Adaptasi fisiologis kehamilan Sistem Integumen

Adaptasi fisiologis kehamilan Sistem Integumen (1)
Adaptasi fisiologis kehamilan Sistem Integumen

Adaptasi fisiologis kehamilan

Sistem Integumen

Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, kuku, kelenjar keringat dan produknya ( keringat atau lendir ). Kata ini berasal dari bahasa latin ” integumentum “, yang berarti ” penutup “. Seluruh tubuh manusia bagian terluar terbungkus oleh suatu sistem yang disebut sistem integumen. Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luar. Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk kuku, rambut,  kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal). Sesuai dengan fungsinya, organ-organ pada sistem integumen berfungsi menutup organ atau jaringan dalam manusia dari kontak luar. Sistem Integumen pada manusia terdiri dari kulit, kuku, rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak dan kelenjar susu. Sistem integumen dapat memperbaiki sendiri (self-repairing) & mekanisme pertahanan tubuh pertama (pembatas antara lingkungan luar tubuh dengan dalam tubuh).

Kulit merupakan organ tubuh yang paling luas yang berkontribusi terhadap total berat tubuh sebanyak 7 %. Keberadaan kulit memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya kehilangan cairan yang berlebihan, dan mencegah masuknya agen-agen yang ada di lingkungan seperti bakteri, kimia dan radiasi ultraviolet. Kulit juga akan menahan bila terjadi kekuatan-kekuatan mekanik seperti gesekan (friction), getaran (vibration) dan mendeteksi perubahan-perubahan fisik di lingkungan luar, sehingga memungkinkan seseorang untuk menghindari stimuli-stimuli yang tidak nyaman. Kulit membangun sebuah barier yang memisahkan organ-organ internal dengan lingkungan luar, dan turut berpartisipasi dalam berbagai fungsi tubuh vital.

Fungsi Sistem Integumen

Adapun fungsi sistem integument, diantaranya:

    • Sebagai pelindung dari kekeringan, invasi mikroorganisme, sinar ultraviolet, dan mekanik, kimia, atau suhu
    • Sebagai penerima sensasi berupa sentuhan, tekanan, nyeri dan suhu
    • Sebagai pengatur suhu yaitu untuk menurunkan kehilangan panas saat suhu dingin dan meningkatkan kehilangan panas saat suhu panas
    • Sebagai fungsi metabolik yaitu menyimpan energi melalui cadangan lemak; sintesis vitamin D
    • Sebagai fungsi Ekskresi yaitu mengeluarkan cairan tubuh (keringat dan lendir)

Sistem Integumen Pada Manusia

1.      Kulit

·         Epidermis Kulit

Epidermis pada kulit terbentuk dari beberapa epitel skuamous yang terstratifikasi. Ada sedikit suplay darah dan juga reseptor saraf, hanya dengan lapisan yang paling dekat dengan epidermis. Membentuk lapisan yang paling luar sepanjang 0,1-5 mm. lapisan eksternalnya tersusun dari keratinosit atau zat tanduk. Lapisan eksternal ini biasanya terganti sekitar 3-4 minggu sekali. Epidermin dibagi lagi menjadi 5 bagian yaitu korneum, lusidum, granulosum, spinosum, dan germinativum.

·         Dermis

Adalah lapisan yang berada di bawah lapisan epidermis, yang lebih tebal. Lapisan ini juga bersifat elastis dan tahan lama. Yang berisi jaringan kompleks di beberapa ujung syaraf, kelenjar sudorifera, kelenjar. Sebasea, folikel jaringan rambut dan pembuluh darah. Yang merupakan penyedia nutrisi bagi setiap lapisan di dalam epidermis.

Dermis tersusun atas dua lapisan yaitu :

      • Stratum Pappilare yaitu lapisan yang banyak mengandung kapiler dan makrofag, limfosit, sel mast dan leukosit.
      • Stratum Retikulare adalah bagian di dalam dermis yang lebih tebal dibanding stratum pappilare,yang di dalamnya terdapat lemak dalam kelompok besar atau kecil.
    • Subdermis

Lapisan ini berupa jaringan adiposa yang memberikan bantalan, diantara lapisan kulit dengan struktur internal seperti otot dan juga tulang. Di dalamnya terdapat pembuluh darah, saraf & limfe dengan jaringan penyambung yang berisi sel lemak. Jaringan lemak ini bekerja sebagai penyekat panas, dan menyediakan penyangga bagi lapisan kulit yang ada di atasnya.

Kelenjar yang terdapat pada kulit diantaranya yaitu :

    • Kelenjar keringat. Yang ditemukan pada bagian besar kulit di permukaan tubuh, khususnya terdapat pada telapak tangan dan juga kaki. Kecuali bagian  glans penis, bagian tepi bibir, telinga luar dan dasar kuku. Kelenjar keringat ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
    • Kelenjar Ekrin. Kelenjar ini berada di semua daerah kulit manusia. Salurannya pun bermuara langsung ke bagian permukaan kulit. Kelenjar ini juga melepaskan keringat sebagai reaksi, atas peningkatan suhu lingkungan dan juga suhu tubuh. Kecepatan pada sekresi keringat akan dikendalikan oleh saraf simpatik. Pengeluaran keringat biasanya terjadi pada tangan, kaki, aksila, dahi, sebagai reaksi tubuh terhadap setress, nyeri, dan lain sebagainya.
    • Kelenjar Apokrin. Kelenjar ini terdapat di bagian aksil, anus, skrotum, labia mayora, dan bermuara pada folikel rambut. Kelenjar yang satu ini juga aktif di masa pubertas, pada wanita jumlahnya akan membesar dan juga berkurang di masa haid. Kelenjar apokrin biasanya memproduksi keringat yang keruh seperti susu, yang diuraikan kembali oleh bakteri yang menghasilkan bau yang khas pada aksila. Di telinga bagian luar terdapat kelenjar apokrin, terutama yang disebut dengan kelenjar seruminosa yang menghasilkan serumen.
    • Kelenjar minyak. Kelenjar minyak akan mengsekresi substansi yang berminyak, yang disebut dengan sebum. Yang ada pada setiap folikel rambut, kecuali pada papila mamae, labia minora, dan sudut mulut. Fungsinya adalah untuk mengontrol jumlah sekresi minyak, ke dalam ruang diantara folikel folikel rambut dan batang rambut. Yang nantinya akan melumasi rambut, agar rambut menjadi halus, lentur dan juga lunak.
    • Kelenjar seruminosa. Adalah jenis kelenjar apokrin yang khusus, yang hanya ada pada metus auditorius. Misalnya tempat kelenjar yang memproduksi serumen.

2.      Kuku

Kuku adalah bagian tubuh yang tumbuh di bagian ujung jari. Kuku tumbuh dari sel yang mirip dengan gel yang lembut dan mati, mengeras, lalu terbentuk lagi ketika mulai tumbuh kembali dari ujung jari. Kulit air yang terdapat pada pangkal kuku fungsinya adalah untuk melindungi kotoran. Fungsi utama dari kuku adalah untuk melindungi ujung jari, yang lembut dan penuh dengan urat saraf. Serta untuk meninggikan daya sentuh. Secara kimia, kuku juga sama dengan rambut yang terbentuk dari keratin protein. Yang kaya akan sulfurnya. Di bagian bawah kulit kuku, ada banyak jumlah pembuluh kapiler. Yang memiliki suplai darah yang cukup kuat, sehingga timbul warna kemerah-merahan di sana. Contohnya tulang dan gigi, kuku adalah bagian terkeras dari tubuh karena kandungan dan jumlah airnya sedikit.

3.      Rambut

Rambut merupakan organ yang menyerupai benang yang tumbuh pada kulit hewan, khususnya mamalia. Rambut timbul dari epidermis atau kulit bagian luar, meskipun asalnya jauh dari folikel rambut yang berada jauh di bawah dermis. Rambut ada pada seluruh tubuh kecuali pada telapak tangan dan juga kaki. Serta di bagian dorsal dari falang distal jari tangan atau jari kaki, penis, labia minora dan juga bibir. Rambut ini terdiri dari akar dengan sel yang tanpa keratin. Dan batang yang terdiri dari sel keratin.

Adaptasi integumen pada ibu hamil

    1. Trimester I

Perubahan keseimbangan hormon dan peregangan mekanis mengakibatkan timbulnya sejumlah perubahan dalam sistem integumen selama masa kehamilan. Perubahan yang umum terjadi adalah peningkatan ketebalan kulit dan lemak sub dermal, hiperpigmentasi, pertumbuhan rambut dan kuku, percepatan aktifitas kelenjar keringat dan kelenjar sebasea, peningkatan sirkulasi dan aktifitas. Jaringan lentur kulit gampang pecah, mengakibatkan strie gravidarum atau tanda regangan. Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu, pigmentasi ini disebabkan pengaruh melanophore stimulating hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini ialah salah satu hormon yang dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadang – kadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, hidung, dikenal sebagai diasmagravidarum. Didaerah leher tidak jarang terdapat hiperpigmentasi yang sama juga di areola mammae.

Linea alba pada kehamilan menjadi hitam dikenal sebagai linea grisea. Linea nigra adalah garis pigmentasi dari simpisis pubisa sampai kebagian atas fundus di garis tengah tubuh. Kulit perut juga tampak seolah-olah retak, warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut striae livide. Setelah partus, striae livide ini berubah menjadi putih dinamakan striae albicans. Pada seorang multigraviada sering tanpak striae livide dan bersama dengan striae albicans. Angioma atau telengiektasis umumnya disebut vascular spiders. Angioma adalah ujung arteriola yang berdenyut dan sedikit menonjol, berbentuk kecil seperti bintang atau cabang. Spiders hasil peningkatan kadar estrogen dalam sirkulasi, biasanya ditemukan di leher, daa, lengan. Spiders juga dideskripsikan berwarna kebiruan dan tidak hilang apabila ditekan. Vascular spiders tampak pada bulan ke-2 – ke-5 kehamilan pada 65% perempuan kulit putih dan 10% wanita afrka-amerika. Biasanya hilang setelah melahirkan.

Epulis ialah suatu noddul berwarna merah pada gusi yang mudah berdarah lesi ini dapat imbul pada sekitar bulan ke-3 dan biasasanya terus memebesar seiring kemajuan kehamilan. Pertumbuhan kuku mengalami percepatan selama masa hamil. Kulit berminyak dan acne vulgaris bisa timbul selama kehamilan. Pada wanita lain, kulit bersih dan kulit berseri. Dapat terjadi peningkatan pertumbuhan rambut halus, tapi akan hilang setelah kehamilan berakhir.

    1. Trimester II

Akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron, kadar MSH pun meningkat. Terjadi evolusi deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh MSH dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum livide atau alba, areola mammae, papilla mammae, linea nigra, pipih (cloasma gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi ini akan menghilang.

    1. Trimester III

Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam dan kadang – kadang juga akan mengenai area payudara dan paha, perubahan ini dikenal dengan striae gravidarum. Pada multipara selain striae kemerahan tersebut sering kali ditemukan garis berwarna perak berkilau yang merupakan sikatrik dari striae sebelumnya. Pada kebanyakan wanita kulit digaris pertengahan perut akan berubah menjadi hitam kecoklatan yang disebut dengan line nigra. Terkadang muncul dengan ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan cloasma atau melasma gravidarum. Selain itu pada areola dan daerah genitalia juga akan terlihat pigmentasi yang berlebihan. Pigmentasi yang berlebihan biasanya akan hilang setelah persalinan.

Penyakit Atau Gangguan Kelainan Yang Ada Pada Sistem Integumen Pada Manusia

    • Kanker kulit
    • Penyakit lupus
    • Rubella atau Campak
    • Jerawat
    • Hemangioma
    • Cold sore
    • Psoriasis
    • Rosacea
    • Hives/Urticaria atau gatal alergi
    • Seborrheic Eczema atau Eksim Seborrheic

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *