Ngidam (pica)

Ngidam (pica) (2)
Ngidam (pica)

Ngidam merupakan sebuah kondisi yang kerap dialami oleh hampir semua ibu hamil. Di masa-masa kehamilan, mengikuti kondisi ngidam, ibu akan merasa sangat ingin mengonsumsi suatu makanan atau minuman, bahkan yang biasanya tidak disukai. Tentu Anda sudah tahu bahwa ngidam adalah hal yang wajar dialami oleh wanita hamil. Saat hamil, memang tak jarang perempuan menginginkan konsumsi makanan tertentu. Ada perempuan hamil yang menambah konsumsi makanan seperti acar, es krim, cokelat, daging, atau lainnya. Ini adalah fenomena yang lumrah terjadi dan tidak menjadi masalah karena kandungan di makanan tersebut membuat ibu hamil mendapat cukup nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan.

Tips Menyiasati Ngidam Tetap Aman

Umumnya ngidam tidak berbahaya jika ibu hamil masih dapat mengelolanya dengan baik. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar ngidam tidak menimbulkan gangguan kesehatan ibu hamil:

    • Berusaha mengendalikan kenaikan berat badan

Kontrol berat badan bisa bersumber dari cara Ibu menangani hasrat ngidam. Jika berat badan Ibu sebelumnya normal, maka penambahan berat badan ideal saat hamil adalah 11-15 kg. Tetapi ibu yang sudah kelebihan berat badan sejak sebelum hamil, perlu membatasi agar pertambahannya tidak lebih dari 11 kg. Penelitian menunjukkan, kelebihan berat badan saat kehamilan dapat meningkatkan risiko preeklampsia dan gangguan kehamilan serta persalinan lain.

    • Membiasakan pola makan teratur

Ibu hamil lebih berisiko menjalani pola makan yang tidak teratur dan tidak sehat karena perubahan tubuh yang drastis. Perubahan ini memengaruhi emosi, juga kepercayaan diri.  Sarapan setiap hari dapat mengurangi kemungkinan ngidam. Selain itu, Ibu juga sebisa mungkin berolahraga teratur dan berlatih mengelola emosi menjadi lebih stabil untuk menghindari makan secara impulsif.

    • Membatasi makanan dan minuman manis

Terutama ibu hamil yang berisiko mengalami diabetes gestasiona sebaiknya mengontrol konsumsi makanan dan minuman yang tinggi kadar gula. Lebih baik ibu hamil mengalihkan hasrat ngidam makanan yang tidak sehat, menjadi lebih sehat. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengambil jeda.

    • Menghindari jenis makanan yang berbahaya

Dalam kondisi tertentu yang sangat jarang, ibu hamil dapat ngidam makanan yang sangat membahayakan kesehatannya sendiri dan janin. Kondisi gangguan makan ini disebut pica atau pemakan segala. Pengidap pica dapat ngidam berbagai macam benda-benda yang bahkan tak lazim untuk dikonsumsi.

Namun faktanya, ibu hamil juga bisa ngidam makanan-makanan aneh yang bahkan sebenarnya benda tersebut bukan dikategorikan sebagai makanan. Pada beberapa kasus, ada ibu hamil yang ngidam beberapa zat yang tidak bisa dimakan dan mungkin berbahaya. Ngidam aneh untuk beberapa zat yang bukan termasuk makanan dan tidak memiliki nilai gizi, disebut Pica.

Kata “pica” berasal dari kata Latin yang berarti burung murai. Burung murai ini termasuk pemakan hampir apa saja. Pica ini sebenarnya jenis ngidam yang sering terjadi pada anak-anak sebelum ia bisa membedakan benda yang bisa dimakan atau tidak. Namunpica juga banyak terjadi pada ibu hamil. Selama kehamilan, ibu hamil bisa mengalami pica alias ngidam aneh untuk sesuatu hal yang sebenarnya tak bisa dimakan dan berbahaya. Ibu hamil dengan pica bisa ngidam lumpur, tanah, kototan, bensin, abu rokok, pecahan genteng, arang, benda logam atau hal berbahaya lainnya seperti deterjen!

Kelainan makan seperti pica kerap dialami ibu hamil. Keinginan makan benda tertentu, bukan makanan, dan tentunya tidak ada kandungan nutrisinya kerap muncul saat hamil meski tidak ada faktor hormonal kehamilan yang memengaruhi. Pica pada ibu hamil terjadi karena faktor kebiasaan. Untuk mengenali pica saat hamil, bisa dicermati dari kebiasaan makan termasuk saat mengalami ngidam. Meski ngidam bukan kondisi medis, tapi lebih kepada faktor budaya dan kebiasaan, pica bisa dicermati darinya. Kalau ibu hamil mulai ngidam aneh, ingin makan sesuatu bukan makanan, meski baru terjadi sekali, ini bisa dikatakan sebagai pica.

Biasanya pada usia kehamilan tertentu pica bisa menghilang dengan sendirinya. Namun ada juga pica yang terjadi sepanjang kehamilan dan mulai berkurang hingga melahirkan. Pada sebagian wanita, pica terjadi saat hamil namun beberapa juga terjadi sebelum hamil, karena faktor kebiasaan, dan berlanjut saat hamil. Tetapi jika setelah melahirkan kebiasaan pica tidak juga menghilang sebaiknya anda memeriksakan diri ke dokter.
Banyak yang mempertanyakan mengapa ngidam pica ini bisa terjadi ? Hingga sekarang ini belum ada yang mengetahui penyebab wanita hamil mengalami pica. Banyak juga hipotesis yang sudah dibuat agar dapat menjelaskan perilaku ngidam semacam ini. Hipotesisi yang dibuat mencakup bermacam faktor seperti faktor ekonomi, sosial, cultural, penyakit defisiensi ataupun gangguan psikologis itu sendiri. Ada sebuah studi menunjukkan, ngidam pica saat hamil dapat dihubungkan dengan kekurangan zat besi pada ibu hamil. Ngidam pica adalah upaya pertahanan tubuh untuk mendapatkan vitamin atau mineral yang hilang melalui konsumsi makanan normal.

Bagaimana resiko ngidam pica untuk bayi ? Sesuatu yang dikonsumsi ini tentu sangat berbahaya bagi ibu dan bayi. Pasalnya, ngidam pica yang dituruti dapat mencegah penyerapan vitamin dan mineral dari makanan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan kekurangan gizi. Zat non-makanan ini juga beracun bagi wanita hamil dan bayinya.

Penyebab ngidam sebenarnya belum diketahui secara pasti. Ada beberapa dugaan yang coba dijelaskan beberapa ahli, yakni ;

    • Budaya

Ngidam bisa terjadi karena itulah yang biasa dipercayai budaya lokal tentang ibu hamil. Faktor budaya ini juga memengaruhi makanan jenis apa yang biasa diinginkan.

    • Kurang nutrisi

Kondisi ini dapat membuat tubuh menginginkan porsi makanan tertentu lebih banyak. Misalnya, ngidam cokelat dapat disebabkan karena tubuh kekurangan magnesium. Ngidam daging merah dapat menjadi tanda tubuh kekurangan protein. Sementara itu, es krim cokelat kemungkinan merupakan sinyal tubuh terhadap kebutuhan lemak atau kalsium. Bahkan, makanan siap saji seperti kentang goreng atau burger, bisa jadi tubuh mengindikasikan kebutuhan protein dan natrium yang lebih besar.

    • Perubahan pada bagian otak

Perubahan bertahap pada rahim berpengaruh pada salah satu bagian otak yang memengaruhi indera pengecap atau lidah. Namun dugaan ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

    • Peningkatan kadar hormon

Peningkatan berbagai kadar hormon kehamilan dapat mengubah penciuman dan indera pengecap ibu hamil. Ini membuat kebutuhan tubuh menjadi berbeda. Hal ini juga yang dapat menjadi alasan beberapa makanan dan aroma tertentu lebih menyengat selama hamil.

    • Pengalihan

Ngidam juga dapat dipercaya menjadi jalan pengalihan ketika ibu hamil menginginkan sesuatu, tapi tidak bisa mengonsumsinya, seperti makanan atau minuman yang cenderung dapat berisiko bagi bayi, misalnya kopi atau soda.

Beberapa akibat yang berbahaya dari masalah pica tersebut diantaranya ialah :

    1. Memakan tanah liat dapat menyebabkan sembelit atau konstipasi
    2. Memakan pasir atau tanah dapat mengakibatkan infeksi parasit dan bakteri, nyeri pada lambung serat perdarahan yang terjadi sesekali
    3. Memakan es batu. Mengunyah es batu secara langsung dapat merusak gigi
    4. Memakan kotoran lebih mengarah ke berbagai penyakit seperti toksoplasma, trichuriasis, , dan toksocariasis
    5. Menelan benda yang berbahan logam dapat mengakibatkan perforasi pada usus
    6. Memakan benda yang berbahan timah dapat mengakibatkan rusaknya ginjal serta keterbelakangan mental
    7. Kekurangan nutrisi, baik pada ibu hamil maupun janin yang dikandungnya.
    8. Terhambatnya jalur pencernaan

Bagaimana menangani pica ?

Jika dokter kandungan mencurigai kondisi ngidam pica pada Anda, maka akan segera dilakukan evaluasi medis, dan tes-tes yang diperlukan guna menentukan penyebab dan efeknya. Tes ini akan membuat dokter mengetahui apakah Anda menderita anemia, penghambatan pada jalur pencernaan, atau adanya kemungkinan keracunan dari benda yang Anda konsumsi. Dokter juga akan mengecek adanya infeksi bakteri, virus, maupun parasit tertentu di dalam tubuh Anda, guna memberikan penanganan lebih lanjut.

Dalam menyembuhkan pica, dokter akan mengetes kesehatan mental Anda, dan memberikan pengobatan serta terapi jika diperlukan. Anda juga harus diawasi secara medis dalam proses penyembuhan, guna mencegah mengonsumsi benda yang bukan makanan. Untuk ini, diperlukan kerjasama antara dokter dan keluarga serta pasangan, yang harus mengalihkan keinginan makan pada sesuatu yang lebih bernutrisi secara positif. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan pada Journal of Applied Behaviour Analysis juga menganjurkan penggunaan suplemen multivitamin sederhana yang mungkin efektif dalam penyembuhan Pica. Hal ini juga berlaku jika dokter mendeteksi adanya kekurangan nutrisi dan vitamin di dalam tubuh yang dapat mempengaruhi perkembangan janin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *