Darah Nifas (Lochea)

Darah  Nifas (Lochea) (1)
Darah Nifas (Lochea)

Darah Saat Masa Nifas (Lochea)

Setiap ibu yang melahirkan pasti akan mengalami perdarahan setelah melahirkan atau yang disebut dengan masa nifas. Perdarahan ini adalah mekanisme alami dari tubuh untuk membersihkan rahim dari darah dan plasenta yang terbentuk selama hamil. Salah satu yang ikut luruh dan dikeluarkan pada masa nifas adalah lokhea. Lochia diartikan sebagai darah nifas atau ekskresi yang terjadi selama periode pasca persalinan. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti “berhubungan dengan kelahiran.” Lochia terdiri dari darah, jaringan yang terkelupas dari lapisan uterus, dan bakteri. Selama beberapa hari setelah melahirkan, lochia terdiri dari darah dalam jumlah yang wajar, jadi warnanya merah terang dan terlihat seperti darah menstruasi yang berat. Lochia bisa keluar berupa pancaran darah. Bila Anda berbaring untuk sementara waktu dan darah telah berkumpul di vagina, Anda akan melihat gumpalan darah kecil saat bangkit dari posisi berbaring. Continue reading “Darah Nifas (Lochea)”

Involusi dan Subinvolusi Uterus

Involusi dan Subinvolusi Uterus (1)
Involusi dan Subinvolusi Uterus

Involusi dan Subinvolusi Uterus

Involusi uterus adalah suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan berat sekitar 60 gram. Proses ini dimulai segera setelah plasenta lahir akibat kontraksi otot – otot polos uterus. Intensitas kontraksi uterus meningkat sebagai respon terhadap penurunan volume intrauterine yang sangat besar. Hemostatis pascapartum dicapai terutama akibat kompresi pembuluh darah intramiometrium. Hormon yang dilepaskan kelenjar hipofisis memperkuat dan mengatur kontraksi uterus, mengkompresi pembuluh darah dan membantu hemostatis. Selama 1 samapai 2 jam pertama pasca partum intensitas kontraksi uterus bisa berkurang dan menjadi tidak teratur. Karena penting sekali untuk mempertahankan kontraksi uterus selama masa ini, ibu dianjurkan menyusui bayinya. Inisiasi Menyusui Dini (IMD) atau permulaan menyusui dini adalah bayi mulai menyusui sendiri segera setelah lahir. Inisiasi menyusui ini dan pengisapan puting payudara oleh bayi pada awal masa nifas memperkuat stimulasi pengeluaran oksitosin. Ketika bayi menghisap puting, refleks saraf merangsang lobus posterior kelenjar pituitary untuk mensekresi hormon oksitosin. Oksitosin mempercepat proses involusi dan meminimalkan kehilangan darah. Continue reading “Involusi dan Subinvolusi Uterus”

Adaptasi Psikologis Masa Nifas

Adaptasi Psikologis Masa Nifas (3)
Adaptasi Psikologis Masa Nifas

Adaptasi Psikologis Masa Nifas

Adaptasi psikologis ibu masa nifas

Setelah melahirkan, ibu mengalami perubahan fisik dan fisiologis yang juga mengakibatkan adanya beberapa perubahan dari psikisnya. Ia mengalami stimulasi kegembiraan yang luar biasa, menjalani eksplorasi dan asimilasi terhadap bayinya, berada di bawah tekanan untuk dapat menyerap pembelajaran yang diperlukan tentang apa yang harus diketahuinya dan perawatan untuk bayinya, dan  merasa tanggung jawab yang luar biasa untuk menjadi seorang ” ibu “. Tidak mengherankan jika ibu mengalami sedikit perubahan perilaku dan sesekali merasa kerepotan. Masa ini adalah masa rentan dan terbuka untuk  bimbingan dan pembelajaran. Continue reading “Adaptasi Psikologis Masa Nifas”

Perubahan Fisiologis Masa Nifas

Perubahan Fisiologis Masa Nifas (1)
Perubahan Fisiologis Masa Nifas

Perubahan Fisiologis Masa Nifas

Perubahan Sistem Reproduksi

    1. Uterus
    • Pengerutan rahim (involusi)

Involusi merupakan suatu proses kembalinya uterus pada kondisi sebelum hamil. Dengan involusi uterus ini, lapisan luar dari desidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi neurotic (layu atau mati)

Perubahan ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan palpasi untuk meraba dimana TFU nya (tinggi fundus uteri). Perubahan ini berhubungan erat dengan perubahan miometrium yang bersifat proteolisis. Continue reading “Perubahan Fisiologis Masa Nifas”