Penurunan kepala janin menjelang persalinan

Penurunan kepala janin menjelang persalinan (1)
Penurunan kepala janin menjelang persalinan

       Semakin mendekati hari kelahiran, penting untuk mengetahui apakah janin sudah berada di posisi yang tepat untuk proses kelahiran. Umumnya memasuki trimester ketiga, bayi akan semakin aktif bergerak di dalam rahim untuk menuju posisi persalinan, yakni ke arah panggul. Penting bagi ibu untuk mengetahui apakah posisi janin sudah berada di tempat yang tepat untuk persalinan atau belum. Jika posisi bayi tepat, maka proses persalinan akan semakin mudah. Posisi bayi yang tepat untuk persalinan normal disebut occiput anterior, di mana bayi menghadap ke bawah dan tubuhnya menghadap ke punggung ibu. Kepala janin umumnya akan mulai begerak menuju ke panggul pada usia kehamilan 28 hingga 32 minggu. Namun beberapa janin baru masuk ke panggul tidak berapa lama sebelum persalinan dimulai.

            Perlu diketahui juga, kepala janin masuk panggul tidak semua dialami oleh ibu hamil, karena pada beberapa kasus ditemukan kepala janin bisa saja tidak masuk sepenuhnya ke pintu panggul, hal ini disebut dengan CPD (Cephalo-Pelvic Disproportion) atau disproporsi antara kepala dan panggul. Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain: faktor panggul ibu yang sempit, faktor kepala bayi yang besar atau ukuran bayi yang besar, dan faktor plasenta yang pendek atau letaknya menutupi jalan lahir. Jika Anda mengalami CPD, beberapa dokter kandungan menyarankan untuk tidak melakukan persalinan normal karena dapat membahayakan janin dan ibu.

Ciri-Ciri Janin Sudah Masuk Panggul

            Beberapa tanda yang dapat menunjukkan janin masuk panggul yakni rasa tidak nyaman pada perut bagian atas yang berkurang, adanya rasa untuk lebih mudah bernapas, lebih sering merasakan kontraksi palsu serta terjadinya perubahan bentuk badan.

Berikut adalah ciri-ciri janin masuk panggul lainnya yang bisa dikenali, di antaranya:

    • Lebih sering buang air kecil

      Ciri-ciri  bayi masuk panggul yang bisa dirasakan adalah ibu hamil akan lebih sering untuk buang air kecil. Meski begitu, masalah sering kencing juga terjadi semenjak awal kehamilan. Kemudian ketika janin masuk panggul, ibu hamil akan lebih sering kencing karena volume air kencing bisa lebih sedikit atau lebih banyak tapi sangat sering. Tekanan pada kandung kemih menjadi lebih besar saat janin masuk panggul.

    • Gangguan pencernaan

      Ciri-ciri lain janin masuk panggul, ibu hamil juga bisa mengalami gangguan pencernaan. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu hamil sering mengalami perut melilit saat hamil, perut kembung, gas berlebihan dalam perut, dan terkadang beberapa ibu juga akan diare. Bagian perut ibu juga akan terlihat sangat ringan karena janin masuk ke panggul. Jika semua gejala ini sudah muncul maka ibu harus bersikap hati-hati agar bisa menjaga bayi hingga waktu bersalin.

    • Sakit pada area vagina, rektum, dan perineum

      Posisi janin masuk ke panggul bisa membuat ibu hamil merasa tidak nyaman terutama pada area rektum, perineum dan vagina. Kondisi ini terjadi ketika bayi banyak bergerak atau menendang ke berbagai arah sehingga menyebabkan tekanan yang semakin besar. Beberapa ibu hamil bisa merasa janin terlalu masuk ke bawah sehingga seolah-olah seperti akan keluar. Kondisi ini sangat wajar karena ibu siap masuk proses persalinan.

    • Pinggang terasa berat

      Saat janin masuk panggul, maka bagian pinggang ibu seperti mendapatkan beban yang berat.. Guna mengatasi sakit pinggang, ibu hamil sebaiknya tidak bertahan pada satu posisi yang sama, jika Anda sering duduk maka Anda harus mengimbanginya dengan berdiri juga, begitu juga sebaliknya.

Cara Membuat Janin Masuk Panggul pada Posisi yang Tepat

            Umumnya posisi janin sudah masuk panggul pada minggu ke 32 masa kehamilan. Namun ada juga ibu hamil yang hingga usia 36 minggu posisi kepala janin belum memasuki panggul. Ibu dapat melakukan beberapa hal agar mempercepat janin bergerak masuk panggul, seperti mengepel, latihan gerakan jongkok berdiri, olahraga jalan kaki, sering melakukan gerakan sujud atau menungging. Selain itu, beberapa anjuran yang dapat dilakukan untuk mempercepat penurunan kepala janin seperti dengan berjalan, berolahraga ringan seperti melakukan yoga, dan hindari  duduk yang terlalu lama. Selain gerakan tersebut, ada juga metode yang disebut ECV atau External Cephalic Version, yaitu memberikan tekanan pada daerah perut agar janin bisa berada pada posisi yang seharusnya. Jika metode ECV ini gagal, umumnya dokter akan menyarankan operasi caesar.

            Penurunan kepala saat proses persalinan harus menunjukan kemajuan, Bidan atau dokter SpOG harus bisa membaca penurunan kepala janin baik dengan bidang hodge, station atau perlimaan, dan semuanya akan dipantau dengan partograf.

Apa itu Bidang Hodge?

           Bidang hodge adalah garis khayal dalam panggul ibu dalam masa persalinan yang diciptakan untuk mengetahui posisi penurunan kepala janin. Diambil dari nama penemunya yaitu Hodge. Penting sekali seorang Bidan atau Dokter SpOG mengetahui letak dari bidang hodge ini, namun sebelumnya kita bahas dulu apa saja manfaat mengetahui bidang hodge.

Manfaat mengetahui bidang hodge

    1. Mengetahui letak terendah penurunan kepala janin
    2. Mengetahui letak dan presentasi kepala janin
    3. Menentukan kemajuan persalinan

Penjelasan dari bidang hodge :

    • Bidang Hodge I : bidang yang dibentuk pada lingkaran Pintu Atas Panggul dengan bagian atas symphisis dan promontorium.
    • Bidang Hodge II : bidang ini sejajar dengan bidang Hodge I terletak setinggi bagian bawah symphisis.
    • Bidang Hodge III :bidang ini sejajar dengan bidang Hodge I dan II, terletak setinggi spina ischiadika kanan dan kiri.
    • Bidang Hodge IV : bidang ini sejajar dengan bidang Hodge I, II, dan III, terletak setinggi os coccygeus.

Menentukan penurunan kepala janin selain menggunakan “bidang hodge”, dapat juga diketahui dengan “station dan perlimaan”.

Apa itu station dalam persalinan?

            Station dalam persalinan adalah Ketinggian bagian terbawah janin pada jalan lahir yang digambarkan dalam hubungannya dengan spina ischiadika yang terletak ditengah-tengah antara PAP (Pintu Atas Panggul) dan PBP (Pintu Bawah Panggul). Pada pemeriksaan VT derajat desensus ditentukan berdasarkan “zero station”. Zero point berada pada posisi setinggi dengan spina ischiadika (panggul tengah) dan derajat desensus diperkirakan berada pada beberapa cm diatas atau dibawah zero point. Bila bagian terendah janin sudah berada pada titik zero, maka disebut sudah engage.

Apa itu perlimaan dalam persalinan?

Mengetahui penurunan kepala dengan metode perlimaan ini dapat dilakukan dengan palpasi abdominal atau leopold, dengan menggunakan tekhnik jari tangan pemeriksa untuk meraba kepala janin berada pada station atau hodge berapa.

Penurunan kepala janin menurut metode perlimaan

    • 5/5 : Ketika dilakukan VT teraba kepala janin diatas PAP, kepala mudah digerakkan atau digoyangkan dengan palpasi abdominal.
    • 4/5 : Ketika dilakukan VT teraba Hodge I-II, dan kepala sulit digerakkan atau digoyangkan, bila dilakukan perabaan palpasi abdominal bagian terbesar kepala belum masuk panggul
    • 3/5 : Ketika dilakukan VT teraba Hodge II-III, dan ketika dilakukan palpasi teraba bagian terbesar kepala belum masuk panggul
    • 2/5 : Ketika dilakukan VT teraba Hodge III +, dan ketika dilakukan palpasi teraba bagian terbesar kepala sudah masuk panggul
    • 1/5 : Ketika dilakukan VT teraba Hodge III-IV dan kepala sudah di dasar panggul
    • 0/5 : Kepala janin telah berada pada posisi Hodge IV dan sudah terlihat di perineum

Penurunan bagian terbawah dengan metode lima jari atau perlimaan adalah :

    • 5/5 jika terbawah janin seluruhnya teraba diatas simpisis pubis.
    • 4/5 jika sebagian 1/5 bagian terbawah janin memasuki PAP
    • 3/5 jika sebagian 2/5 bagian terbawah janin sudah masuk rongga panggul.
    • 2/5 jika sebagian dari bagian terbawah janin masih berada diatas simpisis dan 3/5 bagian terbawah telah turun melewati bidang tengah rongga panggul.
    • 1/5 jika hanya 1 dan 5 jari masih dapat meraba bagian terbawah janin yang berada diatas simpisis dan 4/5 telah masuk ke rongga panggul.

       Setiap kali melakukan pemeriksaan dalam, maka akan teraba caput atau kulit kepala janin, maka akan diketahui nilai penyusupan kepala janin, temuan tersebut dicatat pada partograf dengan lambang dibawah ini:

0: Tulang – tulang kepala janin terpisah, sutura dengan mudah dipalpasi.

1: Tulang – tulang kepala janin tumpang tindih, tetapi masih dapat dipisahkan.

2: Tulang – tulang kepala janin hanya saling bersentuhan.

3: Tulang – tulang kepala janin tumpang tindih dan tidak dapat dipisahkan.

       Semua temuan kemajuan pada saat persalinan akan dicatat pada partogaf. Jika telah melewati batas normal, maka pasen anda harus segera di rujuk guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *