Apa itu persalinan sesungguhnya dan persalinan semu ?

Apa itu persalinan sesungguhnya dan persalinan semu ? (3)
Apa itu persalinan sesungguhnya dan persalinan semu ?

Persalinan sesungguhnya adalah proses persalinan dengan diikuti kontraksi yang teratur dan adekuat serta pembukaan serviks. Kontraksi atau his biasanya terjadi 4 sampai 5 kali dalam 10 menit berdurasi lebih dari 45 detik. Sedangkan persalinan semu sering terjadi sebelum persalinan. Kontraksi persalinan terasa sangat nyeri dan dianggap sebagai persalinan yang sesungguhnya. Pada kebanyakan kasus kontraksi persalinan semu tidak teratur. Berdurasi pendek kurang dari 45 detik. Nyeri dari kontraksi dapat terasa di berbagai bagian tubuh, seperti di lipatan paha (selangkangan), perut bagian bawah (punggung). Pada persalinan yang sebenarnya, kontraksi uterus menimbulkan nyeri yang berawal pada bagian atas uterus dan menyebar ke seluruh uterus, melalui pinggang kemudian ke panggul.

Persalinan semu biasanya dijumpai pada kehamilan lanjut atau pada ibu yang sudah pernah melahirkan. Persalinan semu ini tidak berbahaya bagi janin. Kontraksi Braxton-Hicks selama kehamilan adalah kontraksi yang tidak teratur dan tidak menimbulkan sakit, hanya kontraksi yang dapat dirasakan ibu ketika meletakkan tangan diatas perut. Kontraksi yang terjadi dengan jeda yang tidak teratur. Kontraksi ini terjadi pada persalinan semu. Sama halnya dengan persalinan semu, kontraksi ini bukan tanda positif dari persalinan yang sebenarnya.

Karakteristik persalinan sesungguhnya dan persalinan semu:

    1. Persalinan sesungguhnya
      • Serviks menipis dan membuka
      • Rasa nyeri dan interval teratur
      • Interval antara rasa nyeri yang secara perlahan semakin pendek
      • Waktu dan kekuatan kontraksi semakin bertambah
      • Dengan berjalan bertambah intensitasnya
      • Uterus teraba keras
      • Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan intensitas nyeri
      • Terdapat lendir dan darah pada jalan lahir
      • Ada penurunan bagian terendah janin
      • Kepala janin sudah masuk pintu atas panggul dan terfiksasi di panggul
      • Sedativa tidak menghentikan persalinan sesungguhnya
      • Seringkali menimbulkan penonjolan ketuban
    1. Persalinan semu
      • Tidak ada perubahan pada serviks
      • Rasa nyeri tidak teratur
      • Tidak ada perubahan interval antara rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya
      • Tidak ada perubahan pada waktu dan kekuatan kontraksi
      • Tidak ada perubahan rasa nyeri saat digunakan berjalan
      • Tidak teraba uterus mengeras
      • Tidak ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi uterus dengan intensitas rasa nyeri
      • Tidak ada lendir dan darah
      • Tidak ada penurunan bagian terendah janin
      • Kepala belum terfiksasi di pintu atas panggul
      • Sedativa yang efisien menghilangkan his palsu
      • Tidak terjadi penonjolan ketuban

Rasa sakit yang muncul saat kontraksi menjelang melahirkan tentu berbeda dengan rasa sakit pada umumnya. Mules menjelang melahirkan yang dialami juga belum tentu terasa sama pada tiap wanita. Hal itu tergantung dari kesiapan secara fisik dan mental menjelang persalinan.

Berikut ini beberapa tahapan nyeri yang menggambarkan mules akan melahirkan atau kontraksi menjelang melahirkan, yaitu:

    1. Nyeri persalinan dini

Mules akan melahirkan atau kontraksi biasanya serviks membesar atau terbuka 3 sentimeter hingga 4 sentimeter dan mulai menipis (efface). Biasanya, kontraksi ringan hingga sedang berlangsung 30 hingga 60 detik dan terjadi setiap lima hingga 20 menit, menjadi lebih kuat dan lebih sering terjadi. Kondisi ini biasanya berlangsung 6 jam atau lebih.

    1. Nyeri persalinan aktif

Kontraksi terus menjadi lebih panjang dan lebih kuat. Ini adalah ketika kebanyakan wanita meminta obat penghilang rasa sakit, meskipun kadang-kadang diberikan lebih awal. Kondisi ini biasanya berlangsung 2 hingga 8 jam.

    1. Nyeri persalinan transisi

Nyeri cenderung paling kuat saat serviks selesai melebar hingga 10 sentimeter. Selain mules mau melahirkan yang intens dan berjarak dekat, Anda mungkin merasakan sakit di punggung, pangkal paha, bahkan sisi atau paha, serta mual. Kondisi ini biasanya berlangsung 1 jam.

    1. Nyeri saat mengejan

Rasa sakit yang intens dikalahkan oleh tekanan besar atau mengejan ketika Anda merasakan keinginan besar untuk menekan dan mendorong bayi keluar. Meskipun rasa sakit berlanjut, banyak wanita mengatakan itu melegakan untuk mendorong karena membantu meringankan tekanan. Ketika kepala bayi keluar, Anda mungkin mengalami sensasi terbakar yang menyakitkan di sekitar lubang vagina. Sakit akan terasa hingga 3 jam.

    1. Nyeri saat plasenta keluar

Tahap ini cenderung relatif mudah, karena kontraksi ringan dan kram memudahkan plasenta keluar. Pada titik ini tetap fokus pada kelahiran bayi. Nyeri biasanya berlangsung 30 menit.

Cara Mengurangi Rasa Sakit Saat Kontraksi

Saat kontraksi apa yang harus dilakukan? Berikut ini tips meredakan nyeri saat kontraksi pada ibu hamil:

1. Buat bunyian

Cara mengurangi rasa sakit saat kontraksi adalah mengeluarkan suara. Ketika mengalami nyeri kontraksi buatlah suara-suara yang dalam dan rendah guna membantu pernapasan lebih dalam dan membuat otot-otot panggul lebih rileks. Anda bisa bernyanyi, berhitung, atau mengulang-ulang kalimat supaya lebih rileks.

2. Ubah posisi

Posisi yang baik saat kontraksi berlangsung tak harus selalu berbaring. Anda juga bisa duduk bersandar di kursi, dinding, atau pada tubuh suami. Mengubah posisi saat melahirkan merupakan salah satu cara efektif meredakan nyeri saat kontraksi. Namun, jangan lakukan gerakan saat dokter atau bidan mulai melakukan tindakan sebab pengawasan dalam kandungan harus dilakukan terus-menerus.

3. Pemijatan

Salah satu cara mengurangi rasa sakit saat kontraksi yang mudah adalah dengan pijatan atau tekanan yang konsisten ke arah bawah. Saat dipijat ibu hamil bisa duduk menghadap sandaran kursi atau memeluk bantal. Minta bantuan pada suami atau anggota keluarga lain untuk memijat bagian punggung dan pinggul menggunakan bola tenis dengan gerakan memutar.

4. Lakukan afirmasi

Rasa takut yang berlebihan sebelum persalinan malah akan meningkatkan rasa nyeri. Yakinkan diri dengan mengucapkan kalimat afirmasi (kata-kata atau melakukan hal positif untuk diri sendiri) yang dapat menekan rasa takut. Bila menangis bisa membuat Anda lebih lega maka lakukanlah.

5. Pikirkan hal-hal yang menyenangkan

Saat kontraksi tubuh memproduksi hormon oksitosin. Faktanya hormon ini juga diproduksi saat sedang jatuh cinta, orgasme, atau saat merasa aman. Rasa takut yang berlebihan dapat menghambat hormon ini. Karena itu, sebisa mungkin ciptakan lingkungan sekitar terasa nyaman untuk mengurangi rasa nyeri.

6. Metode panas-dingin

Cara mengurangi rasa sakit saat kontraksi ini memang tidak menghilangkan keseluruhan nyeri namun setidaknya memberikan rasa nyaman. Botol air panas yang dibungkus handuk dan dicelup ke air dingin mengurangi pegal di punggung dan kram bila ditempel di punggung. Menaruh handuk dingin di wajah juga bisa mengurangi ketegangan.

7. Gerakan

Aktif bergerak dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi nyeri punggung, dan mengalihkan rasa nyeri. Cobalah berbagai posisi yang baik saat kontraksi berlangsung hingga persalinan, gunakan bantal untuk menyangga sampai diperoleh posisi paling nyaman.

8. Teknik bernapas yang benar

Cara mengurangi rasa sakit saat kontraksi ini mungkin sudah banyak dilakukan saat persalinan. Psikopropilaksis merupakan metode yang menekankan teknik bernapas yang benar selama kontraksi. Konsentrasi pada napas dapat mengalihkan dari nyeri, otot-otot menjadi rileks, dan ketegangan mengendur.

9. Titik fokus

Cara mengurangi rasa sakit saat kontraksi yang hebat adalah titik fokus. Salah satu hal indah tentang titik fokus adalah tidak perlu berlatih menggunakannya. Ketika kontraksi menjadi intens, Anda hanya melihat sesuatu dan fokus padanya, mungkin celah di dinding, kancing pada baju orang yang menemani, atau bahkan salah satu gambar ultrasound Anda. Alasan titik fokus bekerja untuk mengatasi rasa sakit adalah karena Gate Control Theory (teori kontrol gerbang). Pada dasarnya, otak memproses informasi yang Anda lihat meninggalkan lebih sedikit aktivitas otak untuk memproses rasa sakit yang dialami. Karena otak tidak memproses rasa sakitnya, Anda tidak akan terlalu merasakannya.

10. Hipnoterapi

Terapi hipnoterapi bisa menjadi cara mengurangi rasa sakit saat kontraksi yang fantastis. Dengan sedikit latihan sepanjang kehamilan, ibu hamil dapat mempelajari proses menjadi sangat rileks dan bebas dari rasa takut sehingga otot-otot rahim dapat bekerja dengan sedikit rasa sakit. Kelas, video, dan kaset audio membantu ibu hamil belajar refleks terkondisi di mana mereka dapat menciptakan keadaan mereka sendiri dari relaksasi mental yang mendalam, relaksasi fisik, dan konsentrasi sendirian. Dua opsi berbeda yang tersedia adalah Hypnobabies dan Hypnobirthing.

11. Bergerak dan Berjalan

Sangat tidak nyaman bagi seorang ibu hamil untuk tetap diam saat mengalami kontraksi persalinan. Semakin banyak berjalan dan bergerak dan tegak selama persalinan, semakin Anda mendorong bayi lahir dan menjaga diri senyaman mungkin selama proses tersebut. Jadi bangunlah dari tempat tidur dan bergeraklah!

Penurunan kepala janin menjelang persalinan

Penurunan kepala janin menjelang persalinan (1)
Penurunan kepala janin menjelang persalinan

       Semakin mendekati hari kelahiran, penting untuk mengetahui apakah janin sudah berada di posisi yang tepat untuk proses kelahiran. Umumnya memasuki trimester ketiga, bayi akan semakin aktif bergerak di dalam rahim untuk menuju posisi persalinan, yakni ke arah panggul. Penting bagi ibu untuk mengetahui apakah posisi janin sudah berada di tempat yang tepat untuk persalinan atau belum. Jika posisi bayi tepat, maka proses persalinan akan semakin mudah. Posisi bayi yang tepat untuk persalinan normal disebut occiput anterior, di mana bayi menghadap ke bawah dan tubuhnya menghadap ke punggung ibu. Kepala janin umumnya akan mulai begerak menuju ke panggul pada usia kehamilan 28 hingga 32 minggu. Namun beberapa janin baru masuk ke panggul tidak berapa lama sebelum persalinan dimulai. Continue reading “Penurunan kepala janin menjelang persalinan”

Faktor – faktor yang mempengaruhi persalinan

Faktor - faktor yang mempengaruhi persalinan (1)
Faktor – faktor yang mempengaruhi persalinan

Secara fisiologis, ketika usia kehamilan sudah cukup matur, timbul serangkaian gejala yang menandakan dimulainya persalinan. Faktor yang menyebabkan persalinan dimulai. Faktor‐faktor tersebut saling bekerjasama menghasilkan kontraksi uterus yang sangat kuat, teratur, ritmik yang berakhir dengan lahirnya janin dan plasenta. Faktor‐faktor yang dimaksud adalah: Continue reading “Faktor – faktor yang mempengaruhi persalinan”

Fisiologis persalinan

Fisiologis persalinan (2)
Fisiologis persalinan

Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu. Secara normal persalinan dimulai ketika janin sudah cukup umur untuk dapat mempertahankan dirinya dari kehidupan dalam kandungan (intrauterine) kepada kehidupan luar kandungan (ekstrauterine). Proses persalinan terdiri dari 4 kala, kala 1disebut juga kala pembukaan, dimana terjadinya pematangan dan pembukaan serviks sampai lengkap 10 cm. Kala II disebut juga kala pengeluaran dengan kekuatan his ibu yang adekuat sehingga dapat mendorong bayi lahir. Kala III atau kala lahirnya plasenta lahir dari dinding uterus ibu. Kala IV dimulai sejak plasenta lahir sampai 2 jam post partum. Continue reading “Fisiologis persalinan”