Mau Laki – Laki atau Perempuan ?

jenis kelamin bayi (2)
jenis kelamin bayi

Mau Laki – Laki atau Perempuan ?

Pada kehamilan yang direncanakan, pasangan suami istri dapat menentukan sendiri jenis kelamin bayi dengan mengetahui teknik dan cara memilihnya.

Namun pertanyaannya adalah mengapa harus memilih?

Teknik yang ditawarkan oleh Shettles lebih banyak kepada pengenalan akan perubahan dan tanda-tanda pada saat menstruasi seperti perubahan lendir leher rahim (cervical mucus).

Namun, kembali pada pertanyaan dasar yaitu haruskah kita memilih jenis kelamin anak? Dan untuk apa? Tidakkah akan terjadi gendercide, sehingga akan sangat sedikit jenis kelamin tertentu. Mengapa kita tidak membiarkan saja semesta mengatur jalannya.

Tetapi sebenarnya keinginan untuk punya anak dengan jenis kelamin tertentu itu wajar kok, moms. Bila sudah memiliki banyak anak laki-laki, biasanya orang tua cenderung mendambakan kehadiran anak perempuan, begitupun sebaliknya.

Untuk memenuhi keinginan itu, tidak jarang banyak pasangan melakukan berbagai cara. Percaya atau tidak, beberapa cara memang berhasil memenuhi harapan dan keinginan mereka.

Ada sebuah artikel yang cukup lengkap yang memaparkan bagaimana caranya mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu :

Jika ingin anak perempuan:

  • Lakukan coitus 2-3 hari sebelum ovulasi
  • Sebelum coitus, basuh vagina dengan larutan asam. Misalnya 2 sendok makan cuka dilarutkan dalam 1 liter air.
  • Usahakan istri tidak mencapai orgasme selama coitus, karena akan meningkatkan suasana basa, sehingga sperma Y (laki – laki) yang berhasil membuahi sel telur.
  • Lakukan coitus dengan posisi berhadapan sehingga sperma tertampung di sekitar mulut rahim,
  • Lakukan penetrasi perlahan, sehingga kebanyakan sperma Y akan mati pada waktu penis melewati leher rahim. Hal ini karena sperma Y cukup lama berada di dalam cairan vagina yang bersuasana asam.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan suami harus makan makanan yang banyak mengandung alkaline, sedangkan istri banyak makan makanan yang mengandung asam. Makanan yang banyak mengandung alkaline adalah : sayur-sayuran, buah-buahan, putih telur, susu, dan ganggang laut. Makanan yang banyak mengandung asam adalah daging, banyak mengkonsumsi daging dibandingkan ikan untuk memunculkan suasana pH yang lebih asam di vagina sehingga sel sperma dengan sperma Y akan mati karena tidak tahan dengan suasana pH tersebut.
  • Karena sel sperma dengan kromosom Y mempunyai umur lebih pendek dibandingkan dengan kromosom X, dengan hubungan seksual yang teratur sebetulnya sudah meningkatkan kemungkinan lahirnya bayi perempuan. Namun untuk lebih pastinya anda dapat memilih jenis kelamin bayi perempuan dengan cara melakukan puasa hubungan seksual pada saat masa subur.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Suami harus menghindari penetrasi yang dalam kedalam vagina istri pada waktu coitus
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Istri harus menhidari rangsangan selama senggama. Sekresi cairan yang keluar dari vagina akan menjadi alkaline jika terangsang, hal ini akan mendorong aktifitas spemat Y.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok white vinegar yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih. Hal ini dilakukan agar kondisinya menjadi asam sehingga aktifitas sperma Y menurun.
  • Jika menginginkan seorang bayi perempuan. Posisi Istri pada waktu senggama diatas suami.

Jika ingin anak laki-laki

  • Lakukan coitus sedekat mungkin dengan ovulasi atau tepat pada ovulasi, berkisar antara 12 jam sebelumnya. Ini dimaksudkan agar sel spermatozoa dengan kromosom Y yang berukuran lebih kecil dan gerakannya lebih cepat dapat segera membuahi sel telur sebelum sel spermatozoa dengan kromosom X yang bentuknya lebih besar dan gerakannya lebih lambat dapat menjangkau rahim dan sama-sama berpeluang untuk membuahi sel telur
  • Hubungan seksual sebaiknya dilakukan 2-3 hari sebelum masa subur dengan maksud pada selang waktu 2-3 hari tersebut sel sperma dengan kromosom Y akan mati sebelum ovulasi terjadi. Dengan demikian sel spermatozoa dengan kromosom X yang masih terdapat di rahim mempunyai kesempatan lebih tinggi untuk membuahi sel telur pada saat terjadinya ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur) sel spermatozoa dengan kromosom X sudah siap untuk membuahi sel telur.
  • Sebelum coitus, basuh vagina dengan soda sehingga suasana basa
  • Lakukan penetrasi langsung ke dalam, sehingga sebagian besar dari sperma Y langsung masuk ke rahim.
  • Waktu ovulasi adalah ± 14 hari dihitung dari menstruasi hari pertama untuk yang siklus menstruasi 28 hari.
  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Suami harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung asam, sedangkan istri harus banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung alkaline
  • jika menginginkan bayi laki-laki. Coitus sebaiknya dilakukan pada waktu mendekati masa haid dan atau segera sesudah masa haid.

Bagaimana mengetahui periode masa haid ? Temperatur atau suhu tubuh meningkat (anda bisa menggunakan alat pengukur suhu tubuh dan mencatatnya )

  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Disarankan untuk melakukan penetrasi yang dalam oleh suami pada waktu coitus.
  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Ejakulasi suami sesudah istri terangsang. Hal ini didasari dengan adanya penelitian bahwa pada saat orgasme istri akan mengeluarkan cairan yang bersifat basa sehingga akan mengurangi kadar pH dan vagina menjadi lebih basa (suasana basa disukai oleh sel spermat dengan kromosom Y)
  • Jika menginginkan bayi laki-laki. Cuci vagina dengan larutan dari dua sendok soda yang sudah dicampur dalam satu liter air bersih.
  • Mengenai puasa hubungan seksual, suami harus berpuasa melakukan hubungan selama minimal 5 hari sebelum masa subur istri. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi sel sperma dengan kromosom X yang bertahan di vagina/rahim istri. Puasa ini juga dimaksudkan untuk mempertinggi kesuburan pria (kualitas sperma)

Beberapa metode lain yang bisa dilakukan :

  1. Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD)

Teknik ini menggunakan teknologi tingkat tinggi karena pasangan diharuskan menjalani tes genetik. Tes genetik digunakan untuk mengetahui apakan pasangan adalah pembawa kelainan gen yang serius atau tidak.

Dengan menggunakan teknik in-vitro fertilization (IVF), dokter akan mengekstraksi satu sel dari embrio yang membelah dengan cepat dan sel tersebut diperiksa untuk ditentukan jenis kelamin yang diinginkan. Saat sudah didapat, embrio ini akan ditanam di dalam rahim. Meski metode ini terbukti efektif, masih banyak kontroversi dalam praktiknya. Karena metode ini dianggap terlalu memaksakan dan dari segi ilmu dan etika kedokteran tidak dapat dibenarkan.

  1. Teknik memilih sperma

Teknik pemilihan jenis kelamin ini melibatkan pemisahan sperma yang menghasilkan anak perempuan (sperma X) dan anak laki-laki (sperma Y) dalam laboratorium. Caranya dengan menanamkan sperma yang diinginkan di rahim melalui intrauterine insemination (IUI) atau menggunakan sperma terpilih untuk membuahi sel telur di luar tubuh.

  1. Metode Shettles

Dalam metode Shettles, sperma X bergerak lebih lambat namun mampu hidup lebih lama. Sedangkan, sperma Y bergerak lebih cepat tapi periode hidupnya lebih pendek.
Saat menerapkan metode ini, pasangan disarankan berhubungan seksual dua sampai empat hari sebelum ovulasi bila menginginkan anak perempuan. Jika ingin anak laki-laki, disarankan berhubungan seksual sedekat mungkin dengan waktu ovulasi.
Cara ini terbukti 75 % sukses tetapi tidak banyak peneliti yang mendukung pernyataan itu. Ada beberapa hal lain yang harus dilakukan dalam metode shettles untuk mengundang sperma X atau Y. Misalnya, posisi coitus dan waktu orgasme wanita yang tepat.

  1. Metode Whelan

Metode ini ialah kebalikan metode Shettles. Metode ini mengacu pada perubahan biokimiawi sperma X dan Y yang akan membuahi sel telur. Jika menginginkan anak laki – laki, pasangan harus coitus empat hingga enam hari sebelum ovulasi. Sedangkan, jika menginginkan anak perempuan, sebaiknya melakukan coitus dua hingga tiga hari sebelum ovulasi atau tepat pada saat ovulasi.

  1. Alat pendeteksi dan pemilih jenis kelamin

Ada bermacam jenis alat pemilih jenis kelamin. Alat ini digunakan melihat perubahan dan kondisi di sekitar sel telur dan sperma (dengan menggunakan suplemen bernutrisi dan douches atau alat medis untuk mengalirkan cairan).

Tujuannya, agar saluran vagina lebih mudah menerima sperma X atau Y. Namun, menggunakan alat seperti ini sangat tidak dianjurkan oleh para ahli dan tenaga medis, karena risiko dan dampaknya masih dipertanyakan.

Untuk mencoba melakukan metode di atas, sebaiknya ibu konsultasikan dulu ke dokter, agar tidak ada kesalahan dan bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Berbicara soal jenis kelamin bayi, menurut dr. Boy Abidin, Sp.OG(K), jenis kelamin anak nantinya ditentukan oleh sperma suami. Sehingga secara teori jenis kelamin anak dapat ditentukan dengan melakukan manipulasi sperma.

” Jika sperma dominan kromosom X maka bayi akan perempuan tapi kalau kromosom Y maka anak laki-laki. Dan jika fifty-fifty maka anak bisa laki-laki atau perempuan,”

Dr. Boy juga menjelaskan secara teori mengubah suasana asam dan basa di daerah vagina pun bisa dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu. Dengan perubahan asam diharapkan sperma perempuan akan lebih dominan dan ketika suasana basa akan dominan laki-laki.

Banyak sekali ya upaya yang harus dijalani ? Namun kembali lagi ke pertanyaan dasar, mengapa harus memilih ?

Bagaimana jika ternyata kenyataannya berbeda ?

Janin dalam kandunan mempunyai unsur yang sangat sederhana yaitu perasaan. Dia tidak punya keinginan dan dia belum punya kemauan. Dia suci Dan dia sudah mampu merekam semua kejadian dan peristiwa yang menimpa dia, ibunya maupun yang ada di lingkungannya.

Ketika merasa tidak diinginkan, rekaman negatif itu terpatri dalam alam bawah sadarnya dan di limbic sistemnya.

Dan ketahuilah ini berefek negatif pada perkembangan psikologisnya kelak.

Jadi apakah anda masih pilah-pilih??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *