Keringat Berlebih saat hamil

Keringat Berlebih saat hamil (2)
Keringat Berlebih saat hamil

 

Keringat merupakan upaya tubuh untuk mendinginkan suhu badan ketika merasa kepanasan. Keringat tersebut dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar keringat kemudian keluar melalui pori-pori kulit. Saat wanita sedang hamil, akan banyak menimbulkan perubahan hormon. Misalnya saja, kehamilan bisa membuat ibu hamil terkena ambeien atau wasir, gusi jadi sensitif, dan bahkan wajah sampai berjerawat. Perubahan hormon ini biasanya terjadi dan efeknya bisa membuat hipotalamus (area otak yang membantu mengatur suhu tubuh) bereaksi. Hipotalamus akan memicu refleks keringat tubuh untuk mendinginkan tubuh saat suhu benar-benar memanas.

Hingga kini penyebab keringat berlebih (Hiperhidrosis) belum diketahui secara pasti, tetapi para ahli menyebutkan terdapat dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Hiperhidrosis dibagi menjadi dua, yaitu hiperhidrosis primer dan hiperhidrosis sekunder. Hiperhidrosis primer disebabkan karena faktor genetik di mana adanya sistem saraf yang teralu aktif merangsang kelenjar keringat sehingga menyebabkan keluarnya keringat yang berlebihan. Hal ini bisa diperparah dengan faktor psikologis seperti cemas, malu, dan takut. Sedangkan pada hiperhidrosis sekunder, keringat yang berlebihan disebabkan karena suatu penyakit atau kondisi tertentu antara lain:

    1. Mengonsumsi makanan pedas dan minuman tertentu, seperti kafein dan alkohol.
    2. Efek dari obat-obatan, seperti morfin, tiroksin dosis tinggi, aspirin, dan asetaminofen.
    3. Demam, pada saat suhu tubuh mulai turun.
    4. Berhubungan dengan berbagai penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, tuberkulosis, dan malaria
    5. Aktivitas berlebihan pada susunan saraf simpatis sebagai pengendali pembentukan keringat.
    6. Hipoglikemia atau kadar gula darah yang rendah.
    7. Hipertiroidisme, kelenjar tiroid yang menghasilkan sejumlah besar hormon.

Lalu apa penyebab ibu hamil sering berkeringat ?

Tubuh berkeringat saat hamil, biasanya terjadi pada teimester pertama, trimester ketiga dan pascapersalinan. Semua periode kehamilan ini akan lebih berdampak pada saat kehamilan trimester kedua dan bisa menghilang secara bertahap. Ketika sedang hamil, tubuh bekerja lebih keras dalam banyak hal, hingga dapat membuat berkeringat lebih banyak. Berikut beberapa penyebabnya lebih lanjut :

  • Peningkatan aliran darah dan metabolisme
    Volume darah ibu hamil akan meningkat sekitar 40% atau lebih untuk menyesuaikan dengan kebutuhan janin. Terpompanya darah dalam jumlah yang lebih banyak ke seluruh tubuh ibu hamil ini bisa membuat suhu tubuh meningkat. Ditambah lagi, metabolisme ibu hamil juga dalam keadaan bekerja lebih keras.
  • Peningkatan berat badan
    Rata-rata ibu hamil mengalami peningkatan berat badan sekitar 11-15 kg. Beban ekstra tersebut dapat membuat tubuh berkeringat lebih banyak, sekaligus membuat ibu hamil lebih cepat mengalami dehidrasi.
  • Faktor perubahan hormon
    Peningkatan hormon disebut sebagai faktor penyebab dalam banyak kasus keluhan ketidaknyamanan selama kehamilan, termasuk keringat berlebih.
  • Semakin meningkatnya pertumbuhan bayi yang dikandung

Semakin besar usia kehamilannya, maka ukuran bayi yang dikandungnya pun akan semakin besar sehingga membuat ibu hamil merasa sesak napas atau pengap.

  • Kondisi hipertiroidisme atau infeksi
    Kedua kondisi ini bisa membuat ibu hamil mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak, walaupun lebih jarang terjadi dibanding faktor-faktor lain di atas. Periksakanlah kepada dokter bila keringat mengganggu kenyamanan, atau bila diiringi gejala seperti demam, denyut jantung yang cepat, maupun perubahan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Sedang stress

Bukan hanya ibu hamil saja, ibu yang tidak sedang hamil juga akan lebih mudah untuk berkeringat ketika sedang stres. Ya, stres dapat memicu produksi keringat tubuh. Ibu hamil harus mengontrol stres dengan baik selama kehamilan karena selain dapat memicu keringat, sehingga saat ibu hamil alami stress atau cemas, tubuh akan merespon dengan mengeluarkan keringat. Jadi, hindari stress karena stress juga tidak baik untuk kesehatan ibu dan janin dalam kandungan.

Beberapa kelenjar keringat yang bertanggung jawab adalah sebagai berikut.

    • Aprokin adalah kelenjar yang sering memicu keluarnya keringat saat hamil. Kelenjar aprokin utamanya berada di ketiak dan di sekitar area kelamin. Aprokin bertanggung jawab jika tubuh mengeluarkan bau badan (disebabkan oleh gabungan keringat dan bakteri di tubuh).
    • Eccrine adalah kelenjar yang bertanggung jawab pada produksi keringat yang keluar saat hamil. Kelenjar ini biasanya terdapat pada seluruh bagian tubuh, tapi letak utamanya berada pada wajah, dada, punggung dan ketiak. Kelenjar eccrine tidak akan menimbulkan bau pada badan saat hamil. Tapi sayangnya, kelenjar inilah yang sering dan lebih banyak mengeluarkan keringat pada saat hamil.

Tips Agar ibu hamil tetap merasa sejuk

Merasa kepanasan terutama pada malam hari, memang merupakan hal normal bagi ibu hamil. Namun, dapat melakukan beberapa tips berikut agar tetap merasa nyaman:

    • Pilih pakaian berbahan katun, linen, atau serat alami lainnya. Bahan jenis ini memungkinkan lebih banyak udara yang bisa mencapai permukaan kulit, sehingga membuatmu merasa sejuk. Selain itu, lebih baik pilih pakaian yang longgar dan hindari pakaian berlapis-lapis.
    • Jaga agar ruangan tetap sejuk, misalnya dengan menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan (Air Conditioner – AC). Hindari berada di luar ruangan terlalu lama saat hari terasa panas. Meski demikian, bukan berarti jadi sama sekali tidak mau keluar kamar ya!
    • Mandi lebih sering. Mandi dengan air dingin pada siang hari dapat menyegarkan dan membuat tubuh terasa nyaman dan tubuh merasa segar.
    • Segera lap keringat yang muncul. Siasati dengan meletakkan handuk kecil di dekatmu, terutama ketika tidur di malam hari. Dengan begitu, bisa langsung mengelap keringat kapan pun.
    • Gunakan bedak tabur yang bebas kandungan talc. Bedak jenis ini dapat menyerap keringat dan mencegah biang keringat. Ibu hamil juga bisa menghindari penggunaan pelembap.
    • Jangan lupa untuk sering minum,selalu bawa botol air minum. Minumlah minimal 8 gelas air sehari. Kemungkinan perlu lebih banyak minum, bila keringat juga banyak. Tetap terhidrasi dapat membuat tubuh merasa sejuk, sekaligus mencegah pusing dan lemah saat kepanasan. Dehidrasi dapat membuat kurangnya air ketuban, kelelahan, sembelit, hingga mengganggu produksi ASI menjelang persalinan.
    • Hindari berada dalam ruangan yang sempit karena akan membuat tidak nyaman dan semakin tersiksa
    • Hindari makan makanan yang pedas dan minuman panas karena dapat membuat keringat berlebih
    • Selain yoga, olahraga yang juga ampuh untuk mengusir rasa gerah adalah berenang. Tidak hanya membuat tubuh terasa dingin, berenang dapat membantu menjaga agar berat badan ibu hamil tetap ideal.
    • Makan makanan yang dapat menyegarkan tubuh, seperti buah-buahan yang mengandung banyak air (melon, semangka, berry), timun, jus buah, es krim, sop buah dingin, yoghurt dingin dan yang lainnya

Komplikasi Keringat Berlebih

·         Infeksi jamur

Jamur akan tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembab, misalnya di telapak kaki dan kuku. Munculnya banyak keringat bisa berpotensi membuat jamur tumbuh subur.

·         Biang keringat dan ruam

Hal ini terjadi karena pori di sekitar kelenjar keringat tertutup sehingga keringat terjebak di bawah kulit. Biasanya terjadi di area dahi, punggung, dan dada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *