1000 Hari Pertama Kehidupan

1000 Hari Pertama Kehidupan (1)
1000 Hari Pertama Kehidupan

1000 Hari Pertama Kehidupan

Apakah anda pernah mendengar gerakan scaling up nutrition?

Scaling up nutrition adalah suatu gerakan yang dilakukan oleh 57 negara di dunia dengan tujuan menghilangkan berbagai jenis malnutrisi, dengan mengacu pada prinsip bahwa semua orang layak mendapatkan makanan yang baik dan gizi yang baik pula. Gerakan ini merupakan gerakan gabungan dari pemerintah, lembaga masyarakat, United Nations, pengusaha, ilmuwan, dan berbagai lapisan masyarakat.

Fokus dari gerakan scaling up nutrition adalah pemenuhan kebutuhan pada 1000 hari pertama kehidupan dalam rangka mengurangi angka malnutrisi. Dampak malnutrisi yang terjadi pada anak tidak hanya akan berlangsung selama masa kanak-kanak saja tetapi akan terus berimbas hingga dewasa. Salah satu dampak malnutrisi yang akan terus dibawa oleh anak sampai anak menjadi dewasa adalah stunting atau pendek. Stunting terjadi ketika anak lebih pendek dari rata-rata tinggi anak seusianya. Tidak hanya berdampak pada fisik, anak yang stunting biasanya juga dikaitkan dengan kecerdasan yang juga lebih rendah jika dibandingkan dengan teman-temannya.

Apa itu Hari Pertama Kehidupan ?

Yang dimaksud dengan 1000 hari ialah 1000 hari pertama kehidupan anak. Dihitung mulai dari anak masih dalam kandungan (9 bulan 10 hari = 280 hari) dan sampai anak tersebut berusia 2 tahun (720 hari), dengan catatan 1 bulan dihitung 30 hari. Banyak orang salah mengartikan tentang 1000 hari pertama kehidupan seorang anak, umumnya orang menghitung hari pertama sejak hari pertama bayi dilahirkan.

Beberapa ahli mengatakan bahwa periode umur anak dibawah 2 tahun dikenal dengan “periode emas” atau “Window of Opportunity”. Jadi, untuk medapatkan generasi yang sehat dan kuat dan mewujudkan Indonesia prima, maka skala prioritas program ialah mulai anak masih dalam kandungan sampai ia berumur 2 tahun.

Seribu hari pertama kehidupan telah disepakati oleh para ahli di seluruh dunia sebagai saat yang terpenting dalam hidup seseorang. Sejak saat perkembangan janin di dalam kandungan, hingga ulang tahun yang kedua menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang. Makanan selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak di kemudian hari.

Mengapa 1000 hari pertama kehidupan sangat penting?

1000 Hari Pertama Kehidupan adalah periode tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Di periode ini, otak dan tubuh bayi sedang berkembang pesat, sehingga jika terjadi masalah gizi akan berpengaruh juga terhadap perkembangan otak dan tubuh bayi. So, pemenuhan gizi di 1000 HPK sangat penting, sebab jika tidak dipenuhi asupan nutrisinya, maka dampaknya pada perkembangan anak akan bersifat permanen.

Perubahan permanen inilah yang menimbulkan masalah jangka panjang. Anak yang mengalami kekurangan gizi pada 1000 HPK, mempunyai risiko terkena stunting, kurang cerdas, dan terjadinya penyakit tidak menular/ kronis. Keadaan ini ternyata tidak hanya bersifat antar-generasi (dari ibu ke anak) tetapi bersifat trans-generasi (dari nenek ke cucunya). Selain itu, diperkirakan dampaknya mempunyai kurun waktu 100 tahun, artinya risiko tersebut berasal dari masalah yang terjadi sekitar 100 tahun yang lalu, dan dampaknya akan berkelanjutan pada 100 tahun berikutnya.

Perlu diingat, 1000 hari pertama kehidupan seorang anak merupakan periode emas yang harus diisi dengan banyak hal positif.

Setiap fase kehidupan anak sangatlah penting, tapi diperiode emas pada 1000 hari pertama kehidupan anak menjadi pondasinya.

Kekurangan gizi pada periode ini akan menghambat tumbuh kembang anak yang tidak dapat diperbaiki di masa kehidupan selanjutnya.

Berikan yang terbaik untuk anak, tentunya termasuk hal yang berikut ini:

    • Pemenuhan nutrisi yang baik sejak masa kehamilan
    • Inisiasi Menyusu Dini (IMD) sesegera mungkin setelah bayi dilahirkan
    • ASI eksklusif pada bayi selama usia 0-6 bulan
    • Berikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) dengan komposisi seimbang sejak bayi berusia 6 bulan
    • Lakukan imunisasi lengkap sesuai pertumbuhan usia anak.
    • Sanitasi lingkungan

Lalu, gimana caranya agar asupan gizi dapat optimal selama periode 1000 Hari Pertama Kehidupan? Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan agar asupan gizi anak tercukupi

  1. Tingkatkan porsi makan Ibu hamil dan menyusui dalam sehari

Namun bukan makan dua kali lebih banyak, lho! Tambahan porsi makan ini penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, serta menambah berat janin. Jika biasanya makan 3 piring, ketika hamil wajib menambah 1 piring. Jadi total 4 piring dalam sehari dan makanannya juga harus memenuhi 4 sehat 5 sempurna. Lalu kalau saat hamil, ibu makan 4 piring nasi, saat menyusui tambah 1 piring lagi, jadi total 5 piring. Air putih juga harus diperbanyak, yang biasanya 8 gelas per hari, ketika hamil 10 gelas per hari.

  1. Beri ASI eksklusif

Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh Ibu memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi. Komposisinya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula. Ketika bayi sudah lahir, berikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Maksud ASI eksklusif adalah hanya memberikan ASI kepada bayi tanpa memberikan makanan atau minuman lainnya sampai bayi berusia 6 bulan. Hal ini sangat berpengaruh pada pertumbuhan, perkembangan, pembentukan daya tahan tubuh, dan kecerdasan pada anak tersebut.

  1. Berikan makanan pendamping ASI (MPASI)

Pada 6 bulan pertama hidupnya, sebaiknya bayi hanya mengonsumsi ASI. Setelah 6 bulan, bayi dapat mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang dan diteruskan memberi ASI hingga usia 2 tahun. Sesuaikan juga tekstur makanan dengan umur anak. Kalau masih bayi, berikan bubur bayi yang lembut, atau bisa juga sayur dan buah yang dihaluskan, seperti kentang, apel, pisang, avokad, atau melon.

  1. Hidup bersih dan sehat

Kalian semua pasti sering mendengar kata hidup bersih dan sehat. Beberapa cara hidup bersih dan sehat di antaranya adalah imunisasi lengkap ketika bayi hingga balita agar memiliki daya tahan tubuh yang kuat,  selalu menggunakan alas kaki ketika keluar rumah, dan membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan suatu aktivitas atau sebelum melakukan aktivitas terutama sebelum makan.

  1. Mengonsumsi tablet tambah darah

Bagi ibu hamil dan selama masa nifas atau 6 minggu setelah melahirkan, minum 1 tablet tambah darah setiap hari untuk mencegah anemia pada ibu dan anak. Tapi apa hubungannya Anemia dan tablet tambah darah?

Penyebab anemia adalah karena kekurangan zat besi. Sehingga untuk mencegah anemia bisa dilakukan dengan mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin setiap minggu, karena tablet tambah darah kaya akan zat besi dan asam folat.

Salah satu aspek yang digalakkan pada program 1000 hari pertama kehidupan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi secara optimal. Kebutuhan nutrisi anak harus dipenuhi dengan baik sejak masih berada dalam kandungan. Pemenuhan kebutuhan nutrisi yang baik selama kehamilan dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan. Bayi yang lahir prematur atau berat lahir rendah tentunya memiliki risiko gangguan kesehatan yang lebih tinggi setelah lahir. Hal ini karena sistem imunitas tubuh sangat berkaitan dengan status nutrisi.

Setelah lahir, periode 2 tahun pertama merupakan masa yang sangat vital dalam perkembangan kemampuan makan anak. Itu sebabnya, praktik infant feeding practice selama 2 tahun pertama kehidupan haruslah benar,  meliputi:

    • Benar jenis makanan yang diberikan
    • Benar bentuk (konsistensi) makanan yang diberikan
    • Benar jumlah makan yang diberikan
    • Benar frekuensi makan yang diberikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *