Kram kaki saat hamil

Kram kaki saat hamil (1)
Kram kaki saat hamil

Pada umumnya penyebab kaki kram bisa disebabkan oleh banyak faktor, bisa dari cedera saat berolahraga, kurangnya asupan nutrisi tertentu, hingga paparan suhu dingin. Kram sendiri bisa berlangung beberapa detik hingga beberapa menit, dan lebih sering terjadi pada kaki.

Penyebab kaki kram, berikut adalah ulasannya:

    1. Hormon

Penyebab kaki kram yang pertama bisa disebabkan oleh hormon. Gangguan pada tingkat hormon dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki dan ankle (pergelangan kaki), yang memicu tekanan pada saraf. Pembengkakan juga mengganggu aliran darah ke otot, yang menyebabkan kram dari penumpukan asam laktat dan buruknya oksigenasi.

    1. Kurang asupan kalsium

Kalsium merupakan jenis mineral penting yang dibutuhkan untuk kontraksi otot dan transmisi saraf. Kekurangan kalsium bisa menjadi penyebab kaki kram dan kesemutan. Pasalnya, kekurangan kalsium bisa membuat otot dan ujung saraf Anda jadi jauh lebih peka. Penyebab kram kaki akibat kurangnya kalsium bisa terjadi secara tiba-tiba.

    1. Cedera

Penyebab kaki sering kram dan kesemutan yang umum terjadi adalah akibat cedera. Kram dan kesemutan akibat trauma kompresi saraf dapat terjadi setelah seseorang mengalami kecelakaan cedera tulang belakang atau patah kaki. Bekas luka di sekitar saraf dan arthritis pada tulang belakang atau kaki dapat memicu sensasi abnormal dan kejang otot di kemudian hari.

    1. Rheumaotid arthritis

Menurut Merck Medical Library, rheumatoid arthritis dari pergelangan kaki dapat menyebabkan penyakit tarsal tuneel syndrome. Tekanan dari dekatnya pembengkakan akan memicu kesemutan di kaki dan menjadi penyebab kram kaki. Usahakan agar kaki tetap terangkat ke atas untuk meringankan gejala. Pada beberapa kasus kronis, dokter mungkin akan menyarankan operasi.

    1. Neuropati diabetik

Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes dengan gejala rasa kebas atau baal pada kaki atau tungkai, yang dapat menjadi penyebab kaki sering kram dan kesemutan. Keluhan ini disebabkan adanya kerusakan pada sistem saraf perifer karena kadar gula darah yang tidak terkontrol.

    1. Infeksi

Infeksi (tetanus) dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah dan memicu pembentukan jaringan parut di pembuluh darah, mengganggu sirkulasi darah, menyebabkan kesemutan dan menjadi penyebab kaki kram pada otot-otot ekstremitas bawah.

    1. Kehamilan

Penyebab kaki kram juga sering terjadi pada wanita yang sedang hamil, terutama saat memasuki bulan-bulan terakhir. Kaki kram ini kemungkinan terjadi karena kurangnya asupan magnesium dan kalium, atau disebabkan karena aliran darah ke kaki yang tidak berjalan lancar.

    1. Dehidrasi

Penyebab kaki kram yang sering kali tidak disadari adalah kurang asupan cairan tubuh. Apabila Anda mengalami dehidrasi berat, hal itu bisa menyebabkan gangguan elektrolit yang kemudian menjadi penyebab kaki sering kram dan kesemutan.

    1. Penyakit tertentu

Beberapa penyakit tertentu juga bisa menjadi penyebab kaki kram. Penyakit itu adalah penyakit hati, penyakit arteri perifer, pengapuran sendi (osteoarthritis), multiple sclerosis, neuropati perifer, hipotiroid dan diabetes tipe 2. Segera konsultasikan dengan dokter untuk menentukan penyebab kram kaki dengan pasti.

    1. Efek samping dari obat-obatan

Ketika anda sedang mengonsumsi obat-obatan seperti obat asma, obat antipsikotik, kortikosteroid, statik, dan diuretik, hal itu bisa menjadi penyebab kaki kram.

    1. Kelelahan

Jika terlalu lelah dalam melakukan aktivitas tertentu, hal itu bisa menjadi penyebab kram kaki. Sepak bola, angkat beban dan aktivitas yang melibat banyak lari adalah contoh olahraga yang bisa menjadi penyebab kaki kram. Kaki kram bisa semakin parah apabila melakukan aktivitas tersebut saat cuaca panas, karena hal itu bisa dibarengi dengan meningkatnya risiko dehidrasi.

    1. Posisi tubuh yang kurang tepat

Perlu diketahui, lenturnya otot ditentukan oleh keseimbangan postur tubuh setiap hari, baik ketika berdiri, duduk atau berbaring. Apabila terbiasa berdiri lama, namun tiba-tiba diharuskan duduk lama, atau kondisi sebaliknya, hal itu bisa menjadi penyebab kaki kram.

    1. Konsumsi obat-obatan tertentu

Obat-obatan yang Anda konsumsi ternyata juga bisa menjadi penyebab kram kaki. Beberapa jenis obat itu adalah obat osteoporosis, statin, pereda nyeri, asma, pil KB, dan obat hipertensi.

Mencegah Kram Kaki

Setelah mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab kaki kram, Anda juga harus mengetahui bagaimana mencegah terjadinya kram kaki. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Minumlah 8 gelas air putih setiap hari

Selain mencegah terjadinya dehidrasi, memenuhi asupan cairan tubuh juga bisa mengurangi kemungkinan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Jumlah cairan yang cukup di dalam tubuh harus dijaga, baik sebelum maupun sesudah beraktivitas berat atau berolahraga.

2. Latihan teratur

Peregangan kaki secara teratur akan membuat otot rileks dan mencegah kram. Jika kaki kram terjadi pada malam hari, regangkan kaki secara lembut. Hal ini akan membantu merangsang aliran darah di kaki.

3. Meningkatkan asupan kalium dan kalsium

Kedua mineral itu penting untuk membantu mengolah cairan di dalam tubuh. Konsumsi makanan kaya kalium, seperti pisang, unggas, dan ikan. Sedangkan untuk asupan kalsiumnya bisa mengonsumsi yoghurt rendah lemak atau susu bebas lemak.

4. Pakai alas kaki yang tepat

Alas kaki atau sepatu berhak tinggi sebaiknya dihindari. Kenakanlah alas kaki yang tepat dengan sol yang mendukung tubuh dengan baik.

5. Mandi air hangat sebelum tidur

Mandi air hangat akan mengendurkan otot-otot di kaki dan mengurangi kemungkinan kram kaki.

6. Menggunakan selimut tebal

Karena penyebab kaki kram bisa terjadi akibat paparan suhu dingin, Anda bisa menggunakan kaos kaki ditambah selimut tebal untuk lebih menghangatkan tubuh secara keseluruhan.

Kram kaki saat hamil

Saat hamil, selain mual muntah, sulit tidur ibu hamil pun juga akan mengalami kaki kram. Kram pada kaki biasanya terjadi pada trimester kedua kehamilan. Kram seringkali terasa saat malam hari dan akan mengganggu tidur.

Penyebab kram kaki saat hamil umumnya adalah :

    1. Kurangnya asupan mineral. Beberapa penelitian menemukan bahwa kurangnya kalsium, magnesium dan potassium menjadi penyebab kram otot. Tetapi riset belum dapat membuktikan bahwa mengkonsumsi supplemen dapat mencegah kaki kram saat hamil.
    2. Seiring dengan membesarnya rahim dan perut ibu, beberapa otot menekan peredaran darah kaki yang menuju jantung dan saraf disekitar kaki, sehingga mengakibatkan kram pada kaki.
    3. Kaki kram juga dapat terjadi bila kita terlalu lama berdiri atau secara tidak sadar duduk dengan menyilangkan kedua kaki pada waktu yang cukup lama.

Tindakan pencegahan

Untuk mencegah kaki kram saat hamil, cobalah beberapa tips di bawah ini:

    • Lakukan stretchingatau peregangan otot kaki sebelum tidur, dengan memutar-mutar pergelangan kaki secara perlahan. Hal ini dapat dilakukan sambil menonton TV ataupun di sela waktu luang sepanjang hari.
    • Usahakan jalan kaki ringan setiap hari untuk melancarkan peredaran darah kaki.
    • Hindari terlalu lelah dan tidurlah dengan posisi miring ke kiri yang diyakini dapat memperlancar peredaran darah dari dan ke kaki.
    • Perbanyak konsumsi air putih dan cobalah mandi dengan air hangat sebelum tidur.
    • Hindari memakai sepatu berhak tinggi selama hamil

Cara Mengatasi

Sedangkan jika sering mengalami kaki kram saat hamil, Anda dapat mengatasinya dengan cara:

    • Meluruskan kaki perlahan-lahan.
    • Mengompres bagian kaki yang kram dengan air hangat, atau botol hangat.
    • Memijat lembut dan melakukan rilaksasi dengan melenturkan telapak kaki ke arah dalam dan luar.
    • Berjalan perlahan untuk melancarkan peredaran darah
    • Sering mengkonsumsi pisang. Pisang mengandung mineral potassium yang menurut Mayo Klinik, dapat mengurangi gejala kram otot.

Segera pergi ke dokter jika kram saat hamil dibarengi dengan pembengkakan, kemerahan, susah berjalan ataupun kaki menjadi lembek, karena gelaja-gelaja tersebut menunjukkan adanya kemungkinan penyumbatan darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *