab atau Timur Tengah. Dibalik manfaatnya, ternyata tanaman ini pun memiliki beberapa efek samping, yang bahkan dapat menyebabkan masalah serius bagi ibu menjelang persalinan.

Diantaranya sebagai berikut :

  1. Membuat Kontraksi Paksa

Kandungan senyawa fitokimia pada rumput fatimah dapat mendorong kontraksi agar berjalan dengan cepat. Namun, apabila kontraksi dilakukan secara paksa maka akan membahayakan janin, hingga dapat menyebabkan janin meninggal dalam rahim (IUFD).

  1. Distress janin

Saat seseorang mengkonsumsi rumput fatimah, oxytocin dalam tubuhnya akan meningkat. Oxytocin itu sendiri membantu proses kontraksi uterus atau rahim. Yang mana jika oxytocin meningkat, maka kontraksi uterus akan meningkat pula. Hal ini dapat menyebabkan janin menjadi stress

  1. Atonia uteri

Rumput fatimah yang dapat memicu kontraksi rahim terus menerus pun dapat menyebabkan terjadinya atonia uteri. Ada kemungkinan bagi otot rahim gagal mempertahankan kontraksi setelah melahirkan. Akibatnya pembuluh darah di area plasenta tidak dapat ditekan.

  1. Mengakibatkan Perdarahan

Apabila rumput fatimah terlalu lama direndam, kadar oksitosin pada air rendaman yang diminum akan semakin meningkat. Hal ini akan sangat berbahaya untuk ibu dan janinnya, selain dapat mengancam keselamatan janin, juga dapat menyebabkan perdarahan hebat pada ibu hamil.

  1. Rupture Rahim

Kontraksi uterus atau rahim yang terus menerus akan membuat rahim tidak istirahat. Hal ini akan menyebabkan kondisi rahim bekerja lebih keras. Jika rumput fatimah terus diminumkan kondisi rahim yang seperti itu dapat menyebabkan rahim kelelahan sampai ruptur atau robek pada dinding rahim.

  1. Kematian Ibu dan Janin

Terlalu sering kontraksi akan menyebabkan bayi mengalami kekurangan oksigen. Jika terus berlanjut, bayi akan mengalami gagal jantung sehingga bisa mengalami kematian. Begitupula dengan ibu, Ruptur pada rahim membuat ibu mengalami syock yang berujung kematian.

Pada dasarnya memang rumput fatimah ini mengandung oksitosin yang mampu meningkatkan kontraksi rahim, sehingga dapat membantu melancarkan proses persalinan. Namun yang menjadi masalahnya, kandungan oksitosin tersebut dosisnya tidak dapat diukur. Begitupun dengan cara merendam dan berapa lama waktu perendamannya pun belum jelas. Jika semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut pun akan semakin pekat dan dosisnya pun bisa jadi berlipat-lipat. Tentunya ini bisa jadi sangat berbahaya jika salah dalam menentukan dosis dan aturan meminumnya.

Sangat jauh berbeda apabila kita membandingkan dengan obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas dan dosisnya pun terukur. Dikenal secara turun temurun, rumput fatimah (Labisia pumila) diyakini dapat membantu melancarkan persalinan. Tetapi para dokter kandungan melarang keras pasiennya mengonsumsi nya dengan alasan apapun.

Dr. Budi Iman Santoso, Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, menyatakan bahwa tidak terdapat minuman khusus yang dapat melancarkan persalinan. Kelancaran proses persalinan sangat dipengaruhi kekuatan kontraksi ibu, ukuran panggul, dan ukuran bayi. Misalnya, jika panggul ibu sempit namun ukuran bayi besar, proses persalinan mungkin cenderung lebih sulit.

Cara yang telah terbukti lebih aman guna mempercepat persalinan ialah dengan induksi medis. Induksi persalinan dapat dilakukan dengan sekian banyak cara, seperti pemberian obat atau metode lainnya. Dengan takaran obat yang lebih terukur dan dijalankan di bawah pengawasan ketat dari tim medis, risiko efek samping dan komplikasi bisa diperhitungkan sejak awal dan dikendalikan seminimal mungkin demi keselamatan ibu dan bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *