Panduan Pemberian MP-ASI

Panduan Pemberian MP-ASI (2)
Panduan Pemberian MP-ASI

Panduan Pemberian MP-ASI

Panduan MP-ASI menurut WHO merupakan proses penting yang mengedepankan kesiapan bayi dalam menyambut makanan pendamping ASI. Banyak ibu  yang kebingungan bagaimana dan makanan apa yang harus diberikan pada bayi. Dalam beberapa kasus masih banyak ibu yang memberikan MP-ASI dibawah usia 6 bulan.

Menurut panduan MP-ASI WHO, MP-ASI harus diberikan pada usia 180 hari atau 6 bulan. Seiring dengan bertambahnya usia, tedapat kekosongan pasokan energi dan nutrisi yang sudah tidak bisa hanya diperoleh dari ASI.

Berikut panduan MPASI yang perlu diketahui oleh Ibu

  1. Age (usia)

Menurut WHO ( World Health Organization ), MP-ASI pada bayi harus diberikan pada waktu yang tepat, yakni berusia 6 bulan. Jika bayi mulai diberikan makanan setelah berusia 6 bulan, maka ia pun akan lebih terlindungi terhadap berbagai macam penyakit yang mungkin menyerang. Namun sebaliknya, jika MP-ASI diberikan sebelum berusia 6 bulan, maka sangat berisiko akan terserang berbagai jenis kuman. Salah satu alasannya ialah sistem imun bayi di usia tersebut dapat dikatakan masih belum sempurna. Selain itu, sel-sel di sekitar usus juga belum memiliki kesiapan untuk mencerna makanan. Menurut penelitian, bayi yang hidup di Indonesia lebih rentan terserang batuk-pilek, diare dan panas ketika telah mendapatkan MP-ASI sebelum berusia 6 bulan jika dibandingkan dengan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif.

  1. Frequency (frekuensi)

Ketika diberikan MP-ASI, tentunya ibu perlu memperhatikan frekuensi pemberian. Ketika telah berusia 6 bulan dan mulai mengonsumsi makanan, berikanlah makanan 1 hingga 2 kali dalam seharinya. Kemudian secara bertahap dinaikkan menjadi 2 hingga 3 kali makanan dengan tambahan 1 hingga 2 makanan ringan. Ketika si kecil telah menginjak usia 9 bulan, ibu dapat memberikan makan 3 kali tiap harinya dengan 2 kali selingan makanan ringan.

  1. Amount (jumlah)

Selain frekuensi makan, jumlah MP-ASI yang diberikan juga harus diperhatikan. Saat baru mulai mengonsumsi makanan, ibu dapat menyuapinya antara 2 hingga 2 sendok makan dalam sekali makan. Tingkatkan penyuapan MP-ASI ini secara bertahap hingga mampu mengonsumsi setengah mangkok berukuran 250 ml ketika telah memasuki usia 6 hingga 9 bulan.

  1. Texture (Tekstur)

Metode dalam pemberian MPASI selanjutnya ialah memperhatikan tekstur makanan. Untuk bayi yang masih belajar mengonsumsi makanan, sebaiknya berikan tekstur yang lebih halus dan naikkan secara bertahap hingga ia mampu mengonsumsi makanan yang dikonsumsi oleh anggota keluarga. Ketika berusia 6 bulan, berikanlah bubur kental atau pure yang tidak terlalu encer atau pun terlalu kental. Setelah kurang lebih satu minggu mengonsumsinya, mulailah memberikan bubur yang lebih kental atau bubur saring hingga ia berusia 9 bulan. Ketika telah berusia 9 bulan, ibu dapat memberikan makanan cincang halus yang mudah dijumput oleh si anak. Selanjutnya pada usia 1 tahun, si kecil pun telah mampu mengonsumsi makanan yang dikonsumsi seluruh keluarga.

  1. Variety (keragaman)

Kunci gizi seimbang ialah keberagaman makanan yang dikonsumsi oleh si bayi. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat seluruh makanan yang tersedia pada dasarnya telah mengandung gizi dengan kadar yang beragam. Ketika mulai mendapat MP-ASI, ibu dapat menyuguhkan bubur sereali atau puree buah yang kemudian dapat ditingkatkan untuk mengenal bahan makanan yang bervariasi, contohnya sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacang dan sumber hewani.

  1. Active/Responsive (aktif/responsif)

Dalam pemberian MP-ASI pada si kecil, sudah sepatutnya ibu bersikap aktif dan responsif terhadap bayi. Hindarilah menonton tv atau berjalan-jalan dalam menyuapi anak. Hal yang perlu dilakukan ialah menjaga eye contact dengan anak, serta senantiasa memberikan senyuman dan kata-kata yang positif agar ia mau makan. Suapilah secara sabar dan pelan-pelan. Sebaiknya hindari menggendong anak dengan jalan-jalan ketika menyuapinya, alternatif yang dapat dilakukan ialah memangkunya agar dia merasa nyaman.

  1. Hygiene (higienis)

Hal yang sangat penting diperhatikan dalam memberikan MP-ASI ialah kehigienisan dari makanan tersebut. Selalu pastikan bahwa makanan yang diberikan terbebas dari patogen, toksin/racun dan terhindar dari bahan kimia. Sebelum memberi makanan, sebaiknya membiasakan mencuci tangan ibu dan bayi.

Sebaiknya menu MP-ASI 6 bulan pertama dibuat dalam bentuk pure atau bubur susu. Ini bertujuan agar bayi mulai mengenal tekstur makanan secara perlahan. Ada beberapa resep MP-ASI homemade yang sehat, mungkin bisa dicoba dirumah untuk si kecil

  1. Resep Pure Alpukat

Bahan:

    • 125 gram alpukat matang (1/2 buah)
    • 25 ml air matang
    • 100 ml air matang/ ASI perah/ sufor

Cara membuat:

    • Keruk daging buah alpukat
    • Proses dengan blender bersama air matang sampai halus
    • Tuang ke dalam wadah
    • Tambahkan ASI perah/ sufor
    • Aduk rata dan saring
    • Sajikan
  1. Resep Pure Pisang Apel

Bahan:

    • 1 butir apel manis (200 gram)
    • 1/2 buah pisang ambon, potong-potong
    • 100 ml air matang
    • 1 sendok teh yoghurt plain

Cara membuat:

    • Kupas apel dan buang bijinya
    • Potong-potong apel seukuran dadu
    • Satukan apel dan pisang
    • Tambahkan air
    • Masak sampai mendidih dan apel layu
    • Angkat dan tiriskan
    • Proses apel dan pisang dengan blender sampai halus
    • Tambahkan yoghurt dan aduk rata
  1. Resep Pure Kentang

Bahan:

    • 150 gram kentang (kurang lebih 1 butir)
    • 200 ml air jeruk baby

Cara membuat:

    • Kupas kentang dan cuci sampai bersih
    • Kukus kentang sampai matang dan empuk lalu angkat
    • Satukan kentang kukus dengan air jeruk baby
    • Proses dengan blender sampai lumat
    • Sajikan
  1. Resep Bubur Manado

Bahan:

    • 40 gram beras, kukus setengah matang
    • 40 gram tempe, hancurkan
    • 40 gram labu kuning, potong kecil-kecil
    • 1 sendok makan jagung manis pipil
    • 3 batang ayam, petik daunnya dan iris halus
    • 4 lembar daun seledri, iris halus
    • air matang secukupnya

Cara membuat:

    • Didihkan air dan masukkan nasi aron, tempe, labu kuning, dan jagung manis
    • Masak sampai semua menjadi bubur
    • Masukkan bayam dan seledri dan aduk rata
    • Masak sampai bayam layu lalu angkat
    • Saring dengan saringan kawat
    • Sajikan saat hangat

5.      Nasi tim ikan tuna

Bahan:

    • 1 ruas jari ikan tuna
    • 1 genggam beras putih
    • 3 iris bawang bombai
    • Jahe secukupnya
    • Seledri secukupnya
    • Air secukupnya

Cara membuat:

    • Rebus air dan masak beras putih.
    • Aduk hingga nasi setengah lembek.
    • Masukkan ikan tuna, bawang bombai yang sudah dicincang, dan jahe secukupnya untuk menghilangkan amis pada ikan.
    • Aduk hingga beras menjadi bubur ikan yang tercampur rata.
    • Masukkan seledri untuk menambah aroma.
    • Aduk hingga kekentalan bubur dirasa pas.
    • Biarkan setengah dingin kemudian saring.
    • Sajikan selagi hangat.

6.      Puree beras merah, ayam, tahu, dan buncis

Bahan:

    • 2 genggam beras merah
    • 25 gram ayam cincang
    • 1 bungkus tahu sutra
    • 5 buah buncis
    • Bawang putih, geprek

Cara membuat:

    • Rendam beras merah selama setengah hari.
    • Masak beras hingga menjadi bubur.
    • Kukus ayam selama 30 menit dengan rebusan kaldu bawang putih.
    • Kukus buncis dan tahu sutra selama 20 menit.
    • Tekan-tekan tahu di atas saringan hingga lumat.
    • Blender buncis dan ayam. Setelah halus, saring.
    • Bubur siap disajikan.

7.      Pure brokoli, kentang, dan kaldu ikan

Bahan:

    • 1/2 potong kentang
    • 3 potong kuntum brokoli
    • 3 sdm kaldu ikan

Cara membuat:

    • Cuci bersih kentang dan brokoli.
    • Potong kentang menjadi beberapa bagian.
    • Kukus brokoli bersama kentang yang sudah dipotong-potong selama kurang lebih 10 menit.
    • Angkat kentang dan brokoli kukus, lalu tambahkan kaldu ikan.
    • Blender semua bahan hingga halus. Pindahkan ke mangkuk.
    • Tambahkan lagi 1 sendok makan kaldu agar tidak terlalu kental.
    • Siap disajikan.
    1. Puree nasi putih kuah kaldu

Bahan:

    • 3 sdm beras
    • 1/4 kg daging ayam
    • selembar daun salam
    • bawang putih, geprek
    • 200 ml air

Cara membuat:

    • Masak beras hingga menjadi nasi.
    • Rebus ayam dalam panci yang berisi air dengan api sedang.
    • Masukkan bawang putih dan daun salam.
    • Tunggu hingga mendidih, lalu matikan kompor.
    • Ambil air kaldu dan simpan di gelas terpisah.
    • Ambil nasi yang sudah dimasak dan tekan-tekan hingga lunak. Saring dan buang airnya.
    • Campurkan air kaldu ke dalam nasi, aduk hingga tercampur rata.
    • Sajikan
  1. Puree sup ayam

Bahan:

    • 2 potong daging ayam, potong dadu
    • 1/2 buah kentang berukuran sedang
    • 1 siung bawang putih
    • 2 lembar seledri
    • 2 potong kecil wortel
    • sepotong bunga brokoli

Cara membuat:

    • Cuci bersih semua bahan.
    • Rebus air, lalu masukkan ayam, kentang, wortel, dan bawang putih.
    • Setelah agak matang, masukkan brokoli dan seledri. Tunggu beberapa menit lalu matikan api.
    • Blender semua bahan, lalu saring.
    • Siap disajikan.
  1. Puree tim daging

Bahan :

    • 500 gr daging cincang
    • 1/2 potong bawang bombai, cincang halus
    • sebuah wortel berukuran sedang
    • sebuah kentang berukuran sedang
    • 300 ml air
    • 2 sdt minyak zaitun

Cara membuat:

    • Kupas dan potong dadu masing-masing kentang dan wortel.
    • Panaskan minyak pada panci dengan api sedang.
    • Masukkan daging dan tumis selama 2-3 menit sampai berubah warna kecoklatan.
    • Masukkan bawang bombai, wortel, kentang, dan air ke dalam panci.
    • Aduk rata dan biarkan sampai mendidih.
    • Kecilkan api, tutup panci dan masak selama 1 jam 15 menit atau sampai seluruh bahan menjadi empuk.
    • Blender hingga halus.

Menu – menu tersebut hanya referensi dari MP-ASI yang bisa dicoba di rumah sebagai variasi menu yang bisa diberikan pada si kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *