Perubahan Berat Badan Ibu Hamil

Perubahan Berat Badan Ibu Hamil (2)
Perubahan Berat Badan Ibu Hamil

          Perubahan Berat Badan Ibu Hamil

Salah satu perubahan yang dialami ibu hamil ialah berat badan. Pertambahan berat badan ini dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan janin dalam kandungan. Kenaikan berat badan pada tiap ibu hamil tidaklah sama. Hal ini tergantung dari indeks massa tubuh (IMT) kamu dan berat badan sebelum hamil. IMT didapat dari pembagian berat badan dalam satuan kilogram dengan tinggi tubuh kamu dalam satuan meter kuadrat. Kenaikan berat badan selama hamil berpengaruh pada kesehatan ibu dan bayi ketika lahir. Ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih selama hamil menambah risiko mengalami penyakit yang berhubungan dengan kehamilan. Sedangkan ibu hamil yang mempunyai berat badan kurang selama hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Kenaikan berat badan selama hamil sangat penting untuk bayi karena berat badan bayi saat lahir dan status kesehatan bayi tergantung pada berat badan ibu saat hamil.

Berikut perkiraan kenaikan berat badan ibu hamil yang normal menurut IMT:

    • Bagi ibu yang mempunyai berat badan kurang (underweight)sebelum hamil, yaitu yang mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) kurang dari 18,5 kg/m, disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 13-18 kg selama hamil.
    • Bagi ibu yang mempunyai berat badan normalsebelum hamil, yaitu yang mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) antara 18,5-24,9 kg/m, disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 11,5-16 kg selama hamil.
    • Bagi ibu yang mempunyai berat badan lebih (overweight)sebelum hamil, yaitu yang mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) antara 25-29,9 kg/m, disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 7-11,5 kg selama hamil.
    • Bagi ibu yang mengalami obesitas sebelum hamil, yaitu yang mempunyai Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 30 kg/m atau lebih, disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 5-9 kg selama hamil.
    • Bagi ibu yang hamil anak kembar, disarankan untuk menaikkan berat badan sebesar 11,5-24,5 kgselama hamil.

Catatan:

IMT = BB (kg) / TB (m)

IMT Artinya
< 18,5 Underweight
18,6 – 24,9 Ideal
25 – 29,9 Overweight
> 30 Obesitas

Diperkirakan, kenaikan berat badan pada trimester pertama sekitar antara 0,5 – 2 kg. Setelah itu, berat badan diperkirakan bertambah tiap minggunya pada trimester kedua dan ketiga sekitar 0,4 – 0,59 kg (untuk berat badan di bawah normal), 0,36 – 0,45 kg (untuk berat badan normal), 0,23 – 0,32 kg (untuk berat badan berlebih), dan 0,18 – 0,27 kg (untk berat badan obesitas).

Lalu, ke mana kenaikan berat badan ini dialihkan? Kemungkinan kenaikan berat badan ini dialihkan ke :

    • Bayi: 3–3,6 kg.
    • Plasenta: 0,7 kg.
    • Air ketuban: 1 kg.
    • Payudara: 1 kg.
    • Rahim: 1 kg.
    • Peningkatan volume darah: 1,4 – 1,8 kg.
    • Peningkatan volume cairan: 1,4 – 1,8 kg.
    • Cadangan lemak: 2,7–3,6 kg.

Tips Menaikkan Berat Badan 

Mungkin ibu pernah mendengar kalimat, “Ibu hamil harus makan dengan porsi dobel karena sedang hamil”. Namun, anggapan tersebut tidak benar. Di saat hamil, ibu memang butuh asupan kalori yang lebih banyak, namun tidak berarti harus serba dua porsi. Ibu harus mengkonsumsi bahan makanan yang cukup dan banyak mengandung protein baik hewani dan nabati. Seperti diketahui, kebutuhan akan gizi selama kehamilan meningkat. Sebagai pengawasan akan kecukupan gizi ini dapat dipakai kenaikan berat badan wanita hamil tersebut. Kenaikan berat badan wanita hamil rata – rata 6,5 kg – 16 kg

Cara di bawah ini untuk memperoleh kenaikan bobot tubuh secara tepat:

    • Makanlah dalam porsi sedikit namun sering. Contohnya, bisa makan 5–6 kali dalam sehari dengan porsi kecil
    • Ketika mengonsumsi makanan seperti telur orak-arik, sereal, atau kentang rebus, bisa menambahkan susu bubuk tanpa lemak ke dalamnya.
    • Tambahkan juga selai kacang ketika mengonsumsi buah, roti, atau biskuit.
    • Selalu sedia makanan ringan seperti cracker, buah kering, kacang, es krim atau yogurt.
    • Ibu juga disarankan untuk menambah ekstra mentega atau keju pada makanan
    • Tetap lakukan olahraga ringan secara teratur

Tidak perlu khawatir dengan kenaikan berat badan yang meningkat karena hal itu penting bagi kesehatan bayi. Oleh karena itu, usahakan berat badan berada pada kisaran normal selama kehamilan. Ibu hamil yang memiliki kelebihan berat badan saat kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi selama hamil dan saat persalinan, seperti hipertensi gestasional (tekanan darah tinggi ketika hamil), diabetes gestasional, bayi besar (makrosomia), dan kelahiran sesar. Kondisi ini bisa juga meningkatkan risiko bayi mengalami gangguan kesehatan dan mengalami obesitas dimasa kanak-kanak. Sedangkan ibu hamil yang memiliki berat badan kurang selama hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur (kelahiran sebelum usia kandungan 37 minggu) dan berat badan lahir rendah (BBLR).

Jika ibu memiliki berat badan berlebih, sebaiknya ibu mengurangi berat badan dengan cara melakukan olahraga serta kurangi makan makanan tidak sehat, seperti makanan manis dan tinggi lemak. Jika ibu mempunyai berat badan kurang sebaiknya ibu lebih banyak makan makanan sehat yang beraneka ragam.

Nutrisi – nutrisi yang Dibutuhkan Selama Kehamilan

    • Protein. Pada saat hamil, kebutuhan protein meningkat sekitar 50%. Protein dapat ditemukan pada kacang, kedelai, biji – bijian, telur, dan ikan.
    • Kalori. Berdasarkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan, tambahan kalori untuk wanita hamil ± 285 kalori. Untuk meyakinkan agar penggunaan kalori selama kehamilan berlangsung adekuat, masukan energi harus diatas 36 kalori/kg/hari dalam distribusi yang seimbang, yaitu protein ± 15%, lemak ± 30% dan karbohidrat ± 55%.
    • Serat dan cairan. Ibu tidak boleh membatasi jumlah cairan yang harus dikonsumsi selama kehamilan. Air adalah minuman paling baik untuk dikonsumsi karena air akan membuat ginjal bisa berfungsi dengan baik dan menghindarkan ibu dari sembelit. Jika ibu menderita retensi cairan ringan (edema), maka kondisi itu tidak akan berubah sekalipun ibu mengurangi konsumsi cairan.
    • Zat Besi. Pada waktu hamil, keperluan akan zat besi sangat meningkat untuk pembentukan darah janin dan persediaan ibu masa laktasi sampai enam bulan sesudah melahirkan, karena air susu ibu tidak mengandung garam besi. Persediaan ibu sebagai cadangan untuk penggantian darah yang hilang pada waktu persalinan. Pemberian zat besi dimulai setelah rasa mual dan muntah hilang, satu tablet sehari selama minimal 90 hari. Tiap tablet mengandung zat besi 60 mg dan asam folat 500 mg. Bila ibu merasa mual, konstipasi atau diare akibat tablet besi, maka dianjurkan meminumnya setelah makan atau sebelum tidur. Sebaiknya tablet besi dimakan bersama buah – buahan yang mengandung vitamin C, karena untuk menambah penyerapan. Jangan meminum dengan susu, teh atau kopi karena akan menghambat penyerapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *