Ibu Mahir Mengejan, Bayi Lahir Aman

teknik mengejan (3)
teknik mengejan

Ibu Mahir Mengejan, Bayi Lahir Aman

Jika salah mengejan, akan berbahaya!

Karena proses persalinan adalah proses yang alami, dan proses yang sangat melibatkan insting. Memang pada kenyataannya atasu pada praktiknya disebagian besar pelayanan kesehatan baik Rumah Sakit, Klinik, Puskesmas atau tempat praktek kebidanan, mereka sebagian besar memerintahkan ibu untuk mengejan sekuat tenaga dengan posisi berbaring. Namun kembali lagi kepada anda bahwa KNOWLEDGE is POWER dan ini adalah sebuah pilihan. Seiring dengan berkembangnya ilmu dan pengetahuan dalam kebidanan, para ahli meneliti ada tiga hal yang mendukung kelancaran proses bersalin, salah satunya adalah POWER. Power ini antara lain kekuatan ibu untuk mengejan yang disertai kontraksi rahim untuk proses melahirkan sang bayi dari dalam kandungan.

Mengapa kemampuan ibu untuk mengejan sangat penting dalam proses bersalin? Mengejan akan sangat membantu otot rahim mendorong bayi menuju jalan lahir. Kemampuan mengejan dengan benar, akan menentukan keadaan bayi yang dilahirkan. Bila seluruh keadaan bayi dan kondisi jalan lahir ibu memenuhi syarat untuk dilangsungkan proses persalinan normal, tetapi ibu tak mampu mengejan dengan baik, maka bayi akan terlalu lama berada di jalan lahir (dasar panggul). Keadaan ini membuat bayi tidak aman, menyebabkan bayi lahir mengalami gangguan pernafasan, tidak bisa menangis, dan bayi tampak tidak bugar.

Tentang posisi melahirkan, diperkirakan bahwa sebagian besar wanita didorong atau di motivasi untuk mengejan dengan posisi berbaring atau setengah duduk posisi karena dengan posisi tersebut maka akan lebih nyaman untuk petugas. Ketika seorang ibu bersalin mengambil posisi semi berbaring di tempat tidur, lebih mudah untuk mengakses perut ibu untuk memantau detak jantung janin. Bahkan di Indonesia dalam pelatihan APN (Asuhan Persalinan Normal) pun dianjurkan dengan pelatihan posisi ibu bersalin dengan setengah duduk. Bukan dengan posisi alternative yang lain, misalnya jongkok, duduk, merangkak atau bahkan berdiri. Jadi wajar apabila akan terasa aneh dan terkesan “neko-neko” apabila anda meminta mereka untuk menolong melahirkan dengan posisi tegak.

Mengenali Tubuh Siap Mengejan

Mengejan atau mendorong bayi lahir dapat dilakukan setelah leher rahim (serviks) sudah benar – benar membuka lengkap yaitu 10 cm. Saat itu ibu akan merasakan kontraksi yang terjadi berulang kali 4 – 5 kali selama 5 menit dengan durasi sekitar 45 – 50 detik. Adanya kontraksi ini membantu ibu selama mengejan sehingga proses melahirkan akan lebih efektif. Saat kontraksi terjadi, ibu akan merasakan adanya keinginan kuat untuk mendorong bayi. Ibu juga akan merasakan adanya tekanan yang kuat pada anus seperti ingin buang air besar.

Lakukan Proses Mengejan Seperti Ini

Agar bisa menjalani proses mengejan dengan lancar, ikuti tips berikut ini, :

  • Ketika merasakan kontraksi, ibu mungkin dianjurkan untuk mengejan demi mempercepat proses persalinan. Bagi kebanyakan wanita, mengejan dapat membuat tubuh terasa lebih baik.
  • Sebelum dan sesudah kontraksi, disarankan untuk mengambil napas dalam lalu hembuskan.
  • Dianjurkan makan dan minum disela – sela kontraksi, untuk menambah power ibu
  • Jangan menegangkan wajah saat mengejan.
  • Coba cari beberapa posisi yang paling nyaman saat mengejan. Contohnya bisa dengan posisi jongkok atau berbaring ke arah samping dengan kaki diangkat.
  • Saat mengejan, posisikan dagu di atas dada dan tarik kaki ke arah dada. Posisi ini  akan membantu semua otot-otot ibu bekerja dengan baik.
  • Ibu juga bisa memakai otot-otot yang digunakan saat buang air besar saat mengejan. Otot-otot tersebut sangat kuat dan efektif membantu si kecil lahir. Ibu tidak perlu takut akan mengeluarkan feses saat memakai otot-otot ini, karena hal tersebut biasa terjadi dan bukanlah hal yang memalukan. Terkadang feses bisa menghambat turunnya kepala dan kemajuan pembukaan.
  • Gunakan seluruh tenaga ibu saat mengejan. Namun pada waktu tertentu, ibu mungkin diminta untuk mengejan dengan lembut. Pengurangan tekanan bisa menghindari risiko robeknya dinding vagina.
  • Jangan lupa untuk beristirahat di antara waktu kontraksi untuk menambah energimu.
  • Gunakan kaca untuk melihat kepala bayi. Hal ini bisa memberi motivasi dan semangat saat merasa lelah menjalani proses persalinan. Namun, tidak dianjurkan jika ibu memang tidak kuat untuk melihatnya

Ada beberapa hal yang mempengaruhi seorang ibu tidak mampu mengejan :

    • Usia yang sudah lebih dari 35 tahun
    • Keadaan kesehatan ibu yang kurang optimal
    • Jarak kehamilan yang terlalu dekat
    • Rasa takut dan trauma terhadap persalinan yang lalu
    • Kelelahan karena teknik mengejan yang salah

Hindari hal – hal berikut saat mengejan !

  1. Jangan berteriak terlalu keras

Berteriak yang tak terkontrol dan tanpa disadari dapat mebuat ibu kelelahan dan kehilangan kendali selama proses mengejan. Cobalah mengeluarkan suara lebih pelan dan lembut sehingga ibu bisa mengatur nafas dengan benar.

Berteriak terlalu keras juga dapat membuat urat-urat di wajah ibu menegang. Meskipun sepele, ternyata hal tersebut dapat membuat kulit wajah lebih mudah kendur setelah proses kelahiran berlangsung. Maka cobalah untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Namun, jika ibu tetap panik dan tidak dapat mengontrol diri, ajaklah suami untuk turut mendampingi proses persalinan agar ibu mendapatkan ketenangan batin.

  1. Jangan menutup mata rapat-rapat

Mengingat bahwa ibu harus mengeluarkan bayi melalui lubang vagina yang kecil, maka otomatis membutuhkan tenaga ekstra untuk melalui proses tersebut. Maka dari itu, ketika mengejan ibu seharusnya membuka mata. Hal tersebut bertujuan untuk mata ibu tidak mendapatkan tekanan berlebih yang bisa membuat pembuluh darah di selaput mata menjadi pecah. Jadi, usahakan untuk tetap membuka mata dan mengarahkan pandangan ke arah bagian perut.

  1. Jangan mengejan tanpa aba-aba dari dokter atau bidan

Jangan terburu-buru mengejan sebelum dokter atau bidan meminta ibu untuk melakukannnya.  Biasanya dokter atau bidan akan meminta ibu untuk mengejan apabila pembukaan sudah lengkap 10 cm, bertujuan menghindari pembengkakan atau edema pada mulut rahim jika pembukaan belum lengkap tapi sudah memaksa mengejan.

Bukan hanya itu, saat ibu mengejan tanpa aba-aba dari dokter atau bidan, hal yang ditakutkan adalah nantinya bayi ibu terhimpit lubang vagina di waktu yang tidak tepat. Jika bayi sudah terhimpit, maka bisa saja ia akan membiru dan kehilangan nafas. Untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan, maka tunggulah aba-aba dari dokter atau bidan.

  1. Kontrol nafas dengan baik

Tarik nafas dengan tepat berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri serta memberikan sumber energi bagi ibu. Teknik pernapasan yang benar dapat dipelajari pada kelas senam hamil. Selain dari kelas hamil, ibu juga bisa mempelajarinya pada video-video yang dapat dengan mudah ditemukan di YouTube.

  1. Hindari mengangkat panggul atau bokong

Jika tidak ingin banyak jahitan pada vagina dan perineum, maka jangan pernah mengangkat panggul atau bokong ketika mengejan! Usahakan sebisa mungkin diri ibu untuk selalu rileks. Lemaskanlah bagian panggul ketika persalinan berlangsung agar robekan perineum tidak menjadi lebih lebar dan tidak memerlukan jahitan lebih banyak di area tersebut.

Tetap semangat, optimis dan percaya pada diri sendiri saat menjalani persalinan akan membantu proses mengejan berjalan dengan lebih baik dan lancar. Jika ada hal yang kurang nyaman, segera sampaikan kepada petugas yang menangani. Ya, memang persalinan adalah hal yang berat dan melelahkan, namun jika dijalan dengan pikiran positif dan persiapan matang, pasti akan dapat melalui nya dengan lancar.

Semangat moms, pasti bisa ! 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *