Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ?

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ? (2)
Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ?

Bagaimana cara menghitung usia kehamilan ?

Pengetahuan bakal menghitung Usia Kehamilan masih tidak sedikit kurang dicerna oleh semua ibu hamil. Padahal urusan ini adalah hal urgen untuk dapat memahami usia kehamilan yang sedang dijalani. Dengan memahami usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat memahami perkembangan atau pertumbuhan organ apa yang sedang terjadi pada janinnya, keperluan apa yang dibutuhkan oleh janinnya dan urusan apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan selama umur kehamilan tersebut. Di samping itu, dengan memahami usia kehamilan, seorang ibu hamil dapat memahami kapan jadwal pengecekan ke dokter maupun ke bidan, dengan demikian diinginkan kehamilan yang sedang dijalani menjadi sehat dan menghasilkan buah hati yang berkualitas.

Periode antepartum merangkum waktu kehamilan mulai dari hari kesatu periode terlambat menstruasi hingga dimulainya persalinan yang ditandai dengan mulainya periode intranatal.

Periode antepartum dipecah dalam trimester, tiap trimester minimal 13 minggu atau 3 bulan kalender. Pembagian ini diturunkan dari pertimbangan lamanya kehamilan sampai setidaknya 280 hari, 40 minggu, 9 bulan kalender dari hari pertama menstruasi terakhir.

Pada kenyataannya kehamilan tidak selama itu,. Fertilisasi terjadi pada saat ovulasi, ini menjadikan kehamilan mendekati 266 hari atau 38 minggu lamanya. Penambahan 14 hari menjadi 280 hari dari akhir masa menstruasi. Pada prakteknya trimester 1 umumnya dihitung mulai 1 sampai 12 minggu, trimester II minggu ke 13 sampai 27 ( 15 minggu ).

Jadi kehamilan dapat dibagi dalam tiga periode yang kira – kira intervalnya sama (kurang lebih 13 minggu atau 3 bulan) yaitu yang dikenal dengan trimester I, II, dan III. Pembagian ini tidak boleh dipakai untuk menunjukkan umur kehamilan melainkan hanya untuk menujukkan keadaan atau penyulit yang umumnya terjadi dalam periode tertentu. Misalnya abortus spontan pada umumnya terjadi pada trimester I, pre-eklamsia pada trimester III dan sebagainya. Untuk menunjukkan umur kehamilan yang paling tepat adalah minggu. penuh.

Selama ini banyak sekali untuk bisa menghitung umur kehamilan masih mengandalkan para berpengalaman baik dokter atau bidan, memang urusan ini adalah yang disarankan demi ketepatan penghitungan umur kehamilan. Di samping itu, seringkali menghitung umur kehamilan dilaksanakan dengan memakai usg, yang mempunyai tingkat akurasi yang lebih tinggi dengan mengukur ukuran tengkorak, panjang janin, ukuran jantung, ginjal dsb. Namun, tidak terdapat salahnya ibu hamil mengetahui teknik menghitung umur kehamilan yang dapat dilaksanakan sendiri.

Menentukan usia kehamilan bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah :

  1. Rumus Naegele

Rumus Naegele terutama untuk menentukan hari perkiraan lahir atau HPL. Rumus ini berguna untuk wanita dengan silus 28 hari sehingga ovulasi terjadi pada hari ke 14. Cara menghitungnya yaitu hari pertama haid terakhir (HPHT) ditambah 7 dan bulan dikurangi 3.

Kelebihan menghitung umur kehamilan dengan memakai HPHT memang paling mudah dilaksanakan oleh masing – masing wanita yang tengah hamil. Meskipun tanpa pertolongan bidan atau dokter, anda bisa menghitung umur kehamilan kita sendiri. Anda bisa menghitung umur kehamilan anda masing – masing bulan bahkan anda bisa memperkirakan hari persalinan kita kelak. Namun, guna tanggal estimasi hari persalinan tidak bisa ditentukan dengan pasti, sebab hitungan ini hanyalah estimasi semata. Cara menghitung umur kehamilan memakai HPHT pun mempunyai kekurangan untuk seorang perempuan yang merasakan haid tidak teratur. Tentunya, terdapat sejumlah pula semua wanita yang tak sempat hari kesatu haid terakhirnya. Maka, mereka tidak dapat menggunakan cara menghitung umur kehamilan menurut keterangan dari HPHT ini.

  1. Berdasarkan tinggi fundus uteri

Secara tradisional estimasi tinggi fundus dilaksanakan dengan palpasi fundus dan mencocokkan dengan sejumlah patokan antara beda sympisis pubis, umbillicus, atau prosesus xifoideus. Cara tersebut dilakukan dengan tanpa memperhitungkan ukuran tubuh ibu. Sebaik – baiknya pemeriksaan atau perkiraan tersebut, hasilnya masih kasar dan dilaporkan hasilnya bervariasi.

Dalam upaya standarisasi perkiraan tinggi fundus uteri, para peneliti saat ini menyarankan penggunaan pita ukur untuk mengukur tinggi fundus dari tepi atas sympisis pubis karena memberikan hasil yang lebih akurat dan dapat diandalkan. Diketahui bahwa pengukuran dengan menggunakan pita ukur, memberikan hasil yang konsisiten antar individu (walaupun masih terjadi sedikit variasi kecuali semua bidan dilatih dengan cara yang sama). Juga sudah dibuktikan bahwa teknik ini sangat berguna di negara berkembang sebagai alat tapis awal dan dapat dilakukan oleh para dokter dan bidan dengan efisiensi yang setara.

Penting untuk diketahui bahwa pita ukur yang digunakan hendaknya terbuat dari bahan yang tidak mengendur. Sebaiknya mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu sebelum dilakukan pemerikasaan. Pengukuran dilakukan dengan menempatkan ujung dari pita ukur pada tepi atas sympisis pubis dan dengan tetap menjaga pita ukur menempel pada dinding abdomen, diukur jaraknya ke bagian atas fundus uteri. Ukuran ini biasanya sesuai dengan usia kehamilan dalam minggu setelah umur kehamilan 24 minggu. Namun bisa terjadi beberapa variasi (kurang lebih 1 sampai 2 cm). Bila deviasi lebih kecil berarti ada gangguan pertumbuhan janin.

Kelebihannya tidak mesti membutuhkan alat khusus guna menghitung umur kehamilan. Dapat memakai jari tangan guna menghitung umur kehamilan. Kekurangannya terkadang penghitungan umur kehamilan tidak akurat. Perhitungan umur kehamilan selalu menggunakan perangkat yang tidak akurat

  1. Berdasarkan palpasi abdominal
  • Rumus Bartholomew

Antara simpisis pubis dan pusat dibagi dalam 4 bagian yang sama maka tiap bagian menunjukkan penambahan 1 bulan. Pada saat fundus uteri teraba tepat terasa di sympisis umur kehamilan adalah 2 bulan (8 minggu). Antara pusat sampai prosesus xifoideus juga dibagi dalam 4 bagian dan tiap bagian menunjukkan kenaikan 1 bulan. Perlu diperhatikan bulan ke 10 (40 minggu) tinggi fundus uteri kurang lebih sama dengan bulan ke 8 (32 minggu) pada saat itu kepala sudah masuk panggul.

  • Rumus Mc. Donald

Fundus uteri diukur dengan pita. Tinggi fundus dikalikan 2 dan dipecah 7 menjadikan usia kehamilan dalam bulan obstetric dan jika dikalikan 8 dan dipecah 7 menjadikan usia kehamilan dalam minggu.

Taksiran berat janin (TBJ). Taksiran berat janin ini jika berlaku untuk janin dengan presentasi kepala. Rumusnya adalah sebagai berikut :

(tinggi fundus dalam cm – n) x 155 = berat (gram). Jika kepala sudah masuk panggul n = 11, jika kepala belum masuk panggul maka n = 12.

  1. Quickening (persepsi gerakan janin pertama)

Gerakan janin pertama biasanya dirasakan pada usia kehamilan 18 minggu (primigravida) atau 16 minggu (multigravida).

  1. Ultrasonografi (USG)

Penentuan umur kehamilan dengan USG menggunakan 3 cara:

  • Dengan mengukur kantung kehamilan (GS = Gestational Sac) untuk usia kehamilan 6 – 12 minggu.
  • Dengan mengukur jarak kepala – bokong (GRI = Groun Rump Length) untuk usia kehamilan 7 sampai 14 minggu
  • Dengan mengukur diameter biparietal (BPD) untuk kehamilan lebih dari 12 minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *