Menyimpan ASI dengan Baik dan Benar

Menyimpan ASI dengan Baik dan Benar (1)
Menyimpan ASI dengan Baik dan Benar

Tips Menyimpan ASI

Bagi ibu menyusui yang harus kembali pada rutinitas kerja atau banyak beraktivitas diluar rumah dapat memberikan ASI eksklusif dengan cara ASI perah. ASI perah (ASIP) ialah ASI yang diperas kemudian disimpan untuk diberikan kepada bayi. Ini merupakan cara efektif yang dilakukan oleh ibu menyusui yang memiliki kesibukan di luar. Ibu bekerja bukan merupakan halangan untuk memberikan ASI.

Anda tetap dapat terus memberikan ASI dengan cara memerah dan menyimpan ASI perah tersebut di kulkas. Namun banyak beberapa syarat yang harus diperhatikan karena jika salah menyimpan ASI perah, akan membuat ASI perah tersebut rusak. Ibu dapat menyimpan ASI perah dengan baik agar manfaatnya tidak berkurang atau bahkan hilang.

Persiapan memerah ASI

  • Cuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air atau pembersih tangan tanpa air juga bisa digunakan asal penggunaannya tidak menimbulkan kotoran/bakteri. Hal ini sepele, tetapi kita tahu bahwa tangan yang tidak bersih dapat menjadi transformer virus dan bakteri, dan mungkin beberapa di antaranya dapat menyebabkan penyakit.
  • Perah ASI dapat dilakukan menggunakan tangan atau alat pompa ASI.
  • Siapkan wadah, wadah yang terbuat dari kaca dan polypropylene memiliki pengaruh yang sama terhadap larutnya nutrisi, immunoglobulin A, dan sel darah putih pada ASI. Ada kekhawatiran tentang kemungkinan kontaminasi ASI yang disimpan dalam kantong polypropylene karena resiko kontaminasi plastik, oleh sebab itu, kantong plastik yang digunakan untuk penyimpanan ASI harus kokoh, disegel dengan baik, dan disimpan di tempat yang dapat meminimalisir potensi kerusakan wadah.
  • Wadah untuk penyimpanan ASI tidak perlu disterilkan. Mereka dapat dicuci dalam air panas dan sabun, lalu dibilas atau dicuci. Jika sabun tidak tersedia, maka air mendidih dapat digunakan.
  • Tidak membuang ASI yang pertama keluar dan terakhir dalam persiapan dan kita tidak perlu mencuci atau membersihkan payudara/puting sebelum memerah ASI.

Tempat penyimpanan air susu ibu

Ada sekian banyak pilihan tempat untuk menyimpan ASI perah, seperti botol kaca, botol plastik dengan label bebas bahan berbahaya, ataupun kemasan plastik khusus untuk ASI. Sebaiknya hindari menyimpan ASI perah dalam kemasan botol atau plastik yang biasa dipakai untuk keperluan umum. Hal ini karena tempat penyimpanan ASI turut memengaruhi kualitas ASI yang disimpan.

Tempat yang baik untuk penyimpanan air susu ibu ialah tempat berbahan beling atau plastik dengan tutup yang kedap udara. Misalnya, botol susu dengan tutup yang rapat, atau kantong khusus ASI. Jangan pakai kantong yang bukan khusus untuk ASI, karena dapat pecah ketika dibekukan di dalam freezer.

Jaga Kebersihan Kemasan ASI

Agar ASI yang disimpan terjaga kualitasnya, penting untuk sebelumnya melakukan sterilisasi botol bayi tau kemasan wadah ASI perah yang akan didinginkan atau dibekukan. Lakukan sterilisasi dengan merebus botol dan bagian pompa ASI yang bersentuhan dengan kulit, dalam air panas mendidih sekitar 5-10 menit, air steril yakni 20 menit terhitung dari saat mendidih.

Selain merebus secara manual, juga dapat menggunakan alat sterilisasi elektrik. Namun sebelumnya, jangan lupa mengecek keamanan dan ketahanan kemasan pada label. Hati-hati saat melakukan sterilisasi botol yang terbuat dari kaca, karena bahan ini lebih berisiko pecah.

Untuk ASI perah yang akan dibekukan, masukkan langsung botol ke dalam freezer segera setelah diperah. Sebaiknya tidak mengisi penuh botol atau plastik kemasan. Alasannya karena ASI perah cenderung mengembang dalam keadaan membeku.

Khusus untuk kemasan plastik penampung ASI perah, tempatkan lagi dalam kotak atau box kemasan lain sebelum memasukkannya ke dalam lemari pendingin. Hal ini karena kemasan plastik lebih berisiko mengalami kebocoran. Terakhir, jangan lupa memberikan label yang mencantumkan tanggal ASI diperah, pada botol atau plastik kemasan.

Cara menyimpan ASI

  • Segera dinginkan ASI dalam waktu kurang dari 1 jam setelah dipompa dari payudara.
  • Berilah label tanggal dan jam penyimpanan supaya mudah diingat.
  • Cara menyimpan ASI yang baik adalah dengan membaginya dalam jumlah sedikit-sedikit, karena susu yang tidak habis akan dibuang dan tidak baik bila disimpan kembali.
  • Jangan mencampur ASI baru dengan ASI yang sudah didinginkan sebelumnya.
  • Jangan mengisi ASI terlalu penuh pada tempatnya, sisakan ruang kosong sekitar 2,5 cm dari atas.

Suhu dan waktu penyimpanan air susu ibu

Penyimpanan ASI perah sebaiknya disesuaikan dengan penggunaannya. ASI yang akan digunakan secepatnya, lebih baik dimasukkan ke dalam bagian lemari pendingin yang tidak akan membuat beku.

ASI perah dapat disimpan mulai dari beberapa jam hingga beberapa bulan, tergantung dari suhu penempatannya. Berikut prinsip penyimpanan ASI :

    • ASI perah tahan hingga 6 jam jika ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25˚C.
    • ASI perah tahan hingga 24 jam, saat disimpan dalam kotak pendingin yang ditambah kantung es (ice pack).
    • ASI perah tahan sampai 5 hari, ketika diletakkan pada kulkas bagian lemari pendingin dengan suhu minimal 4˚C.
    • ASI perah tahan hingga 6 bulan apabila disimpan di dalam freezerdengan suhu -18˚C atau lebih rendah lagi.

Perlu diingat, proses pembekuan ASI perah kemungkinan menghilangkan beberapa zat yang penting untuk mencegah infeksi pada bayi. Semakin lama penyimpanan ASI perah, baik didinginkan maupun dibekukan, akan menghilangkan kandungan vitamin C pada ASI. Meski demikian, ASI perah yang sudah dibekukan itu, nilai gizinya masih jauh lebih baik daripada susu formula.

Tips Mencairkan ASI Perah

ASI perah beku yang dicairkan kemungkinan akan mengalami perubahan pada warna, bau, dan konsistensinya dibandingkan ASI yang baru diperah. Oleh sebab itu, wajar jika ibu mendapati ASI mengendap setelah disimpan di dalam kulkas. Kondisi ini normal dan cukup kocok botol penyimpanan untuk mencampurnya lagi.

Sebagian bayi ada yang menolak ASI perah beku. Jika demikian, ibu bisa mencoba memperpendek masa simpan ASI atau menghangatkan ASI sebelum diberikan pada si kecil.

  • Untuk mencairkan ASI perah yang dibekukan, dapat menggunakan penghangat ASI elektrik yang bisa digunakan di rumah atau di tempat lain yang memungkinkan bisa dilakukan. Jika tidak tersedia, maka dapat menempatkan botol penyimpan ASI perah ke dalam panci atau mangkuk berisi air hangat. Diamkan beberapa saat. Ingat, jangan menaruh panci atau baskom tersebut di atas kompor yang menyala.
  • ASI perah yang dibekukan sebaiknya tidak langsung dikeluarkan dalam suhu ruang. Beberapa riset mengungkapkan perubahan suhu yang cepat bisa mempengaruhi kandungan antibodi dalam ASI yang bermanfaat untuk bayi. ASI perah beku dari freezerdapat diletakkan terlebih dahulu di ruang pendingin pada kulkas, kemudian hangatkan sebagaimana cara sebelumnya.
  • Jika ASI perah dibutuhkan segera, maka anda dapat menempatkannya di bawah air mengalir dengan suhu biasa. Lalu mengalirinya dengan air hangat. Jika belum cukup hangat, tempatkan botol di dalam mangkuk berisi air hangat. Untuk memeriksa apakah suhu ASI sudah sesuai untuk bayi, teteskan ke pergelangan tangan. Jika suhu sudah sesuai, ASI bisa langsung diberikan.
  • Meski tampaknya mudah, hindari menghangatkan atau mencairkan ASI perah menggunakan microwave. Alat ini dapat menciptakan bintik-bintik pada botol ASI perah yang kemungkinan berbahaya bagi bayi. Bintik ini muncul karena suhu panas. Perubahan susu yang terlalu cepat pada ASI perah bisa menghilangkan kandungan antibodi yang dibutuhkan oleh bayi.

ASI merupakan asupan nutrisi yang terbaik bagi bayi. Penyimpanan ASI perah yang benar dapat membantu ibu menyusui yang bekerja atau beraktivitas di luar rumah untuk tetap mencukupi kebutuhan bayi. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Menandai Botol ASI

Agar tetap menjaga kesegaran ASI yang sudah diperah dan disimpan, maka ibu harus memberikan penanda khusus untuk botol susu atau kantong plastik penyimpan. Semua botol penyimpan ASI harus diberi tanda kapan waktu ASI tersebut diperah dan kapan ASI tersebut harus diberikan kepada bayi.

Agar konsisten pemberian ASI yang segar, maka ASI yang sudah diperah lebih awal sebaiknya juga  diberikan segera. Pola semacam ini bisa dilakukan dengan cara berurutan sehingga bayi tetap menerima ASI yang segar dan menyehatkan walaupun sudah tersimpan.

Cara semacam ini sebagai jalan keluar saat ibu sedang tidak ada di rumah, maka pengasuh bayi juga bisa memberikan ASI yang sudah disimpan dan aman dikonsumsi bayi karena sudah ada tanda pada botol penyimpanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *