Darah Nifas (Lochea)

Darah  Nifas (Lochea) (1)
Darah Nifas (Lochea)

Darah Saat Masa Nifas (Lochea)

Setiap ibu yang melahirkan pasti akan mengalami perdarahan setelah melahirkan atau yang disebut dengan masa nifas. Perdarahan ini adalah mekanisme alami dari tubuh untuk membersihkan rahim dari darah dan plasenta yang terbentuk selama hamil. Salah satu yang ikut luruh dan dikeluarkan pada masa nifas adalah lokhea. Lochia diartikan sebagai darah nifas atau ekskresi yang terjadi selama periode pasca persalinan. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti “berhubungan dengan kelahiran.” Lochia terdiri dari darah, jaringan yang terkelupas dari lapisan uterus, dan bakteri. Selama beberapa hari setelah melahirkan, lochia terdiri dari darah dalam jumlah yang wajar, jadi warnanya merah terang dan terlihat seperti darah menstruasi yang berat. Lochia bisa keluar berupa pancaran darah. Bila Anda berbaring untuk sementara waktu dan darah telah berkumpul di vagina, Anda akan melihat gumpalan darah kecil saat bangkit dari posisi berbaring.

Jika semuanya berjalan lancar, jumlah ekskresi yang keluar akan semakin berkurang setiap hari, dan dalam 2 sampai 4 hari pasca melahirkan, lochia akan menjadi lebih berair dan berubah warna menjadi merah muda. Setelah 10 hari pasca melahirkan, Anda akan mengeluarkan ekskresi dengan warna campuran kuning-putih dalam jumlah yang sedikit dan kebanyakan terdiri dari sel darah putih dan sel dari lapisan uterus. Lochia akan berangsur berkurang sebelum berhenti sepenuhnya. Proses ini umumnya berlangsung dalam 2 hingga 4 minggu, meski sejumlah wanita ada yang terus mengeluarkan lochia dalam jumlah yang sedikit atau berupa bercak yang tidak merata selama beberapa minggu ke depannya. Jika mulai mengonsumsi pil KB atau menerima suntikan Depo-Provera, bisa jadi bercak akan terus keluar selama lebih dari 1 bulan, dan itu normal terjadi. Banyak wanita meyakini jika aliran lochia jadi berkurang sesudah operasi caesar sebab rongga rahim dibersihkan setelah bayi lahir. Ini tidak benar. Aliran lochia tidak bergantung pada jenis kelahiran, baik kelahiran normal atau caesar. Jumlah dan durasinya sama pada kedua kasus.

Jenis – jenis lokhea :

    1. Lokhea rubra (cruenta). Lokhea ini berwarna merah segar yang keluar hingga hari ketiga. Terbentuk dari darah segar, jaringan sisa – sisa plasenta, sel – sel dinding rahim, sel lemak janin, rambut janin (lanugo), dan kotoran janin saat di dalam rahim (mekonium). Berpotensi mengandung banyak kuman penyakit.
    2. Lokhea sanguinolenta. Merah dan berlendir. Perubahan antara penampilan lokhea lubra ke lokhea sanguinolenta biasanya berlangsung sekitar 1 – 2 minggu
    3. Lokhea serosa. Berwarna kuning kecoklatan lalu merah muda. Cairan ini berisi serpihan jaringan, sel – sel darah merah dan darah putih, serta sisa lendir mulut rahim. Mulai keluar pada 2 minggu hingga 1 bulan setelah melahirkan.
    4. Lokhea alba. Berwarna kekuningan lalu bening. Berisi sedikit sel darah merah dan sebagian besar terdiri dari sel darah putih, serpihan jaringan pelapis dinding rahim, kolesterol, lemak dan lendir. Lamanya keluar sekitar 2 minggu. Yakni dari minggu ke 4 sampai minggu ke 6. Bila cairan lokhea sudah berwarna bening, tandanya masa nifas berlangsung normal.
    5. Lokhea purulenta. Cairan yang keluar dikarenakan infeksi. Keluar cairan seperti nanah yang berbau busuk.
    6. Lochiostasis. Lochea yang tidak lancar keluarnya.

Apabila pengeluaran lochea lebih lama dari pada yang disebutkan di atas kemungkinan adanya :

    • Tertinggalnya placenta atau selaput janin karena kontraksi uterus yang kurang baik.
    • Ibu yang tidak menyusui anaknya, pengeluaran lochea rubra lebih banyak karena kontraksi uterus dengan cepat.
    • Infeksi jalan lahir, membuat kontraksi uterus kurang baik sehingga lebih lama mengeluarkan lochea dan lochea berbau anyir atau amis.

Bila lochea bernanah dan berbau busuk, disertai nyeri perut bagian bawah kemungkinan diagnosisnya adalah metritis. Metritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. Bila pengobatan terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi abses pelvik, peritonitis, syok septik

Komplikasi lochia

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan Anda mengalami komplikasi. Bau lochia sama seperti darah menstruasi Anda, jadi bila merasakan perbedaan bau maka segera konsultasikan ke dokter. Dan juga perhatikan baik – baik warna lochia Anda. Bila warnanya berubah jadi kehijauan, laporkan segera ke dokter. Ini bisa karena keberadaan mikro organisme di dalamnya.

Lochia yang abnormal

Lochia bisa abnormal bila infeksi terjadi di masa nifas. Infeksi bisa dicurigai terjadi ketika:

    • Lochia tetap berwarna merah cerah meski setelah minggu pertama masa nifas
    • Warna lochia menjadi merah cerah lagi setelah menjadi lebih pucat selama beberapa hari
    • Pendarahan berat yang abnormal dan terserap di pembalut dalam 1 jam atau kurang, atau terjadi pembekuan darah yang ukurannya lebih besar dari bola golf. Ini tanda pendarahan sekunder pasca melahirkan dan perlu penanganan darurat.
    • Memiliki bau yang tidak sedap
    • Demam disertai menggigil
    • Rasa sakit pada perut bagian bawah yang meningkat sepanjang hari.

Perawatan selama masa nifas

Di beberapa hari pertama, gunakan pembalut bersalin yang diberikan rumah sakit, jika belum menyediakannya di rumah, belilah lebih banyak ketika tiba di rumah. Setelah lochia mulai berkurang, Anda bisa berganti pembalut bersalin dengan ukuran yang biasa. Jangan gunakan tampon selama setidaknya 6 minggu, karena penggunaannya bisa menimbulkan risiko infeksi pada vagina dan uterus Anda yang sedang dalam masa pemulihan.

Sering – seringlah buang air kecil, meski jika tidak merasa ingin pipis. Di beberapa hari pertama setelah melahirkan, kandung kemih akan menjadi kurang sensitif dari biasanya, jadi mungkin tidak merasa ingin pipis meski kandung kemih sudah penuh. Selain masalah untuk bisa pipis, kandung kemih yang penuh membuat uterus lebih sulit berkerut, sehingga menimbulkan lebih banyak rasa nyeri dan perdarahan. Coba istirahat sebanyak yang Anda bisa. Jika terlalu berlebihan, bisa mengalami perdarahan lebih lama atau mulai mengalami perdarahan kembali setelah lochia sudah berwarna cerah atau hilang. Jika bercak warna merah terang kembali muncul setelah lochia menjadi cerah, ini dapat menjadi tanda bahwa Anda harus berhati-hati. Tapi jika Anda terus mengalami bercak setelah terhenti selama beberapa hari, periksakan diri ke dokter atau bidan. Jangan tunda untuk menghubungi dokter jika perdarahan semakin berat, atau jika:

    • Lochia masih berwarna merah cerah 4 hari setelah melahirkan bayi.
    • Lochia memiliki bau yang tidak sedap atau disertai demam atau kedinginan.
    • Mengalami perdarahan berat yang tidak normal (memenuhi pembalut dalam 1 jam) atau mengeluarkan gumpalan darah yang lebih besar dari ukuran bola golf. Ini bisa menjadi tanda perdarahan sekunder pasca persalinan (late postpartum hemorrage) dan dibutuhkan penanganan segera.

Segera pergi ke rumah sakit jika mengalami perdarahan sangat banyak atau jatuh pingsan. Perdarahan bisa mengancam keselamatan, jadi Anda perlu dirawat di rumah sakit hingga pendarahan berhenti. Dokter akan memeriksa dan mulai memasang infus untuk memberi cairan, obat untuk membantu uterus mengerut, dan mungkin juga antibiotik. USG (ultrasonografi)akan dilakukan untuk melihat apakah lapisan plasenta masih ada di uterus. Jika masih ada, dokter perlu menjalankan prosedur pembedahan yang disebut kuret atau dilation and curettage (D&C) untuk mengangkatnya. Pada kasus yang ekstrem, jika semua usaha untuk mengatasi pendarahan gagal, Anda perlu menjalani hysterectomy (pengangkatan rahim).

Ketika perdarahan berhenti, Anda masih perlu terus menerima obat melalui infus, biasanya untuk 24 jam berikutnya, untuk menjaga uterus mengerut dengan baik. Anda juga akan terus menerima antibiotik. Tim medis akan mengawasi dengan seksama untuk memonitor perdarahan yang mungkin terjadi kembali, kemunculan tanda infeksi, dan untuk melihat proses pemulihan. Anda akan merasa lemah, dan tidak dibolehkan bangun dari tempat tidur sendiri. Istirahat, cairan, makanan bernutrisi, dan vitamin setelah melahirkan dengan kandungan asam folat juga suplemen zat besi tambahan sangat dibutuhkan. Pada kebanyakan kasus, Anda akan berurusan dengan anemia yang disebabkan oleh banyak kehilangan darah. Pada beberapa kasus, tranfusi darah perlu dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *