Mengatasi puting lecet

Mengatasi puting lecet (2)
Mengatasi puting lecet

Mengatasi puting lecet

Salah satu fase paling menyenangkan bagi seorang wanita adalah saat menjadi seorang ibu. Setelah melahirkan, fase menyusui adalah salah satu hal yang terpenting. Namun terkadang banyak ibu yang mengalami masalah pada saat menyusui, sehingga bayi tidak mendapat ASI yang cukup. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah cracked nipple. Cracked nipple ialah nyeri dan lecet pada daerah puting susu.  Di Indonesia, diduga sekitar 80-90% ibu menyusui mengalami nyeri puting susu dan 26% di antaranya mengalami lecet pada puting susu.

Puting lecet saat menyusui merupakan salah satu masalah umum yang sering dialami oleh ibu menyusui. Puting lecet saat menyusui bayi biasanya terjadi diawal setelah persalinan. Sebagian ibu mengalami lecet ringan yang membaik dalam beberapa hari. Namun, ada pula yang mengalami lecet hingga berminggu-minggu lamanya. Kondisi ini disebabkan oleh banyak hal, mulai dari cara menyusui yang salah hingga infeksi. Pada kasus ekstrim, puting yang luka juga dapat memicu terjadinya mastitis.

Ketika puting sakit, beberapa ibu cenderung berhenti menyusui. Padahal banyak penelitian mengatakan puting lecet justru dapat sembuh dan tidak menjadi bahaya jika ibu terus menyusui.

Mengapa puting bisa lecet ?

Penyebab paling sering terjadi dari puting lecet adalah posisi perlekatan (lathching) saat menyusui yang tidak tepat. Selama dua sampai empat hari setelah persalinan puting ibu biasanya terasa nyeri karena masih menyesuaikan dengan ritme isapan mulut bayi. Jika mulut bayi diposisikan dengan benar pada payudara, nyeri sementara ini biasanya berkurang setelah ASI lancar keluar, dan menghilang sepenuhnya dalam satu atau dua hari. Sebaliknya, jika posisi menyusu yang tidak tepat akan berakibat puting sakit, lecet hingga berdarah.

Selain karena perlekatan yang kurang tepat, beberapa kemungkinan penyebab lain dari puting lecet adalah :

  • Infeksi jamur pada kulit puting, yang juga dapat berada di dalam mulut bayi. Sementara perlekatan tidak baik menyebabkan rasa seperti teriris, infeksi jamur membuat puting terasa seperti terbakar.
  • Infeksi bakteri pada puting atau saluran susu
  • Puting melepuh, terlihat seperti luka melepuh warna putih di ujung puting
  • Raynaudsyndrome, kondisi dimana puting berubah menjadi putih setelah menyusui dan sakit sampai mengeluarkan darah
  • Puting lecet juga bisa diakibatkan oleh penggunaan pompa ASI yang tidak benar. Akibatnya, gesekan pada saat memompa ASI membuat puting melepuh.

Jika ibu mencurigai adanya permasalahan tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan rekomendasi pengobatan.

Obat alami untuk puting lecet dan berdarah

Berikut ini beberapa obat alami untuk mengatasi puting berdarah dan lecet :

  1. ASI

Tahukah ibu jika ASI bisa mengatasi puting payudara yang lecet dan sakit? ASI bisa berfungsi sebagai antiseptik dan pelembab terbaik. Yang perlu dilakukan adalah memerah sedikit ASI dengan tangan dan oleskan pada puting selama beberapa hari.

  1. Minyak kelapa

Obat alami yang efektif untuk mengatasi puting payudara lecet atau sakit adalah minyak kelapa. Gunakan minyak kelapa pada puting lalu pijat perlahan. Dalam dua hari puting akan membaik.

  1. Minyak zaitun

Memijat payudara dengan minyak zaitun sebelum mandi jadi cara efektif mengatasi puting yang pecah-pecah dan berdarah.

  1. Lidah buaya

Mengatasi puting lecet atau berdarah dengan menggunakan gel lidah buaya. Lidah buaya dikenal memiliki kandungan pereda rasa sakit. Gunakan lidah buaya di sekitar area yang sakit dan biarkan mengering. Bersihkan area puting dengan lap yang dicelupkan air hangat sebelum menyusui bayi.

  1. Daun basil

Daun basil dikenal memiliki kandungan penyembuh yang bisa mengatasi banyak masalah kulit. Daun basil meredakan rasa sakit dan mengatasi putting lecet dan berdarah dengan lebih cepat. Haluskan satu genggam daun basil dan bentuk menjadi pasta, lalu oleskan pada puting dan biarkan mengering. Gunakan pasta ini 3 sampai 5 kali seminggu dan cuci bersih sebelum menyusui bayi.

Jika luka pada puting tidak menunjukkan tanda penyembuhan dalam dua hari, segera hubungi dokter.

Banyak ibu muda yang belum memahami teknik menyusui yang benar. Teknik yang salah ialah faktor penyebab utama nyeri dan lecet pada daerah puting susu. Akibatnya, ASI tidak keluar maksimal dan bayi mendapat nutrisi yang kurang. Menyusui yang baik usahakan dilakukan bergantian di antara kedua payudara. Jadi, tidak terfokus pada satu payudara saja dalam menyusui. Yuk, perhatikan cara menyusui yang baik dan benar di bawah ini.

  • Jangan jauhkan badan bayi dari ibu. Perut atau dada bayi harus menempel pada perut atau dada ibu. Posisi demikian disebut chest to chest.
  • Posisikan muka bayi menghadap ke payudara. Usahakan leher bayi jangan terputar atau menghadap depan. Posisi ini dinamai  chin to breast, dimana dagu bayi harus menempel benar ke daerah payudara ibu.
  • Hadapkan seluruh badan bayi menghadap ke badan ibu. Usahakan telinga bayi membentuk garis lurus dengan lengan dan leher bayi
  • Sangga tubuh bayi dengan baik. Jangan hanya menyangga leher dan kepala saja, sanggalah seluruh punggung bayi untuk meningkatkan kenyamanan saat menyusui.
  • Pastikan posisi bayi sudah benar, puting dan sebagian besar areola (area gelap di sekitar puting) masuk ke mulut bayi. Bibir dan gusi bayi harus berada di sekitar areola, bukan hanya pada puting. Ibu bisa minta pasangan, teman, atau dokter melihatnya untuk memastikan bayi melakukan pelekatan dengan baik.
  • Kontak mata antara ibu dan bayi dapat meningkatkan ikatan batin yang kuat di antara keduanya. Hal ini perlu dilakukaan saat menyusui si kecil
  • Posisikan kepala bayi dengan benar. Kepala bayi harus terletak di lengan ibu, bukan di siku ibu.

Tetap menyusui meskipun puting lecet

Jangan pernah berhenti menyusui. Terkadang puting lecet dan berdarah bisa terjadi ketika ibu pertama kali menyusui. Ini bisa terjadi karena perubahan kulit pasca melahirkan atau pelekatan yang tidak tepat. Ketika produksi ASI mulai terbentuk dalam beberapa minggu pertama, sangat wajar bila payudara terasa penuh, terasa tidak nyaman dan membuat lebih sulit untuk bayi melakukan pelekatan dengan baik. Jangan takut bila bayi gumoh dan keluar darah atau fesesnya berdarah. Ini hanya karena ia menelan darah dari puting payudara ibu yang lecet. Darah yang tertelan tidak akan berbahaya untuk bayi.

Ibu perlu terus sering menyusui, 8 sampai 12 kali per 24 jam, karena ini akan mencegah bayi menghisap terlalu kuat pada tiap kali menyusu karena lapar. Untuk mempercepat pemulihan, bersihkan payudara perlahan saat mandi dengan air hangat. Lalu gunakan sedikit ASI anda pada puting untuk mencegah kekeringan.

Gunakan alas bra dan sering-sering menggantinya. Coba teknik relaksasi seperti bernafas dalam atau mendengarkan musik yang menenangkan sebelum dan selama menyusui untuk meredakan rasa tidak nyaman.

Darah pada ASI dan pengaruhnya pada bayi

Darah pada ASI mungkin tidak memberi dampak sama sekali pada bayi. Tapi beberapa bayi bisa mengalami beberapa masalah berikut:

  • Masalah menyusui. Meski sedikit darah kemungkinan tidak menyebabkan masalah, darah dalam jumlah lebih banyak bisa mengubah rasa ASI Anda, jad bayi bisa menolak menyusui.
  • Sedikit darah mungkin tidak jadi masalah tapi bayi bisa muntah bila ada darah dalam jumlah banyak pada ASI Anda.
  • Perubahan feses. Ketika menerima ASI yang berdarah, feses bayi bisa berubah warna jadi lebih gelap dibanding biasanya atau ada sedikit darah pada popoknya. Tak masalah bila Anda tahu darah itu berasal dari ASI Anda. Tapi bila ada banyak darah di popok bayi, atau Anda melihat feses bayi berdarah tapi tidak ada darah pada ASI, segeralah hubungi dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *