Kapan MP-ASI diberikan ?

mp asi (1)
mp asi

Kapan MP-ASI diberikan ?

Setelah melewati masa pemberian ASI eksklusif 6 bulan, bayi diharuskan mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI (MP-ASI). Apa yang perlu diketahui tentang pemberian MP-ASI ?

MPASI merupakan asupan makanan selain ASI eksklusif yang mulai diberikan dengan tujuan melatih keterampilan mengunyah. Setelah berusia 6 bulan, bayi mulai bisa dikenalkan dengan makanan pendamping ASI. Pemberian MP-ASI harus sesuai dengan jadwal yang ditentukan, dan diberikan secara bertahap, karena pemberian yang terlalu cepat atau lambat bisa menimbulkan masalah kesehatan pada bayi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ibu dianjurkan tetap memberikan ASI pada bayi, karena MP-ASI ini merupakan makanan pendamping dari ASI eksklusif.

Setelah berusia di atas 6 bulan, anak membutuhkan makanan pendamping karena ASI sudah tidak mencukupi kebutuhan energi dan nutrisi bagi anak. Sangat dibutuhkan pengetahuan orang tua yang baik mengenai makanan pendamping ASI karena jika diberikan dengan jumlah, komposisi dan waktu yang tidak tepat dapat menyebabkan anak mengalami malnutrisi yang berakibat pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Proses belajar makan pada anak bukan saja untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, melainkan juga sebagai momen untuk melatih keterampilan dan kebiasaan makan yang sehat. Pada proses makan juga terjadi interaksi antara orangtua dan anak yang dapat mendekatkan orangtua dan buah hati.

Kenapa MPASI sebaiknya diberikan saat bayi berusia 6 bulan?

Pemberian MPASI disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, kemampuan, serta kesiapan organ bayi untuk menerima makanan tambahan. Terlalu cepat atau lambat bisa memberikan efek yang tidak diinginkan bagi kesehatan bayi.

Efek pemberian MPASI terlalu cepat:

    • Motorik bayi belum siap, sehingga meningkatkan risiko tersedak.
    • Sistem pencernaan bayi belum siap, dapat muncul gangguan pencernaan.
    • Pemberian MP-ASI terlalu cepat merupakan faktor risiko alergi, eksim, dan obesitas.

Efek pemberian MPASI terlalu lambat:

    • Adanya gangguan pada pertumbuhan, dikarenakan asupan nutrisi dari ASI eksklusif tidak mencukupi kebutuhan harian bayi.
    • Penolakan terhadap MP-ASI, bayi menjadi picky eaterkarena tidak dibiasakan dengan MP-ASI

Tanda bayi siap mendapatkan makanan padat?

Makanan pendamping ASI dapat mulai diberikan jika bayi sudah menunjukkan tanda siap makan, kebanyakan bayi normal menunjukkan tanda –tanda siap makan pada usia 6 bulan. Tanda bayi siap makan, yaitu kepala sudah tegak, sudah bisa duduk dengan bantuan, refleks menjulurkan lidah berkurang, tertarik melihat orang makan, mencoba meraih makanan, dan membuka mulut jika disodori sendok/makanan.

Bagaimana memberikan makanan pendamping ASI yang baik?

Pada awal pemberian MP-ASI, mulailah dengan makanan lembut dengan konsistensi halus/saring yang encer pada tahap perkenalan dan kemudian dikentalkan secara bertahap. Semangkuk bubur yang encer mengandung kalori dan zat gizi yang lebih sedikit dibandingkan semangkuk bubur kental untuk volume yang sama. Tekstur makanan dinaikkan secara bertahap. Setelah bubur saring, dapat dinaikkan menjadi bubur kasar tidak disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, dan terakhir makanan keluarga seperti soto, sayur sop.

Syarat pemberian MPASI menurut WHO

  • Tepat waktu

MP-ASI harus diberikan saat kebutuhan bayi sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI saja. Makanan padat perlu dikenalkan pada usia 6‒9 bulan untuk mengurangi risiko terjadinya masalah makan pada usia batita. Selain itu, menunda pemberian makanan padat juga ternyata justru berkaitan dengan munculnya gejala alergi pada usia 5 tahun. Konsistensi MP-ASI dimulai dari makanan lumat seperti bubur halus pada usia 6 bulan, dilanjutkan dengan makanan keluarga dengan tekstur lembik / halus seperti nasi tim pada usia 12 bulan. Selanjutnya, setelah usia 1 tahun, anak dapat mulai makan makanan keluarga.

  • Kandungan energi, gizi, dan mineral dalam MP-ASI mampu memenuhi kebutuhan bayi sesuai usia. Syarat kedua ini dapat dipenuhi dengan menggunakan makanan fortifikasi sesuai usia bayi seperti bubur bayi yang dijual di pasaran apabila ibu tidak sempat membuat sendiri di rumah
  • Aman; MP-ASI disiapkan dan diolah secara bersih, bebas nitrat (karena berkaitan dengan gangguan pengikatan oksigen oleh darah), serta garam dan gula dalam jumlah yang cukup dan dibatasi.
  • Cara pemberian MP-ASI yang benar. Cara pemberian yang benar meliputi penerapan jadwal makan, makan tanpa distraksi dan paksaan, kombinasi jenis makanan, dan pemanfaatan waktu makan untuk mempererat hubungan dengan bayi.

Setelah mengetahui bagaimana seharusnya ASI dan MP-ASI diberikan, jangan lupa tetap memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi. Dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS), pertumbuhan bayi perlu dipantau setiap bulan hingga usia 12 bulan. Selanjutnya, anak diperiksa panjang dan berat badan setiap 3 bulan hingga usia 3 tahun. Perkembangan dapat diperiksa dengan mengamati kemampuan bayi atau anak dalam berinteraksi sosial, sikap dan perilaku termasuk bagaimana bayi atau anak bermain, serta kemampuan dalam mengekspresikan bahasa verbal maupun non verbal.

Panduan MP-ASI yang telah diberikan oleh WHO ini cukup penting untuk diperhatikan oleh ibu yang memiliki bayi, karena panduan tersebut mengandung proses yang tidak boleh ditinggalkan serta lebih mengedepankan tentang kesiapan dari bayi tersebut untuk mencerna makanan.

Bahkan tak sedikit ditemui ibu-ibu yang sudah memberikan MP-ASI pada bayinya dibawah usia 6 bulan. Hal ini bisa mengakibatkan bayi bisa mengalami asupan energi yang kosong serta nutrisi yang tak bisa didapat hanya dengan mengkonsumsi ASI saja dan bisa menyebabkan terjadinya resiko  kematian karena pencernaan bayi tidak siap menerima asupan makanan padat.

Padahal perlu diketahui apabila seorang bayi yang usianya baru menginjak 6 bulan mempunyai sistem imun yang masih minimal berbeda dengan bayi yang usianya sudah lebih 6 bulan. Dengan begitu bayi akan rentan terkena sakit apabila terdapat bakteri kuman serta virus yang tak diinginkan masuk ke dalam tubuh si bayi.

Mengubah kebiasaan buah hati yang selama ini hanya mengonsumsi ASI tidaklah mudah. Mulai lah dengan ajak bayi makan bersama di meja makan, ajari bayi untuk belajar makan sendiri. MP-ASI yang diberikan sedikit dan bertambah seiring waktu. Dan juga hindari makanan dengan tambahan penyedap rasa.

Pantangan Pemberian MPASI

Saat mengenalkan MP-ASI, usahakan kenalkan satu persatu makanan, agar diketahui apakah terdapat alergi atau tidak. Apabila tidak, maka bisa ditambahkan makanan lain.

Selain itu, beberapa makanan yang harus dihindari adalah:

  • Makanan yang keras, bulat, seperti popcorn, kacang, atau permen, karena berisiko menyebabkan bayi tersedak, jika bayi berusia dibawah 12 bulan, karena dapat menyebabkan tersedak.
  • Susu sapi murni dan madu. Konsumsi susu sapi dapat menyebabkan kekurangan zat besi, sedangkan pada madu dapat terjadi keracunan botulism.
  • Jus buah. Jus buah dapat dikenalkan bila anak sudah bisa minum dari gelas, namun tidak dianjurkan jika usia anak belum 6 bulan. Mengkonsumsi jus buah atau buah yang dihaluskan bisa menimbulkan diare dan gigi berlubang.
  • Makanan cepat saji dan makanan kemasan pada bayi, karena mengandung bahan pengawet atau zat tambahan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *