Perubahan Sistem hematologi pada Bayi

Perubahan Sistem hematologi pada Bayi (1)
Perubahan Sistem hematologi pada Bayi

Perubahan Sistem hematologi pada Bayi

Hematologi ialah ilmu yang mempelajari mengenai darah serta jaringan yang menyusun darah. Darah merupakan bagian penting dari sistem transport. Darah merupakan jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari 2 bagian besar yaitu plasma darah dan butir – butir darah. Plasma darah adalah bagian cair darah yang sebagian besar besar terdiri dari air, elektrolit, dan protein darah. Sedangkan butir – butir darah (blood corpuscles) terdiri atas komponen – komponen : Continue reading “Perubahan Sistem hematologi pada Bayi”

Perubahan Sistem Ekskresi (Ginjal) pada Bayi

Perubahan Sistem Ekskresi (Ginjal) pada Bayi (1)
Perubahan Sistem Ekskresi (Ginjal) pada Bayi

Perubahan Sistem Ekskresi (Ginjal) pada Bayi

Sistem ekskresi pada manusia adalah suatu sistem yang memproses pembuangan zat – zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme terdiri dari karbon dioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea, dan zat empedu. Produk sisa metabolisme ini harus dikeluarkan dari tubuh lantaran beracun dan dapat menyebabkan penyakit. Continue reading “Perubahan Sistem Ekskresi (Ginjal) pada Bayi”

Perubahan Sistem Gastrointestinal Pada Bayi

Perubahan Sistem Gastrointestinal Pada Bayi

Gastrointestinal adalah merupakan suatu saluran pencernaan mulai dari mulut sampai anus, meliputi oropharing, esophagus, lambung, usus halus, dan usus besar. Saluran pencernaan (gastrointestinal) makanan adalah saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya guna diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (pengunyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang dari mulai mulut (oris) sampai anus. Bayi Baru Lahir (BBL, newborns) harus mengawali untuk memasukkan, mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir, sebagaimana plasenta telah melakukan fungsi ini. Continue reading “Perubahan Sistem Gastrointestinal Pada Bayi”

Perubahan Sistem Imun pada Bayi

Perubahan Sistem Imun pada Bayi (1)
Perubahan Sistem Imun pada Bayi

Perubahan Sistem Imun pada Janin

Sistem imun atau sistem kekebalan ialah sel – sel dan banyak struktur biologis lainnya yang bertanggung jawab atas imunitas, yakni pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen. Sistem imun menyusun sistem pertahanan badan terhadap bahan asing seperti mikroorganisme, molekul-molekul berpotensi toksik, atau sel – sel tidak normal (sel terinfeksi virus atau malignan). Sistem ini menyerang bahan asing atau antigen dan juga memberikan peringatan tentang hal tersebut supaya pendedahan yang berkali – kali terhadap bahan yang sama akan menberikan gerak balas yang lebih cepat dan bertingkat. Sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan antibodi, sel darah putih, dan berbagai zat yang dapat menghancurkan zat-zat asing seperti bakteri dan virus. Continue reading “Perubahan Sistem Imun pada Bayi”

Termoregulasi Dan Adaptasi Fisiologi Sistem Metabolisme pada Bayi

Termoregulasi Dan Adaptasi Fisiologi Sistem Metabolisme pada Bayi (1)
Termoregulasi Dan Adaptasi Fisiologi Sistem Metabolisme pada Bayi

Termoregulasi Dan Adaptasi Fisiologi Sistem Metabolisme Pada Bayi

Sistem Termogulasi 

            Termoregulasi ialah kemampuan guna menjaga keseimbangan antara pembentukan panas dan kehilangan panas agar dapat menjaga suhu tubuh di dalam batas normal. Continue reading “Termoregulasi Dan Adaptasi Fisiologi Sistem Metabolisme pada Bayi”

Perubahan sistem pernafasan pada Bayi Baru Lahir

Perubahan sistem pernafasan pada Bayi Baru Lahir (2)
Perubahan sistem pernafasan pada Bayi Baru Lahir

Perubahan sistem pernafasan pada Bayi Baru Lahir

Selama dalam uterus, janin mendapatkan oksigen dari pertukaran gas melalui plasenta. Setelah bayi lahir, pertukaran gas harus melewati paru – paru. Rangsangan gerakan pernafasan pertama terjadi karena tekanan mekanik dari toraks sewaktu melewati jalan lahir (stimulasi mekanik), penurunan Pa O2 dan kenaikan Pa CO2 memicu kemoreseptor yang terletak di sinus karotikus (stimilasi kimiawi), rangsangan dingin di daerah muka dan perubahan suhu di dalam uterus ( stumalasi sensorik) dan refleks deflasi hering breur. Pernafasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30 menit pertama setelah lahir. Usaha bayi pertama kali untuk menjaga tekanan alveoli, selain adanya surfaktan yang dengan menarik nafas dan mengeluarkan nafas dan mengeluarkan nafas dengan merintih sehingga udara terbendung didalam. Respirasi pada neonatus seringkali pernafasan diagfragmatik dan abdominal, sementara frekuensi dan dalamnya belum teratur. Apabila surfaktan berkurang, maka alveoli akan kolaps dan paru-paru kaku sehingga terjadi atelektasis. Dalam keadaan anoksia neonatus masih dapat mempertahankan kehidupannya karena adanya kenjutan metabolisme anaerobik. Continue reading “Perubahan sistem pernafasan pada Bayi Baru Lahir”

Perubahan sirkulasi pada fetus

Perubahan sirkulasi pada fetus (2)
Perubahan sirkulasi pada fetus

Adaptasi Fisiologis Fetus (Janin)

Perubahan sirkulasi

Pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi

Kehamilan normal biasanya berlangsung kira – kira 10 bulan atau 9 bulan kalender, atau 40 minggu. Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim sangat dipengaruhi oleh kesehatan ibu, keadaan janin itu sendiri dan plasenta sebagai akar yang akan memberikan nutrisi. Usia janin yang sebenarnya dihitung dari saat fertilisasi atau sekurang – kurangnya dari saat ovulasi. Pertumbuhan hasil konsepsi dibedakan menjadi tiga tahap penting yaitu tingkat ovum (telur) usia 0 sampai 2 minggu, dimana hasil konsepsi belum tampat terbentuk pertumbuhannya, Embrio antara usia 3 sampai 8 minggu dan sudah terdapat rancangan terbentuk alat – alat tubuh dan janin (fetus) sudah terbentuk manusia dan berumur di atas 8 minggu. Continue reading “Perubahan sirkulasi pada fetus”