Kenali Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak

keterlambatan tumbuh kembang anak (1)
keterlambatan tumbuh kembang anak

Kenali Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak

Pertumbuhan anak memang menarik untuk diamati. Terkadang si kecil mampu mengungguli pertumbuhan bayi seusianya, namun ada keterlambatan di sisi lain. Perkembangan fisik setiap bayi memang berbeda-beda. Ada yang secara cepat bertumbuh, namun di sisi lain ada yang sedikit mengalami keterlambatan. Meski berbeda-beda, ibu tetap harus waspada terhadap tanda bayi terlambat berkembang. Ibu juga perlu mempercayai naluri untuk melihat ada yang aneh atau tidak dengan tumbuh kembangnya. Seringkali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda. Kisaran waktu pencapaian tiap tahap perkembangan umumnya cukup besar, misalnya seorang anak dikatakan normal jika ia dapat berjalan mulai usia 10 hingga 18 bulan, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusianya. Untuk itu, orang tua perlu mengenal tanda bahaya (red flag) perkembangan anak.

Seorang anak dapat mengalami keterlambatan perkembangan hanya disatu sisi perkembangan saja, atau dapat pula di lebih dari satu sisi perkembangan. Keterlambatan perkembangan umum atau global developmental delay merupakan keadaan keterlambatan perkembangan yang bermakna pada dua atau lebih ranah perkembangan. Secara garis besar, ranah perkembangan anak terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian. Sekitar 5 hingga 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data angka kejadian keterlambatan perkembangan umum belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum.

Istilah keterlambatan perkembangan umum dapat digunakan untuk anak yang berusia di bawah 5 tahun, sedangkan retardasi mental umumnya dipakai untuk anak yang lebih tua dimana tes IQ dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan dengan reliabilitas yang lebih baik. Anak dengan gangguan perkembangan umum tidak selalu mengalami retardasi mental dikemudian hari.

Penyebab keterlambatan perkembangan umum antara lain gangguan genetik atau kromosom seperti sindrom Down; gangguan atau infeksi susunan saraf seperti palsi serebral atau CP, spina bifida, sindrom Rubella; riwayat bayi risiko tinggi seperti bayi prematur atau kurang bulan, bayi berat lahir rendah, bayi yang mengalami sakit berat pada awal kelahirannya sehingga memerlukan perawatan intensif dan lainnya.

Untuk mengetahuinya, perlu data / laporan atau keluhan orang tua dan pemeriksaan deteksi dini atau skrining perkembangan pada anak. Pemeriksaan skrining perkembangan penting dilakukan dan harus dilakukan dengan menggunakan alat skrining perkembangan yang benar. Dengan mengetahui secara dini, maka dapat dicari penyebab keterlambatannya dan segera dilakukan intervensi yang tepat dan akurat.

Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak yang sederhana seperti yang tercantum di bawah ini. Jika orang tua menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan buah hatinya ke tenaga kesehatan terdekat.

Meskipun pertumbuhan dan perkembangan anak berbeda-beda, namun orang tua tetap harus waspada terhadap tanda anak mengalami keterlambatan perkembangan. Apa saja?

Tanda-tanda anak terlambat berkembang

  • Keterlambatan perkembangan fungsi motorik

Keterampilan motorik halus merupakan gerakan kecil, seperti memegang mainan atau benda yang lain. Sedangkan keterampilan motorik kasar merupakan gerakan yang lebih besar seperti melompat, memanjat tangga, atau melempar bola. Kemampuan menggenggam benda merupakan salah satu keterampilan fisik dan mental yang mencerminkan cara kerja saraf. Jika anak masih sulit menggenggam dan mengamati benda, maka kemungkinan perkembangan otot, saraf penglihatan dan motoriknya mengalami gangguan.

Kemajuan setiap anak memang mungkin berada di tingkat yang berbeda, namun sebagian besar dapat mengangkat kepalanya di usia 3 bulan, duduk di usia 6 bulan, dan dapat berjalan sebelum usia 2 tahun. Pada usia 5 tahun, kebanyakan anak sudah bisa melemparkan bola dan naik sepeda roda tiga.

Namun jika anak menunjukkan beberapa gejala seperti berikut, maka sangat mungkin dirinya mengalami keterlambatan perkembangan pada kemampuan motorik halus dan kasarnya:

    • Badan dan tungkai lunglai.
    • Lengan dan kaki kaku.
    • Tidak bisa duduk tanpa bantuan ketika usianya 9 bulan.
    • Refleks tidak sadar lebih dominan dibandingkan dengan refleks saat dalam kondisi sadar.
    • Kakinya kesulitan menopang berat tubuh saat umur 1 tahun.

Umumnya anak – anak mulai belajar merangkak, merayap dan belajar berdiri pada usia 12 -18 bulan. Meskipun ada juga bayi yang sudah mulai lancar berjalan ketika mengunjak usia 1 tahun. Jika pada usia 1,5-18 bulan tahun si kecil tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berjalan secara mandiri, anda perlu membicarakannya dengan ahli tumbuh kembang anak. Jika pemeriksaan fisik normal, keterlambatan berjalan ini bisa disebabkan oleh rangsangan yang kurang tepat untuk mendorong anak berjalan sendiri.

  • Keterlambatan perkembangan kemampuan bahasa atau berbicara

Proses pembelajaran bahasa dimulai ketika bayi memberitahu bahwa ia lapar dengan cara menangis. Di usia 6 bulan, kebanyakan bayi sudah mulai bisa mengenali suara dan bahasa-bahasa dasar. Di usia 12-15 bulan, bayi sudah harus bisa mengatakan beberapa kata sederhana, meskipun jika pelafalannya masih belum jelas. Kebanyakan balita bisa mengerti beberapa kata pada saat usianya 18 bulan. Ketika mencapai 3 tahun, kebanyakan anak-anak dapat berbicara dengan kalimat-kalimat singkat.

Gangguan bahasa terjadi saat anak mengalami kesulitan memahami apa yang orang lain katakan dan tidak bisa mengungkapkan isi pikiran mereka. Bahasa meliputi kemampuan berkomunikasi atau berbicara, kemudian gerakan berupa isyarat serta menulis. Selain itu, pendengaran yang buruk dapat menyebabkan keterlambatan ini, sehingga dokter biasanya akan melakukan tes yang secara spesifik menganalisa indera pendengarannya.

  • Gangguan spektrum autisme

Gangguan perkembangan saraf ini kerap mengganggu kemampuan anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Gejalanya mungkin tidak terlalu jelas diawal, namun menjadi lebih jelas ketika anak sudah mencapai usia 2 atau 3 tahun. Beberapa gejalanya :

    • Tidak menyahut kembali saat namanya dipanggil.
    • Enggan berpartisipasi dalam suatu aktivitas yang melibatkan banyak orang atau membutuhkan kontak fisik / enggan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar
    • Ekspresi wajah cenderung stabil dan sangat jarang berubah.
    • Kesulitan mengeluarkan kata saat berbicara seperti terbata-bata dan juga kesusahan mengingat kata dan kalimat.
    • Melakukan gerakan yang berulang-ulang atau menyebut kata secara berulang – ulang
    • Mengalami masalah koordinasi atau kesulitan menyeimbangkan dirinya.

Pengobatan untuk keterlambatan perkembangan seorang anak bervariasi dan disesuaikan dengan tipe atau jenis keterlambatan perkembangannya. Contohnya, terapi fisik disarankan untuk anak penderita keterlambatan perkembangan motorik, kemudian terapi perilaku dan pendidikan untuk membantu anak penderita autisme dan yang lainnya.

Penyebab keterlambatan tumbuh kembang anak

Gagal tumbuh tidak berdiri sendiri seperti sebuah penyakit, melainkan gejala dari penyakit yang harus ditelusuri asal penyebabnya. Menurut American Family Physican, keterlambatan tumbuh anak dapat disebabkan oleh faktor organik (kondisi medis anak) atau non-organik (lingkungan, sosial), bisa juga dikarenakan faktor keturunan. Namun, dalam prakteknya penyebab keterlambatan tumbuh dibedakan menjadi jumlah dan kualitas asupan kalori yang tidak sesuai, penyerapan kalori yang tidak sempurna, hingga kebutuhan kalori yang meningkat dalam kondisi medis tertentu

Asupan kalori yang tidak sesuai bisa terjadi karena:

    • Pemberian ASI/susu formula atau makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak tepat
    • Makanan yang diberikan tidak sesuai dengan usianya,
    • Ketersediaan makanan yang tidak memadai,
    • Stres pada anak yang menyebabkan nafsu makannya berkurang, stress pada anak saat masih dalam kandungan terbukti bisa menyebabkan anak mengalami gangguan autisme
    • Gangguan anatomi dari saluran cerna, seperti bibir sumbing atau penyempitan pada saluran cerna.

Jika asupan kalori si kecil sudah sesuai dan tercukupi, tetapi masih mengalami gagal tumbuh, ia kemungkinan memiliki gangguan penyerapan kalori, alergi terhadap makanan, hingga gangguan pada organ-organ pencernaan, seperti iritasi usus atau kelainan anatomi bawaan. Selain itu, gagal tumbuh bisa juga disebabkan karena kebutuhan kalori yang meningkat pada si kecil penyakit kronik, misalnya infeksi paru kronik, penyakit tiroid, hingga penyakit bawaan.

Selain faktor kelainan dalam tubuh anak, keterlambatan perkembangan motorik anak juga bisa disebabkan oleh sedikitnya rangsangan yang diterima si kecil baik oleh pengasuh, orangtua atau melalui mainannya. Saat masih bayi ia memiliki sedikit kesempatan untuk bergerak atau mengeksplorasi tubuhnya, sehingga ia tidak belajar bagaimana caranya bergerak dengan baik. Misalnya ia memiliki sedikit kesempatan untuk bermain dengan mainannya, jarang terlibat dengan anak-anak lainnya saat sedang bermain, tidak terlalu sering diajak berkomunikasi serta tidak mendapatkan atau jarang diajak bermain secara sosial dan verbal dengan orang dewasa. Pola asuh dari orangtua juga berpengaruh, orangtua yang sangat berhati-hati atau protektif bisa berkontribusi terhadap keterlambatan motorik anak, seperti tidak membiarkan anak bergerak dengan bebas atau terlalu sering menggendong anaknya terutama pada bayi yang sudah berusia diatas 8 bulan.

Karenanya orangtua harus membiarkan anaknya untuk bergerak bebas, sebatas tidak membahayakan si anak.Tidak ada atau kurangnya pengalaman yang dialami si kecil bisa menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik baik yang ringan maupun yang signifikan. Jika keterlambatan motorik ini tidak segera diatasi, cenderung akan diikuti oleh keterlambatan motorik visual, motorik halus atau komunikasi.

Namun jika penyebab keterlambatan akibat penyakit tertentu, maka orang tua sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter agar bisa dideteksi secara dini sehingga dapat dilakukan terapi untuk mengatasinya

Cara Mengatasi Terlambat Tumbuh

Hal pertama yang bisa ibu lakukan untuk buah hatinya adalah memberikan nutrisi yang cukup dan pola asuh yang baik. Penelitian membuktikan bahwa tingkat pengetahuan ibu berhubungan dengan status gizi si kecil. Pengetahuan gizi Ibu berperan dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan si kecil yg terlihat dari status gizinya. Jika anak mengalami salah satu gejala tersebut sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter, ahli gizi, serta pusat pelayanan kesehatan primer untuk penanganan lebih lanjut bagi kebaikan anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *