Adaptasi fisiologi kehamilan pada Sistem Hematologi

Adaptasi fisiologi kehamilan pada Sistem Hematologi (2)
Adaptasi fisiologi kehamilan pada Sistem Hematologi

Adaptasi fisiologi kehamilan

Sistem Hematologi

Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Darah merupakan bagian penting dari sistem transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari 2 bagian besar yaitu plasma darah dan bagian korpuskuli. Dalam arti lain hematologi juga dikenal sebagai cabang ilmu kedokteran mengenai sel darah, organ pembentuk darah, dan kelainan yang berhubungan dengan sel serta organ pembentuk darah. Ibu hamil mengalami berbagai perubahan anatomis, fisiologi dan biokimia dalam tubuh. Perubahan-perubahan ini sebagian besar sudah terjadi segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan ini merupakan bentuk adaptasi tubuh terhadap kehadiran janin. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan hematologis yang memegang peran cukup penting dalam mempersiapkan tubuh ibu hamil sebagai media pertumbuhan dan perkembangan janin. Adapun perubahan hematologis ini berupa pertambahan volume darah, perubahan konsentrasi hb dan hematokrit, perubahan fungsi imunologis serta faktor – faktor koagulasi. Continue reading “Adaptasi fisiologi kehamilan pada Sistem Hematologi”

Adaptasi Sistem Pencernaan Pada Kehamilan

Adaptasi Sistem Pencernaan Pada Kehamilan (2)
Adaptasi Sistem Pencernaan Pada Kehamilan

Adaptasi Fisiologis Kehamilan

Sistem Pencernaan

Sistem gastrointestinal terpengaruh dalam beberapa hal karena kehamilan. Tinggina kadar progesteron mengganggu keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan kolesterol darah, dan melambatkan kontraksi otot – otot polos. Sekresi salisa menjadi lebih asam dan lebih banyak, dan asam lambung menurun. Pembesaran uterus lebih menekan diafragma, lambung dan intestin. Pada bulan – bulan awal kehamilan, sebagian wanita mengalami mual dan muntah. Sebagaimana kehamilan berlanjut, penurunan asam lambung, melambatkan pengosongan lambung, dan mengakibatkan kembung. Menurunnya gerakan peristaltik tidak hanya menyebabkan mual tetapi juga konstipasi karena lebih banyak feses terdapat pada usus, lebih banyak air diserap makin akan semakin mengeras. Konstipasi bisa juga disebabkan oleh tekanan uterus pada usus bagian bawah pada awal masa kehamilan dan kembali pada akhir Continue reading “Adaptasi Sistem Pencernaan Pada Kehamilan”

Adaptasi fisiologi Sistem pernafasan pada kehamilan

Adaptasi fisiologi Sistem pernafasan pada kehamilan (1)
Adaptasi fisiologi Sistem pernafasan pada kehamilan

Adaptasi fisiologi pada kehamilan

Sistem pernafasan

Pada ibu hamil terjadi perubahan fisiologis yang tidak hanya berhubungan dengan berubahnya bentuk dan berat badan, tetapi juga perubahan biokimia, fisiologis, bahkan emosional yang merupakan konsekuensi dari pertumbuhan janin dalam rahim. Sejalan dengan pertumbuhan janin dan mendorong diafragma ke atas, bentuk dan ukuran rongga dada berubah tetapi tidak membuatnya lebih kecil. Kapasitas paru terhadap udara tetap sama seperti sebelum hamil atau mungkin berubah. Kecepatan pernapasan dan kapasitas vital tidak berubah. Voolume tidal, volume ventilator permenit, dan ambilan oksigen meningkat. Karena bentuk dari rongga thorak berubah dan karena bernapas lebih cepat. Selama kehamilan juga terjadi prubahan hormonal dan faktor mekanik. Perubahan – perubahan ini diperlukan untuk mencukupi peningkatan kebutuhan metabolik dan sirkulasi untuk pertumbuhan janin, plasenta dan uterus. Dari faktor mekanik, terjadinya peningkatan diafragma terutama setelah trimester kedua kehamilan akibat membesarnya janin, menyebabkan turunnya kapasitas residu fungsional yang merupakan volume udara yang tidak digunakan dalam paru sekitar 20%. Saat kehamilan berjalan normal resistensi saluran napas menurun sebesar 50%. Continue reading “Adaptasi fisiologi Sistem pernafasan pada kehamilan”

Adaptasi sistem kardiovaskuler pada kehamilan

Adaptasi sistem kardiovaskuler pada kehamilan (1)
Adaptasi sistem kardiovaskuler pada kehamilan

Adaptasi sistem kardiovaskuler saat kehamilan

Sistem kardiovaskuler beradaptasi selama masa kehamilan terhadap perubahan yang terjadi. Meskipun perubahan system kardiovaskular terlihat pada awal trimester pertama, kemudian berlanjut ke trimester kedua dan ketiga, ketika cardiac output meningkat kurang lebih sebanyak 40 % daripada pada wanita yang tidak hamil. Cardiac output meningkat dari minggu ke 5 kehamilan dan mencapai tingkat maksimum sekitar minggu ke-32 kehamilan, setelah itu hanya mengalami sedikit peningkatan sampai masa persalinan, kelahiran, dan masa post partum. Sekitar 50% peningkatan dari cardiac output telah terjadi pada masa minggu ke 8 kehamilan. Meskipun peningkatan cardiac output dikarenakan adanya peningkatan dari volume sekuncup dan denyut jantung, faktor paling penting adalah volume sekuncup, dimana meningkat sebanyak 20% sampai 50% lebih banyak daripada pada wanita tidak hamil. Perubahan denyut jantung sangat sulit untuk dihitung, tetapi diperkirakan ada peningkatan sekitar 20% yang terlihat pada minggu ke 4 kehamilan. Continue reading “Adaptasi sistem kardiovaskuler pada kehamilan”

Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil

Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil (1)
Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil

Perubahan Anatomi Dan Adaptasi Fisiologis Dalam Masa Kehamilan

Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil Trimester I, II, dan III

  1. Sistem Reproduksi

a. Vulva dan Vagina

    1. Trimester I

Pengaruh hormon estrogen, vulva dan vagina mengalami peningkatan pembuluh darah sehingga nampak semakin merah dan kebiru – biruan. Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal, jaringan sel – sel vagina yang kaya glikogen terjadi akibat stimulasi estrogen. Sel – sel yang tinggal membentuk rabas vagina yang kental dan berwarna putih yang disebut leukore, selama hamil PH sekresi vagina menjadi lebih asam. Keasaman berubah dari 4 menjadi 6,5. Peningkatan PH membuat wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi vagina, terutama jamur. Leukore adalah rabas mukoit berwarna keabuan dan berbau tidak sedap. Continue reading “Perubahan Anatomi dan Adaptasi Fisiologi Pada Ibu Hamil”

Mendiagnosis Kehamilan

Diagnosis Kehamilan (1)
Diagnosis Kehamilan

Menentukan kehamilan yang sudah lanjut memang tidak sulit, tetapi menentukan kehamilan awal sering kali tidak mudah, terutama bila pasien baru mengluh terlambat haid beberapa minggu saja. Keadaan ini akan lebih sulit lagi bila pasien sengaja menyembunyikan kehamilannya, misalnya unwanted pregnancy atau sebaliknya pada orang yang sangat inin hamil. Akhirnya semua itu bergantung pada kemampuan bidan untuk mengenal tanda dan gejala kehamilan ditambah dengan interpretasi hasil pemeriksaan laboratorium. Secara klinis tanda – tanda kehamilan dapat dibagi dalam tiga kategori besar yaitu tanda tak pasti atau probable signs, kemungkinan hamil, dan tanda pasti kehamilan (Certain sign). Continue reading “Mendiagnosis Kehamilan”

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ?

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ? (2)
Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ?

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ?

Pengetahuan bakal menghitung Usia Kehamilan masih tidak sedikit kurang dicerna oleh semua ibu hamil. Padahal urusan ini adalah hal urgen untuk dapat memahami usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan memahami usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat memahami perkembangan atau pertumbuhan organ apa yang sedang terjadi pada janinnya, keperluan apa yang dibutuhkan oleh janinnya dan urusan apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama umur kehamilan tersebut. Di samping itu, dengan memahami usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat memahami kapan jadwal pengecekan ke dokter maupun ke bidan, dengan demikian diinginkan kehamilan yang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas. Continue reading “Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ?”

Konsep Dasar Masa Nifas

Konsep Dasar Masa Nifas  (2)
Konsep Dasar Masa Nifas

Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat – alat kandungan kembali seperti semula (sebelum hamil). Masa nifas berlangsung selama sekitar 6 minggu. Selama masa pemulihan tersebut berlangsung, ibu akan mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun psikologis, namun jika tidak dilakukan pendampingan melalui asuhan kebidanan maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi kondisi patologis. Continue reading “Konsep Dasar Masa Nifas”

Sesak napas saat hamil trimester 2

Sesak napas saat hamil trimester 2 (2)
Sesak napas saat hamil trimester 2

Ketika paru-paru tidak cukup mendapat pasokan udara, Anda akan sesak nafas atau kesulitan bernafas. Akibatnya, napas jadi cepat, dangkal, dan kadang berbunyi “ngik-ngik”. Dada pun akan terasa nyeri. Terkadang banyak yang mengira jika sesak nafas itu sudah pasti asma. Padahal belum tentu. Sesak napas dapat muncul tiba-tiba (akut) atau bersifat kambuhan dalam jangka panjang (kronis), dan bisa diakibatkan sejumlah masalah kesehatan berbeda selain asma. Continue reading “Sesak napas saat hamil trimester 2”

Ngidam (pica)

Ngidam (pica) (2)
Ngidam (pica)

Ngidam merupakan sebuah kondisi yang kerap dialami oleh hampir semua ibu hamil. Di masa-masa kehamilan, mengikuti kondisi ngidam, ibu akan merasa sangat ingin mengonsumsi suatu makanan atau minuman, bahkan yang biasanya tidak disukai. Tentu Anda sudah tahu bahwa ngidam adalah hal yang wajar dialami oleh wanita hamil. Saat hamil, memang tak jarang perempuan menginginkan konsumsi makanan tertentu. Ada perempuan hamil yang menambah konsumsi makanan seperti acar, es krim, cokelat, daging, atau lainnya. Ini adalah fenomena yang lumrah terjadi dan tidak menjadi masalah karena kandungan di makanan tersebut membuat ibu hamil mendapat cukup nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama kehamilan. Continue reading “Ngidam (pica)”