Prenatal yoga

Prenatal yoga (3)
Prenatal yoga

Prenatal Yoga

Apa itu Prenatal Yoga?

Prenatal Yoga ialah program yoga khusus untuk kehamilan dengan teknik dan intensitas yang telah disesuaikan dengan kebutuhan fisik dan psikis ibu hamil dan janin yang ikandungnya. Program ini menekankan pada teknik – teknik postur yoga, olah napas, rileksasi, teknik – teknik visualisasi dan meditasi yang berguna sebagai media self help yang akan memberi kenyamanan, ketentraman, sekaligus memperkuat diri saat menjalani kehamilan. Dengan kata lain, program ini akan membantu  mempersiapkan calon ibu secara fisik, mental, dan spiritual untuk menghadapi masa persalinan. Continue reading “Prenatal yoga”

Bisakah Bersalin Normal Setelah Melakukan Bedah Caesar ?

melahirkan normal setelah caesar (1)
melahirkan normal setelah caesar

Bisakah Bersalin Normal Setelah Melakukan Bedah Caesar ?

Mungkin para ibu bertanya – tanya, bisa tidak ya melahirkan secara normal jika sebelumnya melahirkan secara caesar? Mungkinkah melahirkan normal jika pernah operasi caesar? Mungkin kok! Tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Continue reading “Bisakah Bersalin Normal Setelah Melakukan Bedah Caesar ?”

Komunikasi Dini Dengan Bayi

komunikasi dengan janin (3)
komunikasi dengan janin
Seberapa penting orang tua berkomunikasi dengan janin ?

Mengajak janin dalam kandungan bicara ?

Apakah bisa ?

Jawabnya tentu bisa!

Setiap janin bisa mendengarkan suara dari luar kandungan, dan Setiap suara yang ada bisa terdengar oleh janin dari dalam kandungan.

Janin mampu merasakan apa yang ibunya rasakan, lho! Bahkan ia mampu mendengar suara yang sangat pelan.

Mengajak janin belajar sangat sederhana dan tak membutuhkan metode atau alat canggih. Dengan  mengajaknya berkomunikasi saja, ibu sudah mengajarkan banyak hal. Lalu, kapan saat yang tepat? Sejak usia 19 minggu, janin mulai bisa mendengar bunyi detak jantung ibu hingga suara perut ibu yang keroncongan. Di usia kehamilan 25 minggu, janin mulai mendengar suara dari luar kandungan. Indera pendengaran janin sudah mulai berkembang dan berfungsi karena proses pembentukan daun telinga sudah cukup sempurna. Janin dibantu juga oleh cairan ketuban, sebagai sarana penghantar gelombang suara yang baik.  Continue reading “Komunikasi Dini Dengan Bayi”

Perubahan Berat Badan Ibu Hamil

Perubahan Berat Badan Ibu Hamil (2)
Perubahan Berat Badan Ibu Hamil

          Perubahan Berat Badan Ibu Hamil

Salah satu perubahan yang dialami ibu hamil ialah berat badan. Pertambahan berat badan ini dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan janin dalam kandungan. Kenaikan berat badan pada tiap ibu hamil tidaklah sama. Hal ini tergantung dari indeks massa tubuh (IMT) kamu dan berat badan sebelum hamil. IMT didapat dari pembagian berat badan dalam satuan kilogram dengan tinggi tubuh kamu dalam satuan meter kuadrat. Kenaikan berat badan selama hamil berpengaruh pada kesehatan ibu dan bayi ketika lahir. Ibu hamil yang memiliki berat badan berlebih selama hamil menambah risiko mengalami penyakit yang berhubungan dengan kehamilan. Sedangkan ibu hamil yang mempunyai berat badan kurang selama hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Kenaikan berat badan selama hamil sangat penting untuk bayi karena berat badan bayi saat lahir dan status kesehatan bayi tergantung pada berat badan ibu saat hamil. Continue reading “Perubahan Berat Badan Ibu Hamil”

Perubahan sekresi hormon kehamilan

Perubahan sekresi hormon kehamilan (2)
Perubahan sekresi hormon kehamilan

Perubahan sekresi hormon kehamilan

                Hormon adalah suatu zat kimia yang dihasilkan oleh organ-organ tubuh tertentu dari kelenjar endokrin yang berfungsi guna memacu fungsi organ-organ tubuh tertentu. Istilah kata hormon berasal dari kata “hormein” yang merupakan bahasa yunani yaang berarti memacu, atau kata hormao yang berarti membangkitkan atau menggairahkan. Hormon diproduksi oleh sel-sel yang terdapat pada kelenjar hormon yang tersebar dibagian-bagian tubuh. Kelenjar tersebut disebut kelenjar endokrin, yakni kelenjar yang memiliki kemampuan untuk memproduksi hormon. Produksi hormon yang dilakukan dalam kelenjar endokrin di atur oleh hipotalamus yang terdapat dalam otak. Continue reading “Perubahan sekresi hormon kehamilan”

Sistem ekskresi pada kehamilan

Sistem ekskresi pada kehamilan (1)
Sistem ekskresi pada kehamilan

Sistem ekskresi pada kehamilan

            Ekskresi ialah proses pembuangan sisa metabolisme dan benda tidak bermanfaat lainnya. Ekskresi adalah proses yang terdapat pada semua bentuk kehidupan. Pada organisme bersel satu, produk buangan dikeluarkan secara langsung melewati permukaan sel. Organisme multiseluler memiliki proses ekskresi yang lebih kompleks misalnya keringat dan urin. Continue reading “Sistem ekskresi pada kehamilan”

Adaptasi fisiologis kehamilan Sistem Integumen

Adaptasi fisiologis kehamilan Sistem Integumen (1)
Adaptasi fisiologis kehamilan Sistem Integumen

Adaptasi fisiologis kehamilan

Sistem Integumen

Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, kuku, kelenjar keringat dan produknya ( keringat atau lendir ). Kata ini berasal dari bahasa latin ” integumentum “, yang berarti ” penutup “. Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luar. Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku, rambut,  kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal). Sesuai dengan fungsinya, organ-organ pada sistem integumen berfungsi menutup organ atau jaringan dalam manusia dari kontak luar. Sistem Integumen pada manusia terdiri dari kulit, kuku, rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak dan kelenjar susu. Sistem integumen dapat memperbaiki sendiri (self-repairing) & mekanisme pertahanan tubuh pertama (pembatas antara lingkungan luar tubuh dengan dalam tubuh). Continue reading “Adaptasi fisiologis kehamilan Sistem Integumen”

Adaptasi fisiologi kehamilan pada Sistem Hematologi

Adaptasi fisiologi kehamilan pada Sistem Hematologi (2)
Adaptasi fisiologi kehamilan pada Sistem Hematologi

Adaptasi fisiologi kehamilan

Sistem Hematologi

Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Darah merupakan bagian penting dari sistem transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari 2 bagian besar yaitu plasma darah dan bagian korpuskuli. Dalam arti lain hematologi juga dikenal sebagai cabang ilmu kedokteran mengenai sel darah, organ pembentuk darah, dan kelainan yang berhubungan dengan sel serta organ pembentuk darah. Ibu hamil mengalami berbagai perubahan anatomis, fisiologi dan biokimia dalam tubuh. Perubahan-perubahan ini sebagian besar sudah terjadi segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan ini merupakan bentuk adaptasi tubuh terhadap kehadiran janin. Salah satu perubahan yang terjadi adalah perubahan hematologis yang memegang peran cukup penting dalam mempersiapkan tubuh ibu hamil sebagai media pertumbuhan dan perkembangan janin. Adapun perubahan hematologis ini berupa pertambahan volume darah, perubahan konsentrasi hb dan hematokrit, perubahan fungsi imunologis serta faktor – faktor koagulasi. Continue reading “Adaptasi fisiologi kehamilan pada Sistem Hematologi”

Adaptasi Sistem Pencernaan Pada Kehamilan

Adaptasi Sistem Pencernaan Pada Kehamilan (2)
Adaptasi Sistem Pencernaan Pada Kehamilan

Adaptasi Fisiologis Kehamilan

Sistem Pencernaan

Sistem gastrointestinal terpengaruh dalam beberapa hal karena kehamilan. Tinggina kadar progesteron mengganggu keseimbangan cairan tubuh, meningkatkan kolesterol darah, dan melambatkan kontraksi otot – otot polos. Sekresi salisa menjadi lebih asam dan lebih banyak, dan asam lambung menurun. Pembesaran uterus lebih menekan diafragma, lambung dan intestin. Pada bulan – bulan awal kehamilan, sebagian wanita mengalami mual dan muntah. Sebagaimana kehamilan berlanjut, penurunan asam lambung, melambatkan pengosongan lambung, dan mengakibatkan kembung. Menurunnya gerakan peristaltik tidak hanya menyebabkan mual tetapi juga konstipasi karena lebih banyak feses terdapat pada usus, lebih banyak air diserap makin akan semakin mengeras. Konstipasi bisa juga disebabkan oleh tekanan uterus pada usus bagian bawah pada awal masa kehamilan dan kembali pada akhir Continue reading “Adaptasi Sistem Pencernaan Pada Kehamilan”

Adaptasi fisiologi Sistem pernafasan pada kehamilan

Adaptasi fisiologi Sistem pernafasan pada kehamilan (1)
Adaptasi fisiologi Sistem pernafasan pada kehamilan

Adaptasi fisiologi pada kehamilan

Sistem pernafasan

Pada ibu hamil terjadi perubahan fisiologis yang tidak hanya berhubungan dengan berubahnya bentuk dan berat badan, tetapi juga perubahan biokimia, fisiologis, bahkan emosional yang merupakan konsekuensi dari pertumbuhan janin dalam rahim. Sejalan dengan pertumbuhan janin dan mendorong diafragma ke atas, bentuk dan ukuran rongga dada berubah tetapi tidak membuatnya lebih kecil. Kapasitas paru terhadap udara tetap sama seperti sebelum hamil atau mungkin berubah. Kecepatan pernapasan dan kapasitas vital tidak berubah. Voolume tidal, volume ventilator permenit, dan ambilan oksigen meningkat. Karena bentuk dari rongga thorak berubah dan karena bernapas lebih cepat. Selama kehamilan juga terjadi prubahan hormonal dan faktor mekanik. Perubahan – perubahan ini diperlukan untuk mencukupi peningkatan kebutuhan metabolik dan sirkulasi untuk pertumbuhan janin, plasenta dan uterus. Dari faktor mekanik, terjadinya peningkatan diafragma terutama setelah trimester kedua kehamilan akibat membesarnya janin, menyebabkan turunnya kapasitas residu fungsional yang merupakan volume udara yang tidak digunakan dalam paru sekitar 20%. Saat kehamilan berjalan normal resistensi saluran napas menurun sebesar 50%. Continue reading “Adaptasi fisiologi Sistem pernafasan pada kehamilan”