Bisakah Bersalin Normal Setelah Melakukan Bedah Caesar ?

melahirkan normal setelah caesar (1)
melahirkan normal setelah caesar

Bisakah Bersalin Normal Setelah Melakukan Bedah Caesar ?

Mungkin para ibu bertanya – tanya, bisa tidak ya melahirkan secara normal jika sebelumnya melahirkan secara caesar? Mungkinkah melahirkan normal jika pernah operasi caesar? Mungkin kok! Tentunya tidak semudah yang dibayangkan. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan.

Persalinan normal setelah dulunya pernah melahirkan dengan operasi caesar mungkin dilakukan. Dalam dunia medis, ini disebut dengan persalinan Vaginal Birth After Cesarean, alias VBAC. Meskipun saat ini tingkat keberhasilan persalinan normal setelah caesar cukup besar, namun bukanlah tindakan yang sederhana dan tanpa risiko. Keputusan untuk melahirkan normal jika persalinan sebelumnya adalah lewat operasi caesar membutuhkan pertimbangan yang matang dan persiapan yang lengkap.

Jika berencana melakukannya, ibu sebaiknya memilih dokter yang mendukung keputusan tersebut. Pasalnya, tidak semua rumah sakit memenuhi kriteria untuk menawarkan Vaginal birth After C-section (VBAC) atau melahirkan normal setelah operasi caesar. Biasanya, beberapa rumah sakit juga menghindari kontroversi dan potensi masalah hukum.

Sebenarnya apa itu VBAC?

VBAC alias Vaginal Birth After C-section, memiliki nama lain yakni TOLAC alias Trial Of Labor After Cesarean. Ini merupakan upaya untuk melahirkan melalui vagina atau persalinan normal, pasca persalinan secara operasi caesar sebelumnya. Tindakan ini biasanya dilakukan di rumah sakit dengan pemeriksaan dan pengawasan ketat dari tim medis, termasuk dokter kandungan dan dokter anak.

Apa kriteria VBAC?

Sebelum memutuskan ingin melakukan VBAC, ibu sebaiknya mengetahui kriteria berikut:

1.      Sayatan caesar sebelumnya adalah sayatan rahim transversal rendah (horizontal). Kalau sayatan vertikal di rahim atas (sayatan klasik) atau berbentuk ‘T’, memiliki risiko lebih besar terjadinya pecah rahim.

2.      Panggul Bunda cukup besar untuk memungkinkan bayi melewatinya dengan aman. Meski tidak ada cara pasti untuk mengetahuinya, dokter yang akan memeriksa panggul Bunda dan memastikannya.

3.      Disarankan untuk Bunda yang belum pernah menjalani operasi besar di rahim, seperti miomektomi untuk mengangkat fibroid (miom).

4.      Bunda juga belum pernah mengalami pecah rahim.

5.      Tidak ada masalah kebidanan seperti plasenta previa atau miom besar, yang akan membuat persalinan normal lebih berisiko.

6.      Pastikan ada dokter yang mengawasi persalinan Bunda dan bisa melakukan operasi caesar darurat bila diperlukan.

7.      Begitu juga dengan ahli anastesi, tenaga medis lain, dan peralatan yang tersedia sepanjang waktu, demi mengantisipasi situasi darurat yang bisa terjadi pada ibu dan calon bayi. Selain itu, ibu juga harus memperhatikan kondisi kesehatan. Paling aman dilakukan dengan jarak operasi sebelumnya sekitar 18 – 24 bulan, kurang dari 18 bulan risiko robekan rahim spontan meningkat, bukan berarti tidak boleh. Taksiran berat janin juga tidak lebih dari 4 kg.

Apakah risiko dari persalinan normal bagi ibu yang pernah operasi caesar?

Kelahiran VBAC cukup banyak terjadi dan sukses. Namun, pastinya ada beberapa kelebihan dan risiko melakukan VBAC.

Manfaat VBAC

VBAC yang berhasil dapat menghindarkan dari operasi perut besar dan risiko yang terkait dengannya. Ini tergolong risiko lebih tinggi dari perdarahan yang berlebihan, yang dapat menyebabkan transfusi darah atau bahkan histerektomi dalam kasus yang jarang. Serta risiko yang lebih tinggi mengembangkan infeksi tertentu dan kerusakan organ lainnya selama prosedur. Semua komplikasi potensial dari operasi perut besar meningkat dengan setiap kelahiran sesar karena jaringan parut dapat membuat setiap prosedur secara teknis lebih sulit.

Bedah sesar membutuhkan perawatan di rumah sakit yang lebih lama daripada kelahiran normal. Pemulihan ibu umumnya lebih lambat dan lebih tidak nyaman.

Jika ibu berencana untuk memiliki anak lagi, ibu harus tahu bahwa setiap c-section yang dijalani akan meningkatkan risiko kehamilan plasenta previa dan plasenta akreta di masa mendatang. Kondisi tersebut menyebabkan plasenta tertanam terlalu dalam dan tidak terpisah dengan baik saat melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa dan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi).

Risiko VBAC

    • Bahkan jika ibu memenuhi persyaratan yang baik untuk VBAC, ada risiko yang sangat kecil (kurang dari 1%) bahwa rahim ibu akan pecah atau ruptur di tempat sayatan sesar ibu sebelumnya. Ibu dapat mengalami perdarahan yang sangat hebat akibat robeknya dinding rahim dan mungkin kekurangan oksigen untuk si kecil. Ruptur uteri sangat membahayakan ibu maupun bayi. Kepala bayi dapat mengalami cedera.
    • Selain itu, jika ibu akhirnya tidak dapat melahirkan secara normal, ibu dapat bertahan beberapa jam untuk persalinan caesar yang tidak direncanakan. Meskipun VBAC yang sukses kurang berisiko daripada operasi caesar ulangan yang dijadwalkan, VBAC yang tidak berhasil membutuhkan c-section setelah permulaan persalinan membawa lebih banyak risiko daripada c-section yang dijadwalkan.
    • Dengan c-section yang tidak direncanakan setelah persalinan, ibu memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk komplikasi bedah, seperti perdarahan dan infeksi rahim dan sayatan. Risiko komplikasi bahkan lebih tinggi jika ibu akhirnya memerlukan operasi caesar darurat. Jika kondisi perdarahan ibu semakin berat dan sulit ditangani, dokter harus segera melakukan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi). Bila rahim Anda diangkat, Anda tidak bisa mengandung lagi di kemudian hari.
    • Akhirnya, ada risiko bayi mengalami komplikasi serius yang dapat menyebabkan kerusakan saraf jangka panjang atau bahkan kematian. Meskipun risiko ini sangat kecil secara keseluruhan, mungkin lebih tinggi pada calon ibu yang menjalani VBAC gagal (yang berarti c-section setelah gagal persalinan) dibandingkan pada calon ibu yang memiliki persalinan normal yang sukses atau c-section yang dijadwalkan.
    • Untuk beberapa perempuan, masalah dasar panggul juga menjadi perhatian. Berat dan tekanan dari kehamilan dapat melemahkan otot-otot dasar panggul yang mendukung rahim, dan pengiriman vagina dapat meregangkan otot-otot dasar panggul lebih jauh. Hal ini dapat menyebabkan inkontinensia sementara.

Bagaimana Anda mempersiapkan untuk VBAC?

Jika ibu memilih VBAC, maka beberapa hal yang harus ibu lakukan antara lain:

    • Pelajari tentang VBAC.

Ikuti kelas persiapan melahirkan khusus untuk VBAC. Sertakan pasangan atau orang lain /pendamping, jika mungkin. Sampaikan keprihatinan dan harapan anda dengan penyedia layanan kesehatan. Pastikan ia memiliki sejarah lengkap kesehatan tentang anda, termasuk catatan SC sebelumnya dan prosedur atau intervensi lainnya.

    • Biarkan persalinan berlangsung sealami mungkin. Hindari induksi karena ini akan meningkatkan resiko pecahnya rahim
    • Upayakan fisik anda selama kehamilan : Yoga, senam hamil. Tai chi, renang bisa menjadi pilihan untuk menyiapkan tubuh anda sukses VBAC
    • Belajar dan disiplin berlatih tehnik nafas dan relaksasi hypnobirthing bisa menjadi solusi supaya anda tetap tenang dan terkendali selama proses persalinan. Selain itu ini juga bisa membantu memperpendek lama persalinan
    • Tetap siapkan plan A, plan B bahkan plan C. Artinya anda harus siapkan fisik dan mental apabila ternyata memang dokter menganjurkan SC mendadak (misalnya ternyata mengalami pre eklamsia, kegagalan kemajuan persalinan, maupun gawat janin)
    • Penting untuk memberikan nutrisi diri. Makan makanan yang sehat, termasuk aktivitas fisik dalam rutinitas harian, dengan kesehatan baik dan cukup istirahat, akan membantu mempersiapkan persalinan per vaginam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *