Perubahan sekresi hormon kehamilan

Perubahan sekresi hormon kehamilan (2)
Perubahan sekresi hormon kehamilan

Perubahan sekresi hormon kehamilan

                Hormon adalah suatu zat kimia yang dihasilkan oleh organ-organ tubuh tertentu dari kelenjar endokrin yang berfungsi guna memacu fungsi organ-organ tubuh tertentu. Istilah kata hormon berasal dari kata “hormein” yang merupakan bahasa yunani yaang berarti memacu, atau kata hormao yang berarti membangkitkan atau menggairahkan. Hormon diproduksi oleh sel-sel yang terdapat pada kelenjar hormon yang tersebar dibagian-bagian tubuh. Kelenjar tersebut disebut kelenjar endokrin, yakni kelenjar yang memiliki kemampuan untuk memproduksi hormon. Produksi hormon yang dilakukan dalam kelenjar endokrin di atur oleh hipotalamus yang terdapat dalam otak.

Hormon sangatlah penting keberadaannya, berikut fungsi hormon :

    • Fungsi hormon dapat mempengaruhi metabolisme glukosa, lemak, dan protein seluruh tubuh.
    • Mengendalikan tekanan darah.
    • Mengendalikan perkembangan pada sistem reproduksi dan ciri-ciri seksual.
    • Merangsang dalam proses pembentukan sel darah merah atau eritrosit.
    • Fungsi hormon dapat mengendalikan pelepasan dan pembentukan hormon yang dilakukan oleh korteks adrenal.
    • Merangsang pelepasan dan pembentukan dari kelenjar tiroid.
    • Mempertahankan homeostasis atau keseimbangan pada keadaan tubuh terhadap lingkungan sekitarnya.

Berbagai hormon kehamilan dapat membawa perubahan pada tubuh untuk melindungi janin dalam kandungan. Hormon kehamilan ada yang timbul hanya saat kehamilan, namun ada juga hormon yang telah ada sebelumnya hanya saja kadarnya berubah di dalam tubuh ketika hamil. Tidak hanya perubahan fisik, berbagai hormon kehamilan dapat mengakibatkan perubahan emosi ketika hamil.

Berikut sejumlah hormon kehamilan dan hormon yang mengalami perubahan ketika hamil:

  • Human Chorionic Gonadotropin Hormone (HCG) merupakan hormon kehamilan yang diproduksi di plasenta. Hormon ini akan membantu menjaga kehamilan dan pertumbuhan janin dalam kandungan. Kadar HCG juga dapat menjadi penanda kehamilan sekaligus kesehatan janin yang dikandung. Jika kadar HCG rendah, ada kemungkinan mengalami kehamilan ektopik, kematian bayi, atau usia kehamilan lebih muda dari perkiraan. Sebaliknya, kadar HCG yang sangat tinggi, bisa menjadi pertanda kehamilan kembar, Sindrom Down, kehamilan molar atau usia kehamilan yang sudah lebih tua daripada perkiraan. Sedangkan penurunan kadar HCG secara abnormal, bisa menjadi pertanda mengalami keguguran.
  • Human Placental Lactogen (HPL) diproduksi oleh plasenta setelah memasuki usia kehamilan 6 minggu. Hormon yang juga dikenal dengan sebutan human chorionic somatomammotropin ini mempunyai peran dalam menyiapkan nutrisi yang diperlukan janin dan merangsang kelenjar susu di payudara hingga masa menyusui.
  • Estrogen

Hormon ini sudah terdapat di tubuh wanita sebelum hamil. Namun ketika hamil, kadar estrogen di dalam tubuh wanita akan bertambah secara signifikan. Kenaikan kadar estrogen ini akan menimbulkan rasa mual ketika hamil, khususnya trimester pertama. Sementara pada trimester kedua, hormon estrogen turut andil dalam pembesaran saluran susu di payudara. Fungsi dan efek dari hormon estrogen selama kehamilan meliputi:

    1. Memperbaiki sistem aliran darah atau pembentukan pembuluh darah.
    2. Membantu pemberian nutrisi yang dibutuhkan janin untuk berkembang.
    3. Mendukung perkembangan janin
    4. Menyebabkan perubahan pigmentasi kulit, sehingga sebagian wanita mengalami wajah yang bercahaya selama kehamilan atau dikenal sebagai pregnancy glow
  • Progesteron
    Muncul rambut – rambut halus pada bagian payudara atau perut adalah salah satu efek dari perubahan kadar hormon progesteron selama kehamilan. Rasa pusing akibat tekanan darah yang rendah, mulas, mual, dan sembelit yang dirasakan juga menjadi akibat lain dari peningkatan hormon progesteron selama masa kehamilan. Namun, dibalik berbagai efek yang cukup tidak menyenangkan tersebut, progesteron merupakan salah satu hormon kehamilan yang penting untuk:
    1. Menjaga otot rahim tetap rileks selama kehamilan berlangsung.
    2. Menjaga ketebalan dinding rahim selama janin berkembang.
    3. Menjaga sistem kekebalan tubuh terhadap kehadiran janin di tubuh.
  • Oksitosin dan prolaktin

Hormon oksitosin mempunyai peran dalam merangsang kelenturan leher rahim pada akhir kehamilan, yang penting untuk persiapan proses persalinan. Hormon ini juga membantu menstimulasi puting susu untuk memproduksi air susu.  Sementara pada hormon prolaktin akan terjadi penambahan sebanyak 10 hingga 20 kali lipat ketika seorang wanita sedang mengandung. Adanya peningkatan hormon ini berfungsi dalam mempersiapkan jaringan payudara untuk menyusui dengan membantu menghasilkan produksi ASI yang melimpah.

  • Hormon relaxin

Beberapa perubahan yang menimbulkan ketidaknyamanan terasa sejak pembentukan hormon estrogen dan hormon progesteron di dalam tubuh. Dan beberapa ketidaknyamanan terkait tulang dan sendi bisa diatasi oleh hormon relaxin. Hormon relaxin berfungsi untuk melunakkan kartilago dan melonggarkan sendi dan ligamen.

  • Hormon adrenalin dan hipofisis

Hormon yang dihasilkan tubuh saat menghadapi situasi berbahaya atau ketika sedang stres. Dalam jumlah yang seimbang, hormon ini memiliki peran penting untuk menjaga fungsi berbagai organ tubuh. Namun, kekurangan maupun kelebihan hormon adrenalin justru bisa membahayakan kesehatan. Hormon adrenalin, atau kadang disebut juga epinefrin, merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan otak. Tubuh melepaskan hormon ini saat merasa stres, tertekan, takut, senang, atau berada dalam situasi yang menegangkan atau berbahaya.

Sedangkan Hipofisis. Kelenjar ini disebut juga kelenjar pituitari dan dijuluki master of glands, artinya adalah raja kelenjar. Hal ini disebabkan karena sekresinya dapat mengatur kelenjar yang lain. Kelenjar ini terletak di dasar otak dan terdiri atas tiga lobus.

    • Lobus Depan (Anterior)
    • Lobus Tengah
    • Lobus Belakang (Posterior)

Hormon kehamilan berperan dalam menjaga kesehatan kandungan dan janin, serta berbagai perubahan di dalam tubuh wanita selama kehamilan. Jika perubahan pada tubuh akibat hormon kehamilan dirasa tidak nyaman atau sangat mengganggu, sebaiknya konsultasi ke dokter kandungan untuk mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan penanganan.

Gangguan yang Muncul saat Hamil Akibat Perubahan Hormon

Saat hamil, ibu akan mengalami perubahan hormon di dalam tubuh. Perubahan hormon yang terjadi ini ternyata dapat mengakibatkan sejumlah gangguan kesehatan pada, baik fisik ataupun psikologis. Karena itu, penting bagi ibu untuk mengenali penyebabnya guna menghadapinya. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan yang bisa ibu alami akibat perubahan hormon yang terjadi selama masa kehamilan.

    1. Kulit Belang dan Menghitam

Meningkatnya level hormon estrogen saat hamil akan menghasilkan bercak kehitaman di kulit. Pada masa hamil, tubuh juga memproduksi banyak MSH (Melanosit Stimulating Hormon) yang berfungsi memicu pembentukan pigmen, sehingga menyebabkan kulit menjadi hitam. Akibatnya, ibu hamil bisa mengalami pigmentasi yang berakibat pada menghitamnya kulit di sejumlah area tubuh, seperti leher, ketiak, dan wajah.

Solusi : Tidak perlu perawatan khusus untuk mengatasi hal ini. Namun, agar tidak semakin parah, ibu bisa menghindari paparan sinar matahari langsung ke kulit. Gunakan payung atau topi saat berada di ruang terbuka. Ibu juga bisa oleskan cream yang aman untuk menyamarkannya.

    1. Nyeri Panggul

Meningkatnya level hormon relaksin yang dihasilkan oleh plasenta bisa mengakibatkan gangguan nyeri panggul pada ibu hamil. Hormon tersebut sebenarnya berfungsi untuk membantu meredam aktivitas rahim dan melembutkan leher rahim yang berperan dalam mempersiapkan proses persalinan dan membuat seluruh persendian tubuh menjadi rileks. Efek sampingnya, meregangkan ikatan sendi di daerah panggul, yang akhirnya bisa menyebabkan nyeri panggul, sehingga ibu hamil sering pegal dan berisiko cedera saat jatuh.

Untuk mengatasinya, ibu bisa melakukan hal-hal berikut:

    • Melakukan senam ringan atau yoga khusus untuk mengatasi rasa nyeri dan pegal.
    • Lebih berhati-hati saat berjalan atau beraktivitas.
    • Bila cedera otot, minta bantuan fisioterapis untuk mengatasi rasa tidak nyaman.
    1. Heart Burn

Meningkatnya level hormon progesteron yang dihasilkan plasenta menyebabkan katup penyekat saluran kerongkongan dan lambung mengendur. Keadaan itu memungkinkan cairan asam lambung mengalir kembali ke dalam saluran dan menimbulkan sensasi panas atau terbakar di dada

Untuk mengatasinya, ibu bisa melakukan hal-hal berikut:

    • Makan dalam porsi kecil namun sering dan kunyah secara perlahan-lahan.
    • Tidak langsung berdiri atau bergerak usai makan. Duduk dulu selama 30-60 menit untuk memastikan makanan turun ke lambung.
    • Hindari makanan yang merangsang, seperti makanan pedas, berbumbu, atau gorengan.
    1. Gairah Seks Menurun

Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron bisa menimbulkan sekian banyak perasaan tidak nyaman pada ibu hamil, seperti mood swing, mual, dan sensitif terhadap bau. Gabungan semua hal ini akan berimbas pada turunnya libido atau hasrat bercinta ibu hamil.

Solusi yang bisa dilakukan Bicarakan dengan pasangan agar ditemukan solusinya. Ibu juga bisa ubah rutinitas, misalnya berlibur, agar suasana hati lebih baik dan bergairah.

    1. Sering Lupa

Hormon oksitosin yang dihasilkan tubuh saat hamil bisa memunculkan efek pelupa pada ibu. Untuk mengatasinya, ibu bisa melakukan hal-hal berikut :

    • Mencatat semua hal yang penting.
    • Latihan rileksasi dan yoga untuk membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
    • Perbanyak konsumsi daging merah dan sayuran hijau yang memiliki cukup zat besi untuk mengurangi sifat pelupa yang terjadi
    1. Suasana Hati Berubah – ubah

Perubahan hormon-hormon yang terjadi selama masa hamil juga mepengaruhi kerja neurotransmitter atau senyawa pembawa impuls di otak yang juga berimbas pada emosi dan suasana hati ibu hamil sehingga sangat cepat berubah.

Untuk mengatasinya, ibu bisa melakukan hal-hal berikut ini:

    • Melakukan hal-hal yang disukai dan membangkitkan perasaan bahagia.
    • Menyadari bahwa perubahan emosi itu bersifat sementara.
    • Melakukan olahraga, misalnya berenang atau yoga. Selain membuat rileks, olahraga juga membantu mengontrol aktivitas senyawa pengantar rangsang sehingga akan mengurangi lonjakan emosi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *