Faktor – faktor yang mempengaruhi persalinan

Faktor - faktor yang mempengaruhi persalinan (1)
Faktor – faktor yang mempengaruhi persalinan

Secara fisiologis, ketika usia kehamilan sudah cukup matur, timbul serangkaian gejala yang menandakan dimulainya persalinan. Faktor yang menyebabkan persalinan dimulai. Faktor‐faktor tersebut saling bekerjasama menghasilkan kontraksi uterus yang sangat kuat, teratur, ritmik yang berakhir dengan lahirnya janin dan plasenta. Faktor‐faktor yang dimaksud adalah:

    1. Passage (jalan lahir)

Adalah jalan lahir yang harus dilewati janin terdiri dari rongga panggul, dasar panggul, serviks dan vagina. Agar janin dan plasenta dapat melalui jalan lahir tanpa ada rintangan, maka jalan lahir tersebut harus normal. Rongga panggul yang normal adalah pintu atas panggul hampir berbentuk bundar, sacrum lebar dan melengkung, promontorium tidak menonjol ke depan, kedua spina ischiadica tidak menonjol ke dalam, sudut arcus pubis cukup luas (90-100 cm), ukuran conjugata vera (ukuran muka belakang pintu atas panggul yaitu dari bawah simfisis ke promontorium) ialah 10-11 cm, ukuran diameter transversa (ukuran melintang pintu atas panggul) 12-14 cm, diameter oblique (ukuran serong pintu atas panggul) 12-14 cm, pintu bawah panggul ukuran muka melintang 10-10,5 cm. Jalan lahir dianggap tidak normal dan kemungkinan dapat meneyebabkan hambatan pada persalinan apabila panggul sempit seluruhnya, panggul sempit sebagian, panggul miring, panggul seperti corong, ada tumor dalam panggul.

Dasar panggul terdiri dari otot dan macam-macam jaringan, yaitu otot panggul dalam dan yang menutupi panggul bawah. Jaringan lunak terdiri dari segmen bawah rahim yang dapat meregang, serviks, otot dasar panggul, vagina, dan introitus vagina. Sebelum persalinan dimulai, uterus terdiri atas korpus uteri dan serviks uteri. Saat persalinan dimulai kontraksi uterus menyebabkan korpus uteri berubah menjadi dua bagian, yaitu bagian atas yang tebal, berotot pasif, dan berdinding tipis yang secara bertahap akan menebal. Apabila terdapat kekakuan pada jaringan, maka otot ini akan mudah rupture. Kelainan pada jalan lahir adalah disebabkan oleh serviks yang kaku (pada primi tua, serviks yang cacat atau skiatrik), serviks gantung, serviks konglumer, edema serviks (terutama karena panggul sempit), terdapat vaginal septum, dan adanya tumor pada vagina

Jalan lahir sangatlah diutamakan agar proses persalinan akan berjalan dengan baik dan normal. Jika jalan lahir tidak terasa normal maka persalinan akan mengalami beberapa hambatan yang terjadi.

    1. Power (kekuatan)

His merupakan kontraksi yang melibatkan otot-otot rahim. Power merupakan kekuatan atau tenaga yang mendorong janin dapat keluar dari rahim. Kekuatan tersebut berasal dari kontaksi His atau Uterus.Kontraksi yang terjadi akan bersifat involunter sehingga hal ini menjadi Faktor yang mempengaruhi persalinan  yang perlu diperhatikan juga. His yang normal adalah timbulnya tiba-tiba perlahan tetapi teratur, makin lama bertambah kuat sampai pada puncaknya yang paling kuat kemudian berangsur-angsur menurun menjadi lemah. His ada dua yaitu His palsu dan His persalinan.

His Palsu adalah his yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot dinding perut yang mengakibatkan peningkatan tekanan pada intraabdominal, sedangkan his persalinan berasal dari kepala janin yang menekan dasar panggul sehingga menimbulkan refleks mengejan serupa dengan tenaga mengejan saat buang air besar. Mengejan atau meneran memberikan kekuatan yang sangat membantu dalam mengatasi resistensi otot-otot dasar panggul. Persalinan akan berjalan normal jika his dan tenaga meneran ibu baik. Kelainan his dan tenaga meneran dapat disebabkan karena hypotonic (atonia uteri) dan hypertonic (tetania uteri)

    1. Psikologis
      Apabila sang ibu memiliki psikis yang buruk maka akan membuat dan mempengaruhi His dan pembukaan kurang lancar. Sehingga, kemungkinan besar persalinan akan terhambat. Perasaan takut dan cemas merupakan faktor utama yang menyebabkan rasa sakit dalam persalinan dan berpengaruh terhadap kontraksi rahim dan dilatasi serviks.
    2. Passenger
      • Terdiri dari janin dan plasenta. Janin yang bergerak di sepanjang jalan lahir menjadi tanda dari faktor yang mempengaruhi persalinan. Passenger terdapat kepala janin, peresentasi, leak dan bahkan posisi janin.
      • Kelainan yang sering menghambat adalah kelainan ukuran dan bentuk kepala seperti hydrocephalus ataupun anencephalus, kelainan letak seperti letak muka atau letak dahi, kelainan posisi janin seperti letak lintang atau sungsang.
    1. Para penolong
      • Dalam menentukan kelahiran atau persalinan maka para penolong sangat dibutuhkan untuk memperlancar persalinan. Kompetensi yang dimiliki penolong sangat dibutuhkan dalam memperlancar proses persalinan dan mencegah kematian maternal neonatal. Dengan pengetahuan dan kompetensi yang baik, diharapkan kesalahan dan malpraktik dalam memberikan asuhan tidak terjadi.
      • Peran dari penolong persalinan adalah mengantisipasi dan menangani komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan janin, maka hal ini bergantung dari kemampuan dan kesiapan para penolong dalam menghadapi proses persalinan. Dengan bantuan para penolong maka persalinan akan terkendali.

Kebutuhan dasar selama persalinan

    1. Dukungan fisik dan psikologis

Dukungan fisik dan psikologis tidak hanya diberikan oleh bidan atau dokter, melainkan suami, keluarga, dan teman. Dukungan fisik dan emosional harus sesuai dengan aspek sayang ibu yaitu:

    • Aman, sesuai evidence baseddan menyumbangkan keselamatan jiwa ibu;
    • Memungkinkan ibu merasa nyaman, aman, serta emosional serta merasa didukung dan didengarkan;
    • Menghormati praktek budaya, keyakinan agama, ibu atau keluarga sebagai pengambil keputusan;
    • Menggunakan cara pengobatan yang sederhana  sebelum memakai teknologi canggih; dan
    • Memastikan bahwa informasi yang diberikan adekuat serta dapat dipahami oleh ibu.
    1. Kebutuhan cairan dan nutrisi

Selama persalinan, ibu memerlukan minum dan sangat dianjurkan minum minuman yang manis dan berenergi. Pemberian makan dan minum selama persalinan merupakan hal yang tepat, karena memberikan lebih banyak energi dan mencegah dehidrasi (dehidrasi dapat menghambat kontraksi atau tidak teratur dan kurang efektif).

    1. Kebutuhan eliminasi

Selama persalinan terjadi penekanan pada pleksus sakrum oleh bagian terendah janin sehingga menyebabkan retensi urin maupun sering berkemih. Pemenuhan kebutuhan eliminai selama persalinan perlu difasilitasi agar membantu kemajuan persalinan dan ibu merasa nyaman. Oleh karena itu, anjurkan ibu untuk bereliminasi secara spontan minimal 2 jam sekali selama persalinan, apabila tidak mungkin dapat dilakukan kateterisasi.

    1. Posisi ambulasi

Selama persalinan, pemilihan posisi dapat membantu ibu tetap tenang dan rileks. Berikan pilihan posisi persalinan yang aman dan nyaman. Tidur terlentang tidak perlu ibu lakukan terus menerus selama persalinan, ibu dapat berdiri dan jalan-jalan. Jika tidak memungkinkan untuk jalan-jalan anjurkan ibu untuk tidur miring ke kiri.

    1. Pengurangan rasa sakit dan nyeri

Pendekatan pengurangan rasa sakit sebagai berikut:

    • Adanya seorang yang dapat mendukung dalam persalinan;
    • Pengaturan posisi;
    • Relaksasi dan latihan pernapasan ;
    • Istirahat dan privasi;
    • Penjelasan mengenai proses atau kemajuan atau prosedur yang akan dilakukan;
    • Asuhan diri;
    • Sentuhan

Lima benang merah dalam persalinan

Pada setiap persalinan baik fisiologis maupu patologis terdapat lima aspek dasar yang disebut dengan Lima Benang Merah yang penting dan saling terkait dalam asuhan persalinan yang bersih dan aman yang selalu berlaku dalam penatalaksanan persalinan mulai dari kala I hingga kala IV, termasuk penatalaksanaan bayi baru lahir.

    1. Keputusan klinik

Membuat keputusan merupakan proses menentukan penyelesaian masalah dan asuhan yang diperlukan oleh pasien. Keputusan itu harus :

    1. Akurat
    2. Komprehensifbagi pasien, keluarga pasien dan petugas kesehatan
    3. Aman

Dalam membuat keputusan klinik, terdapat 7 langkah yang berurutan, yaitu:

    1. Pengumpulan data
    2. Interpretasi datauntuk mendukung diagnosis dan identifikasi masalah
    3. Menetapkan diagnosis kerjaatau merumuskan masalah
    4. Menilai adanya kebutuhandan kesiapan intervensi untuk menghadapi masalah
    5. Menyusun rencana asuhan ( intervensi)
    6. Melaksanakan asuhan ( implementasi)
    7. Memantau atau mengevaluasiefektifitas asuhan atau intervensi solusi

Dikenal dengan 7 langkah varney.

    1. Sayang ibu dan bayi

Asuhan sayang ibu dan bayi perlu diterapkan terutama saat proses persalinan dan pasca persalinan.

      1. Asuhan sayang ibu dan bayi dalam proses persalinan, antara lain :
        • Panggil ibu sesuai namanya, hargai dan perlakukan ibu sesuai martabatnya
        • Jelaskan semua asuhan dan perawatan kepada ibu sebelum memulai asuhan tersebut
        • Jelaskan proses persalinan kepada ibu dan keluarga
        • Anjurkan ibu untuk bertanya dan membicarakan rasa takut atau khawatir
        • Dengarkan dan tanggapi pertanyaan dan kekhawatiran ibu
        • Berikan dukungan, besarkan hatinya dan tenteramkan perasaan ibu beserta anggota keluarganya
        • Anjurkan ibu untuk ditemani suami dan atau anggota keluarga yang lain selama persalinan dan kelahiran bayinya
        • Ajarkan suami dan anggota keluarga mengenai cara – cara bagaimana mereka dapat memperhatikan dan mendukung ibu selama persalinan dan kelahiran bayinya
        • Secara konsisten lakukan praktik – praktik pencegahan infeksi yang baik
        • Hargai privasi ibu
        • Anjurkan ibu untuk mencoba berbagai posisi selama persalinan dan kelahiran bayi
        • Anjurkan ibu untuk minum dan makan ringan sepanjang ia menginginkannya
        • Hargai dan perbolehkan praktik – praktik tradisional yang tidak merugikan kesehatan ibu
        • Hindari tindakan berlebihan dan mungkin membahayakan seperti episiotomi, pencukuran dan klisma
        • Anjurkan ibu untuk memeluk bayinya sesegera mungkin
        • Membantu memulai pemberian ASI dalalm satu jam pertama setelah kelahiran bayi
        • Siapkan rencana rujukan ( bila perlu )
        • Mempersiapkan persalinan dan kelahiran bayi dengan baik dan bahan – bahan, perlengkapan dan obat – obatan yang diperlukan. Siap untuk melakukan resusitasi bayi baru lahir pada setiap kelahiran bayi.

2. Asuhan sayang ibu dan bayi dalam pascapersalinan, antara lain :

        • Anjurkan ibu untuk selalu berdekatan dengan bayinya ( rawat gabung )
        • Bantu ibu untuk mulai membiasakan menyusui dan anjurkan pemberian ASI sesuai dengan permintaan
        • Ajarkan ibu dan keluarga tentang nutrisi dan istirahat yang cukup setelah melahirkan
        • Anjurkan suami dan anggota keluarga untuk memeluk bayi dan mensyukuri kelahiran bayi
        • Ajarkan ibu dan anggota keluarga tentang gejala dan tanda bahaya yang mungkin terjadi dan anjurkan mereka untuk mencari pertolongan jika timbul masalah atau rasa khawatir
      1. Pencegahan infeksi. Pencegahan infeksi ( PI ) harus diterapkan dalam setiap aspek asuhan untuk melindungi ibu, bayi baru lahir, keluarga, penolong persalinan dan tenaga kesehatan lainnya.
      1. Dokumentasi. Pencatatan (pendokumentasian) adalah bagian penting dari proses membuat keputusan klinik karena memungkinkan penolong persalinan untuk terus menerus memperhatikan asuhan yang diberikan selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Partograf adalah bagian terpenting dari proses pencatatan selama persalinan.

Aspek – aspek penting dalam pencatatan adalah :

    1. Tanggaldan waktu asuhan diberikan
    2. Identifikasipenolong persalinan
    3. Parafatau tanda tangan ( dari penolong persalinan ) pada semua catatan
    4. Mencakup informasi yang berkaitan secara tepat, dicatat dengan jelasdan dapat dibaca
    5. Suatu sistem untuk memelihara catatan pasien sehingga selalu siap tersedia
    6. Kerahasiaandokumen – dokumen medis
    7. Rujukan

Rujukan diharapkan mampu menyelamatkan jiwa para ibu dan bayi baru lahir. Setiap penolong persalinan harus mengetahui lokasi fasilitas rujukan yang mampu untuk melaksanakan kasus kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir seperti :

    1. Pembedahan termasuk bedah sesar
    2. Transfusi darah
    3. Persalinan mengggunakan ekstraksi vakum atau cunam
    4. Pemberian antibiotik intravena
    5. Resusitasi bayi baru lahir dan asuhan lanjutan bagi bayi baru lahir

Ada beberapa persiapan – persiapan dan informasi yang harus dimasukkan dalam rencana rujukan, antara lain :

      • Siapa yang akan menemani ibu atau bayi baru lahir
      • Tempat – tempat rujukan mana yang lebih disukai ibu dan keluarga ? (jika ada lebih dari satu kemungkinan tempat rujukan, pilih tempat rujukan yang paling sesuai berdasarkan jenis asuhan yang diperlukan)
      • Sarana transportasi yang akan digunakan dan siapa yang akan mengendarainya. (ingat bahwa transportasi harus tersedia segera, baik siang maupun malam kapan pun waktunya)
      • Orang yang ditunjuk menjadi donor darah, jika transfusi darah diperlukan
      • Uang yang disisihkan untuk asuhan medis, transportasi, obat – obatan dan bahan – bahan
      • Siapa yang akan tinggal dan menemani anak – anak yang lain pada saat ibu tidak di rumah

Dari beberapa persiapan – persiapan dan informasi yang harus dimasukkan dalam rencana rujukan, untuk memudahkan bagi penolong untuk mengingat hal – hal penting tersebut maka terdapat singkatan BAKSOKUDA.

B   : BIDAN

A   : ALAT

K   : KELUARGA

S    : SURAT

O   : OBAT

K   : KENDARAAN

U   : UANG

DA : DARAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *